Didi Kempot Meninggal akibat Henti Jantung, Ketahui Penyebab Kondisi Ini

Yasinta Rahmawati

Selasa, 05 Mei 2020 | 09:37 WIB
Didi Kempot Meninggal akibat Henti Jantung, Ketahui Penyebab Kondisi Ini
Didi Kempot saat menghibur para sobat ambyar di Panggung Big Bang Festival Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12) malam. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Legenda campursari asal Solo, Didi Kempot, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (05/05/2020) pagi. Ia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo.

Dilansir dari Solopos.com (jaringan Suara.com), penyanyi yang dijuluki The Godfather of Broken Heart itu meninggal dunia di usia 53 tahun.

Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Solo, dr. Divan Fernandes, saat dihubungi Solopos.com melalui layanan perpesanan Whastapp, Selasa, mengatakan Didi Kempot sampai di RS tersebut pukul 07.25 WIB dalam kondisi henti jantung.

Menurut dia, pihak RS sudah melakukan berbagai upaya pertolongan. "Pukul 07.25 WIB ke IGD dalam keadaan henti jantung. Sudah dilakukan pertolongan dengan maksimal. Tapi, kondisi tidak tertolong. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pukul 07.45 WIB," kata dr. Divan.

Kondisi henti jantung yang dialami Didi Kempot ini disebut juga sebagai cardiac arrest atau sudden cardiac arrest (SCA), di mana jantung dapat tiba-tiba berhenti berdetak.

Kondisi ini merupakan masalah kesehatan yang sangat serius dan dapat mengakibatkan penderitanya tidak sadarkan diri, tidak bernapas dengan normal, bahkan berhenti bernapas.

Dilansir dari Hello Sehat, penyebab paling utama dari henti jantung secara mendadak adalah adanya masalah pada sistem elektrik di dalam organ tersebut.

Penyanyi Didi Kempot turut mengisi acara festival Bigbang Jakarta 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12) malam. [Suara.com/Sumarni]
Penyanyi Didi Kempot turut mengisi acara festival Bigbang Jakarta 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12) malam. [Suara.com/Sumarni]

Hal ini disebabkan oleh fibrilasi ventrikel, yaitu kondisi ritme jantung yang tidak wajar. Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang di bawah yang disebut dengan bilik (ventrikel) dan dua sisanya di atas adalah serambi (atrium).

Pada fibrilasi ventrikel, ventrikel akan bergetar secara tidak terkendali. Kondisi ini menyebabkan ritme jantung berubah secara drastis.

baca juga

Ventrikel yang bermasalah menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Pada beberapa kasus, peredaran darah akan berhenti total. Hal tersebut dapat berakibat fatal sampai menyebabkan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Didi Kempot Meninggal Dunia, Anggota Keluarga Banyak yang Demam

Sebelum Didi Kempot Meninggal Dunia, Anggota Keluarga Banyak yang Demam

Jawa Tengah | Selasa, 05 Mei 2020 | 09:28 WIB

Sebelum Meninggal, 2 Telepon Didi Kempot Tak Diangkat Wali Kota Solo

Sebelum Meninggal, 2 Telepon Didi Kempot Tak Diangkat Wali Kota Solo

Jawa Tengah | Selasa, 05 Mei 2020 | 09:19 WIB

Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia, Kakak Syok Tak Menyangka

Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia, Kakak Syok Tak Menyangka

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 09:27 WIB

Terkini

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:36 WIB

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:35 WIB

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 10:29 WIB

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

×