Obat Pengencer Darah Bisa Obati Pasien Corona Covid-19, Ini Temuan Peneliti

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 07 Mei 2020 | 07:34 WIB
Obat Pengencer Darah Bisa Obati Pasien Corona Covid-19, Ini Temuan Peneliti
Ilustrasi obat. (Pixabay)

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa obat pengencer darah bisa mengurangi tingkat kematian akibat virus corona Covid-19.

Hasil otopsi telah menunjukkan bahwa beberapa pasien virus corona Covid-19 mengembangkan ratusan gumpalan darah di paru-paru. Obat pengencer darah pun disebut bisa mengatasi dan mencegahnya.

Sebuah studi baru dalam Journal of American College of Cardiology menemukan bahwa obat antikoagula heparin, sexara dermatitis meningkatkan kesehatan pasien virus corona Covid-19 dalam kondisi parah.

Profesor Valentin Fuster, kepala dokter di Rumah Sakit Mount Sinai mengatakan penelitian itu menunjukkan antikoagula yang dikonsumsi oral, subkutan atau intravena bisa membantu merasat pasien virus corona Covid-19.

"Obat pengecer darah ini bisa mencegah kemungkinan seseorang mengalami peristiwa mematikan akibat virus corona Covid-19, termasuk serangan jantung, stroke dan emboli paru," kata Valentin Fuster dikutip dari The Sun.

Pada beberapa pasien yang diberi obat pengencer darah, sebanyak 3 dari 10 pasien tetap membutuhkan bantuan ventilator dan meninggal dunia, berbeda dengan 6 dari 10 orang yang tidak diberi obat.

Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Pandemi Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Obat pengencer darah ini juga harapannya bisa mengurangi tekanan pada dokter dan perawat di seluruh dunia. Sebab, orang yang menjalani perawatan intensif terkait virus corona Covid-19 akan berkurang.

Namun, obat pengencer darah juga memiliki risiko, seperti pendarahan internal. Meski begitu, para ilmuwan meyakinkan bahwa ada perbedaan signifikan dari kondisi pasien yang mendapat obat tersebut dan tidak.

Prof Kevin McConway, dari The Open University, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan temuan ini dilakukan dan diumumkan sangat hati-hati. Ia menambahkan, penelitian tentang obat pengencer darah juga termasuk studi observasional.

baca juga

"Akibatnya, pasti akan ada banyak perbedaan antara pasien yang dirawat dengan obat pengencer darah dan pasien yang tidak, terlepas dari risiko obat pengencer darah," kata Kevin.

Adapun perbedaan antara pasien termasuk perbedaan dalam kelangsungan hidup. Tapi, Kevin mengatakan temuan ini masih membutuhkan banyak penelitian untuk melakukan verifikasi.

"Penggunakan obat pengencer darah harus dipertimbangkan ketika pasien virus corona Covid-19 dirawat di UGD dan diuji positif virus corona Covid-19," ujar Prof Fuster.

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

"Namun, setiap kasus harus dievaluasi secara individual untuk memperhitungkan potensi risiko pendarahannya," lanjutnya.

Obat-obatan yang digunakan dalam penelitian ini biasanya diberikan untuk memperlambat pembekuan darah pada pasien yang berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.

Sebelumnya, penelitian di Sekolah Kedokteran Icahn di Gunung Sinai telah mengidentifikasi gumpalan darah yang mengancam jiwa pada banyak pasien virus corona Covid-19.

Kondisi itu disebut bisa mencegah suplai darah dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

"Sebagai seorang ahli jantung yang telah merawat pasien virus corona Covid-19 selama 3 minggu terakhir, saya telah mengamati peningkatan jumlah kasus pembekuan darag di antara pasien," kata Dr Anu Lala, dari Fakultas Kedokteran Icahn.

Karena itu, Lala berpendapat sangat penting untuk melihat antikoagulan bisa memberikan manfaat bagi pasien atau tidak.

Selain itu, peneliti perlu mencatat analisis lebih lanjut dan studi prospektif juga diperlukan untuk menentukan efektifitas penggunaan obat pengencer darah pada pasien Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenazah Diantar Cuma Sampai Gang, PDP Terpaksa Dimakamkan Warga Tanpa APD

Jenazah Diantar Cuma Sampai Gang, PDP Terpaksa Dimakamkan Warga Tanpa APD

Jabar | Rabu, 06 Mei 2020 | 20:27 WIB

PSBB Sukabumi: Motor Pelat Merah Boncengan Disetop, Penumpang Beda Alamat

PSBB Sukabumi: Motor Pelat Merah Boncengan Disetop, Penumpang Beda Alamat

Jabar | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:45 WIB

Kisah Pandai Kayu saat Corona, Suherman Kerja Lembur Bikin 15 Peti Mati

Kisah Pandai Kayu saat Corona, Suherman Kerja Lembur Bikin 15 Peti Mati

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:34 WIB

Terkini

Tak Cuma Trading, Begini Cara Industri Kripto Berkontribusi pada Aksi Sosial

Tak Cuma Trading, Begini Cara Industri Kripto Berkontribusi pada Aksi Sosial

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor

Inisiatif Berbasis Alam Ronny Lukito: Wujudkan Ekowisata Berkelanjutan dari Bandung Barat - Bogor

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Macklemore Bikin Tur 'Free Palestine', Tiket dari 3 Kota Langsung Ludes

Macklemore Bikin Tur 'Free Palestine', Tiket dari 3 Kota Langsung Ludes

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Segera Diadili, Febrie Adriansyah Sebut Pengadilan Langkah Terbaik untuk Pembuktian

Segera Diadili, Febrie Adriansyah Sebut Pengadilan Langkah Terbaik untuk Pembuktian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Kirain Murah, Ternyata Cuma Pemancing: Prank Harga di Etalase Marketplace

Kirain Murah, Ternyata Cuma Pemancing: Prank Harga di Etalase Marketplace

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Suka Simpan Barang Tak Terpakai? Awas, Ini Bedanya Kolektor dan Penderita Hoarding Disorder

Suka Simpan Barang Tak Terpakai? Awas, Ini Bedanya Kolektor dan Penderita Hoarding Disorder

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:29 WIB

RUU Migas Dikebut Tahun Ini, BUK Bakal Langsung di Bawah Presiden

RUU Migas Dikebut Tahun Ini, BUK Bakal Langsung di Bawah Presiden

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:22 WIB

TsureKano Tamat di Volume 14, Akhiri Kisah Mantan Kekasih jadi Saudara Tiri

TsureKano Tamat di Volume 14, Akhiri Kisah Mantan Kekasih jadi Saudara Tiri

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Klaim Sikap Tak Berubah Meski Masuk Istana, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

Klaim Sikap Tak Berubah Meski Masuk Istana, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:18 WIB

9 Juta Keluarga Butuh Rumah, Lippoland Kembangan Hunian Murah Rp100 Juta

9 Juta Keluarga Butuh Rumah, Lippoland Kembangan Hunian Murah Rp100 Juta

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:17 WIB

×