Kenali Gaslighting, Perilaku Pasangan Manipulatif yang Mendominasi

Silfa Humairah Utami, Fita Nofiana

Senin, 04 Mei 2020 | 21:00 WIB
Kenali Gaslighting, Perilaku Pasangan Manipulatif yang Mendominasi
Ilustrasi pasangan bertengkar. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Setiap hubungan memang memiliki pasang surut, namun jika satu orang lebih dominan hingga memanipulasi keadaan mungkin Anda terjebak dengan orang dengan gaslighting.

Melansir dari Psychology Today, gaslighting sendiri adalah perilaku psikologi yang merupakan bentuk manipulasi dan pencucian otak terus-menerus. Perilaku tersebut kemudian menyebabkan korban meragukan dirinya sendiri. Pada akhirnya korban akan kehilangan persepsi, identitas, dan harga dirinya.

Sebagai contoh, orang berpeilaku ini biasanya akan membalikkan fakta ketika berada dalam pertengkaran dan berada di posisi salah.

Umumnya mereka akan berkata; "Kamu terlalu sensif/baper" atau "saya selingkuh gara-gara kamu kurang perhatian", dan lain sebagainya.

Jika itu terjadi berulang kali, maka seseorang akan merasa benar-benar menjadi penyebab masalah dalam sebuah hubungan tersebut.

Melansir dari Psychology Today, berikut adalah beberapa contoh gaslighting yang dikutip dari buku saya How to Success Handle Gaslighters & Stop Psychological Bullying.

1. Berbohong dan Membesar-besarkan

Gaslighter (pelaku) menciptakan narasi negatif tentang gaslightee (korban) berdasarkan pada anggapan umum yang keliru. Bukan karena hal objektif atau fakta yang membuat korban berada di posisi defensif.

2. Pengulangan

baca juga

Seperti perang psikologis, kepalsuan diulangi terus-menerus untuk tetap menyerang, mengendalikan pembicaraan, dan mendominasi hubungan.

"Kamu ini terlalu sensitif, itu hanya perasaanmu"

Kata-kata diatas yang dilakukan berulang dalam setiap perselisiah akan membuat korban merasa benar-benar sebagai orang yang sensitif. Meskipun ia berada di posisi yang benar.

3. Menyangkal

Ketika mereka dihadapkan dengan fakta, pelaku atau gaslighter akan meningkatkan perselisihan dengan menggandakan dan melipatigandakan serangan kebohongan atau sangkalannya.

Mereka akan menyangkal bukti substantif dengan penyangkalan, menyalahkan, dan lebih banyak klaim palsu untuk menebarkan keraguan dan kebingungan.

“Ketika saya menangkap pacar saya sedang berhubungan seks dengan seseorang, ia dengan datar mengatakan itu tidak terjadi dan mengatakan bahwa saya hanya membayangkan itu semua. Dia memanggilku gila,” kata seseorang yang tidak disebutkan namanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Tetap Harmonis dengan Pasangan Selama Masa Karantina

Tips Tetap Harmonis dengan Pasangan Selama Masa Karantina

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2020 | 18:30 WIB

Malu Dihamili Pacar, Motif Ibu Muda Buang Bayinya ke Kandang Kucing

Malu Dihamili Pacar, Motif Ibu Muda Buang Bayinya ke Kandang Kucing

News | Senin, 04 Mei 2020 | 16:33 WIB

Hindari Pandemi Perceraian Selama Wabah Corona, Ini yang Bisa Anda Lakukan!

Hindari Pandemi Perceraian Selama Wabah Corona, Ini yang Bisa Anda Lakukan!

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2020 | 19:50 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×