Suara.com - Provinsi Bali terus meningkatkan percepatan penanganan terhadap virus corona atau Covid-19. Salah satunya menjadikan laboratorium di Rumah Sakit Sanglah sebagai kamp pelatihan tenaga ahli yang bertugas memeriksa spesimen.
Ketua Tim Lab Pemeriksaan Kasus Covid-19 Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Budayanti mengatakan Rumah Sakit Sanglah ditunjuk sebagai salah satu laboratorium pemeriksaan di Bali pada 26 Maret 2020. Rumah sakit tersebut dijadikan pusat untuk pemeriksaan secara Polymerase Chain Reaction atau PCR.
"Iya Sanglah ditunjuk sebagai Lab pemeriksaan PCR. Kami pun sudah berpikir tidak mungkin melakukan semuanya sendiri. Oleh karena itu analisis yang ada kami ambil dari berbagai tempat," kata Ni Nyoman Sri di Gedung BNPB, Selasa (5/5/2020).
Tak hanya itu, Provinsi Bali juga menjadikan Rumah Sakit Universitas Warmadewa sebagai laboratorium pemeriksaan spesimen Covid-19. Sehingga, di Bali kini terdapat dua laboratorium pemeriksaan spesimen.
"Jadi kami sudah dua Lab yang mulai jalan," kata dia.
Ni Nyoman Sri mengatakan, laboratorium di Rumah Sakit Sanglah memunyai kapasitas sebanyak 250 spesimen yang dapat dikerjakan. Sedangkan di Rumah Sakit Universias Warmadewa hanya berkisar 50 spesimen.
"Kalau Lab sanglah sendiri maksimal sehari bisa 250 sampel, dengan nanti kalau digabung dengan warmadewa ya 300 sampel dengan 1 mesin di Sanglah dan 1 mesin kecil di warmadewa," kata Ni Nyoman Sri.
Ni Nyoman Sri berharap, kedepan akan ada kemungkinan peningkatan kapasitas pemeriksaan di Rumah Sakit Sanglah. Pasalnya, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali telah menerima bantuan mesin pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dari Kementerian Kesehatan.
"Itu hari ini sedang diinstal (mesinnya). Jadi kalau besok sudah jalan 2 mesin, otomatis kapasitas kami meningkat," kata dia.
Ni Nyoman menambahkan, kekinian Rumah Sakit Universitas Warmadewa juga tengah memerlukan SDM analis untuk laboratorium pemeriksaan Covid-19. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan izin operasi atas Rumah Sakit Universitas Warmadewa.
"Di sana (Universitas Warmadewa) SDM nya sudah siap. untuk Lapkesda kita tinggal nunggu mesin. Kalau mesinnya siap orangnya sudah siap. Ini semua di bawah Lab. Sanglah. Jadi saya selalu bilang sama teman-teman di Sanglah, kita anggap Sanglah ini sebagai kamp pelatihan. Jadi siapapun yang mau jadi volunteer silahkan," katanya.
"Dan terbukti, ada beberapa mahasiswa tamatan S2 biomedik kami, dia nganggur, ikut jadi volunteer untuk di Lab. Seperti itu. Kami membuat Rumah Sakit Sanglah sebagai tempat latihan dengan harapan kalau ada yang punya fasilitas, SDM nya sudah ada," Ni Nyoman menambahkan.