Vaksin Covid-19 Dinilai Dapat Selesai dalam 18 Bulan, Apakah Realistis?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 05 Mei 2020 | 14:25 WIB
Vaksin Covid-19 Dinilai Dapat Selesai dalam 18 Bulan, Apakah Realistis?
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease AS, Anthony Fauci, mengatakan perlu waktu sekitar 18 bulan untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Hal ini juga disetujui oleh Bill Gates.

Sebagai pemasok dana pengembangan vaksin terbesar melalui yayasannya, Bill Gates mengatakan pengembangan hingga siap distribusi vaksin virus corona baru bisa memakan waktu setahun hingga 18 bulan.

Tetapi, apakah mengembangkan vaksin baru dalam kurun waktu begitu cepat itu realistis?

"Ya, ingatlah bahwa rata-rata lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan vaksin adalah sekitar 20 tahun. Itu tipikal," kata Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin dan profesor pediatri di Children's Hospital of Philadelphia, dikutip Medscape.

Menurut Offit, mengembangkan vaksin dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan harus melewati beberapa langkah besar.

Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]
Vaksin Covid-19 diperkirakan tersedia pada September 2020. Foto: Seorang petugas medis sedang menyuntikkan vaksin flu ke warga Asuncion, Paraguay, pada 15 April kemarin. [AFP/Norberto Duarte]

"Biasanya, apa yang akan Anda lakukan adalah pembuktian konsep. Anda akan memiliki model hewan yang akan sakit ketika diinokulasi dengan Covid-19. Maka Anda akan mencoba satu atau strategi lain dan melihat mana yang berhasil."

"Kemudian Anda akan melakukan uji coba mulai-dosis, mencoba untuk melihat dosis apa yang dapat Anda berikan untuk menginduksi respon imun pada hewan, untuk menghubungkannya dengan perlindungan."

"Lalu, Anda akan melakukan uji coba yang lebih besar dan elbih besar, dengan biasanya ratusan atau ribuan orang, penelitian denga rentang dosis besar. Kemudian Anda melakukan uji coba fase 3, uji coba lisensi definitif FDA, yang biasanya merupakan uji coba terkontrol plasebo prospektif."

Offit mengatakan, apabila vaksin Covid-19 terbuat dalam kurun waktu setahun hingga 18 bulan, ada beberapa langkah yang kemungkinan besar dilewati, seperti model vaksin Ebola.

baca juga

Vaksin Ebola dirilis ke Afrika Barat tanpa lisensi dari BPOM AS (Food and Drug Administration atau FDA). Tetapi vaksin ini tetap efektif.

"Jadi, ketika Anda memberikannya pada puluhan ribu orang, Anda bisa melihat seberapa efektif itu. Anda bisa melihat betapa amannya itu. Dan kemudian (baru) Anda mendapat lisensi. Begitulah cara kerjanya."

Seorang apoteker memberikan suntikan kepada Jennifer Haller, dalam studi tahap pertama dari vaksin coronavirus pada 16 Maret 2020, di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle. (Foto: Ted S. Warren / AP / via npr.org)
Seorang apoteker memberikan suntikan kepada Jennifer Haller, dalam studi tahap pertama dari vaksin coronavirus pada 16 Maret 2020, di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle. (Foto: Ted S. Warren / AP / via npr.org)

Namun, Offit mengatakan semua ini tergantung pada apa yang ingin diterima masing-masing orang.

"Jika Anda masih panik karena virus membunuh 1.000 atau 2.000 orang setiap hari, maka Anda bersedia menerima beberapa tingkat risiko. Dan itu semua risiko versus manfaat dalam pengobatan, bukan?"

Di sisi lain, dalam menerima vaksin seperti ini orang juga harus mengelola harapan mereka dalam seberapa baik vaksin akan bekerja.

"Ini adalah virus corona baru, jadi itu menjadi seperti virus corona lain di mana perlindungan, bahkan setelah terinfeksi, biasanya hanya akan bertahan selama beberapa tahun. Dan vaksin tidak akan melindungi Anda dari infeksi ulang tanpa gejala atau infeksi ringan dengan gejala ringan."

Itulah sebabnya Offit menganjurkan untuk tidak memberikan vaksin seperti ini kepada anak-anak sebelum produsen sangat yakin bahwa vaksin aman dan efektif.

"Jadi, lebih baik Anda memastikan bahwa produk yang dimiliki aman sebelum memasukkannya ke tubuh anak-anak," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bill Gates: Pengembangan Vaksin Covid-19 Adalah yang Tercepat di Dunia

Bill Gates: Pengembangan Vaksin Covid-19 Adalah yang Tercepat di Dunia

Health | Sabtu, 02 Mei 2020 | 09:43 WIB

Bill Gates Sebut Ada 8 Sampai 10 Kandidat Vaksin Covid-19 yang Menjanjikan

Bill Gates Sebut Ada 8 Sampai 10 Kandidat Vaksin Covid-19 yang Menjanjikan

Health | Jum'at, 01 Mei 2020 | 20:05 WIB

Hentikan Pandemi Covid-19, Bill Gates Sebut Dunia Butuh 7 Miliar Vaksin

Hentikan Pandemi Covid-19, Bill Gates Sebut Dunia Butuh 7 Miliar Vaksin

Health | Jum'at, 01 Mei 2020 | 09:40 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×