Ilmuwan Peringatkan Kerusakan Alam Bisa Munculkan Pandemi Virus Lain

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 30 April 2020 | 20:00 WIB
Ilmuwan Peringatkan Kerusakan Alam Bisa Munculkan Pandemi Virus Lain

Suara.com - Para ilmuwan berpendapat bahwa virus corona Covid-19 yang menyerang saluran pernapasan ini disebabkan oleh ulah manusia. Mereka juga mengingatkan akan terjadi pandemi lain bila semua orang tidak melindungi lingkungan.

Para ilmuwan ini memeringatkan semua orang dalam sebuah laporan bahwa satu spesies di bumi bertanggung jawab atas terjadi pandemi virus corona Covid-19, tapi bukan kelelawar.

Ilmuwan mengeluarkan peringatan ini ketika jumlah infeksi virus corona Covid-19 melonjak hingga 3 juta dan lebih dari 212 ribu orang meninggal dunia secara global.

Laporan ini diterbitkan oleh IBPES, sebuah platform internasional yang menginformasikan tentang sains Laporan ini pun ditulis oleh para pakar profesor Josef Settele, Sandra Díaz, Eduardo Brondizio dan Dr. Peter Daszak.

"Pandemi virus sekarang ini adalah konsekuensi langsung dari tindakan manusia, khususnya sistem keuangan dan ekonomi global yang menghargai pertumbuhan ekonomi dengan biaya berapa pun," kesimpulan mereka dikutip dari New York Post.

Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Mereka lantas memperingatkan bahwa ada 1,7 juta viruss tak dikenal yang bisa menginfeksi manusia. Saat ini jutaan virus itu bisa ditularkan oleh hewan mamalia dan burung air.

Bahkan para ilmuwan mengatakan bisa jadi virus yang menyebabkan penyakit X nantinya berpotensi lebih mematikan daripada virus corona Covid-19 sekarang ini.

"Penggundulan hutan yang merajalela, ekspansi pertanian yang tak terkendali, pertanian intensif, pengembangan infrastruktur dan eksploitasi spesies liar telah menyebabkan 'badai' penyakit ini," kata para ilmuwan.

Aktivitas manusia seperti itulah yang menyebabkan pandemi. Semakin banyaknya orang yang melakukan kontak langsung dengan hewan liar, maka makin besar peluangnya mereka akan membawa patogen, yang mana 70 persen menyebabkan penyakit ganas.

baca juga

Bahkan perjalanan udara hingga urbanisasi memungkinkan virus yang tak berbahay pada kelelawar justru akan menyebabkan penderitaan manusia dan menghentikan perekonomian dunia.

"Semua ini berasal dari tangan manusia yang menyebabkan pandemi. Tapi, ini baru permulaan," ujarnya.

Menurut mereka, pandemi di masa depan kemungkinan akan lebih sering terjadi, menyebar lebih cepat, memiliki dampak ekonomi lebih besar dan membunuh lebih banyak orang. Maka, semua orang perlu berhati-hati dengan semua kemungkinan dampaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skeptis Soal Pemilu, Donald Trump: China Ingin Saya Kalah!

Skeptis Soal Pemilu, Donald Trump: China Ingin Saya Kalah!

News | Kamis, 30 April 2020 | 16:52 WIB

Pandemi Corona, Bertrand Antolin Rajin Masak sampai ke Pasar Sendiri

Pandemi Corona, Bertrand Antolin Rajin Masak sampai ke Pasar Sendiri

Entertainment | Kamis, 30 April 2020 | 16:37 WIB

TKA China Masuk RI saat Corona, ORI: Bukti Ego Sektoral Pejabat Masih Kuat

TKA China Masuk RI saat Corona, ORI: Bukti Ego Sektoral Pejabat Masih Kuat

News | Kamis, 30 April 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Apa yang Dimaksud dengan Diskriminasi Disabilitas?

Apa yang Dimaksud dengan Diskriminasi Disabilitas?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Sidang Roy Suryo di PN Jaktim Digelar 'Gelap-gelapan': Listrik Padam saat Jaksa Bacakan Replik!

Sidang Roy Suryo di PN Jaktim Digelar 'Gelap-gelapan': Listrik Padam saat Jaksa Bacakan Replik!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Taktik Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Taktik Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Film Family Force Mulai Syuting, Ini Daftar Para Pemain Utama Penuh Bintang

Film Family Force Mulai Syuting, Ini Daftar Para Pemain Utama Penuh Bintang

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Dari Hustle Culture ke Pause Culture: Saat Jeda Menjelma Jadi Kebutuhan

Dari Hustle Culture ke Pause Culture: Saat Jeda Menjelma Jadi Kebutuhan

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Amankan Aksi Massa dan Final FIFA ASEAN Cup: Polda Metro Terjunkan Ribuan Pasukan Gabungan

Amankan Aksi Massa dan Final FIFA ASEAN Cup: Polda Metro Terjunkan Ribuan Pasukan Gabungan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:22 WIB

John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Thailand Punya Senjata yang Bisa Bikin Garuda Kewalahan

John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Thailand Punya Senjata yang Bisa Bikin Garuda Kewalahan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Lampu Ikut Gerak di Layar TV, Philips Bidik Gamer dengan Dukungan 120Hz

Lampu Ikut Gerak di Layar TV, Philips Bidik Gamer dengan Dukungan 120Hz

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa Aplikasi JMO, Ini Langkah-langkahnya

Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa Aplikasi JMO, Ini Langkah-langkahnya

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:17 WIB

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:11 WIB

×