Duh, Wabah Covid-19 Bikin Masalah Sampah Plastik Makin Mengkhawatirkan

M. Reza Sulaiman | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2020 | 16:30 WIB
Duh, Wabah Covid-19 Bikin Masalah Sampah Plastik Makin Mengkhawatirkan
Ilustrasi sampah plastik menumpuk (shutterstock)

Suara.com - Wabah Covid-19 telah menambah kebutuhan dan sampah plastik. Mulai dari alat pelindung diri (APD), sarung tangan sekali pakai, masker bedah, hingga kantong mayat. Beberapa hal itu harus ada di masa wabah, namun di sisi lain juga menimbun sampah plastik.

Melansir dari CNN, para aktivis lingkungan mulai khawatir sampah plastik bisa menimbun secara permanen dan menggagalkan upaya pengurangan polusi plastik.

Menurut para aktivis, implikasi dari penimbunan sampah plastik selama bertahun-tahun jelas akan membuat laut semakin tercemar.

"Kami tahu bahwa polusi plastik adalah masalah global, itu ada sebelum pandemi," kata Nick Mallos dari LSM Ocean Conservancy yang berpusat di Amerika Serikat.

"Kita harus sangat berhati-hati tentang ke mana kita pergi, pascapandemi," tambah Mallos.

Penggunaan APD hingga masker jelas diperlukan untuk alasan kesehatan masyarakat. Namun sampah sering kali ditemukan dan dibuang sembarangan.

"Tepat di luar rumah saya ada sarung tangan dan masker yang dibuang," kata John Hocevar, direktur kampanye laut Greenpeace Amerika.

"Sudah hujan di sini selama dua hari, jadi ini sangat cepat hanyut ke selokan. Di sini di Washington DC, sampah berakhir di Sungai Anacostia, keluar di Teluk Chesapeake, dan kemudian Samudra Atlantik," tambahnya.

Ilustrasi lautan sampah plastik
Ilustrasi lautan sampah plastik

Dilansir dari CNN, produksi plastik global telah naik empat kali lipat selama empat dekade terakhir. Pembuatan plastik akan membentuk 15 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 2050. Sebagai perbandingan, semua bentuk dunia transportasi sekarang menyumbang 15 persen dari emisi.

Penelitian lain memperkirakan bahwa sekitar 8 juta ton sampah plastik bocor ke laut setiap tahun. Tetapi bisa diperparah dengan pandemi Covid-19.

"Struktur APD akan membuatnya sangat berbahaya bagi kehidupan laut," kata Hocevar.

"Sarung tangan mirip kantong plastik, bisa terlihat seperti ubur-ubur atau jenis makanan lain untuk penyu. Tali pengikat pada masker juga bisa membuat hewan laut terperangkap," imbuhnya.

Seiring waktu, produk-produk itu  menambah koleksi besar plastik mikro di laut, udara, dan makanan. Ironisnya, saat kita memproduksi dan membuang plastik untuk melawan satu krisis kesehatan masyarakat, kita mungkin secara perlahan berkontribusi pada isu kesehatan yang lain.

Dengan risiko jangka panjang, nyatanya pandemi malah memaksa banyak orang, bisnis, dan pejabat pemerintah menggunakan plastik sekali pakai sebagai alternatif yang aman saat ini.

Perilaku penggunaan plastik di era pandemi ini dikhawatirkan bertahan permanan. Hal ini tentu akan membuat kemunduran pada upaya pengurangan polusi plastik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertambah 169 Pasien Hari Ini, 4.641 Orang Positif Corona di Jakarta

Bertambah 169 Pasien Hari Ini, 4.641 Orang Positif Corona di Jakarta

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 15:14 WIB

Dua Laboratorium Uji Spesimen Covid-19 di Bali Sudah Beroperasi

Dua Laboratorium Uji Spesimen Covid-19 di Bali Sudah Beroperasi

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 14:56 WIB

Kulon Progo Belum Rencanakan Rapid Test COVID-19 Massal, Ini Alasannya

Kulon Progo Belum Rencanakan Rapid Test COVID-19 Massal, Ini Alasannya

Jogja | Selasa, 05 Mei 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB