Kisah Pandai Kayu saat Corona, Suherman Kerja Lembur Bikin 15 Peti Mati

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 06 Mei 2020 | 17:34 WIB
Kisah Pandai Kayu saat Corona, Suherman Kerja Lembur Bikin 15 Peti Mati
Yayasan Sahabat Duka, pengrajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Selama dua pekan ke belakang, Suherman (45) bekerja lebih keras. Punggawa Yayasan Sahabat Duka yang berbasis di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu bisa mengerjakan 10 sampai 15 peti.

Hal tersebut lantaran jumlah korban meninggal dunia akibat Covid-19 terus bertambah. Terlebih, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kerap memesan peti jenazah dalam skala besar di Yayasan Sahabat Duka.

Suherman bercerita, beberapa waktu lalu ada orang yang memesan lebih dari 15 peti jenazah. Jumlah tersebut, kata Suherman, harus rampung dalam waktu yang singkat.

"Waktu itu ada orang yang minta lebih dari 15 peti jenazah," kata Suherman saat dijumpai Suara.com, Rabu (6/5/2020) siang.

Yayasan Sahabat Duka, pengrajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).
Yayasan Sahabat Duka, pengrajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).

Suherman menyebut, Yayasan Sahabat Duka memunyai tiga orang pekerja, salah satunya dia. Namun, semua itu kembali lagi pada soal Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

"Cuma balik lagi ke SDM kami. Seumpama kami hanya sanggup 10 peti jenazah, ya sudah," sambungnya.

Yayasan Sahabat Duka, pengrajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).
Yayasan Sahabat Duka, pengrajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).

Suherman bercerita, kadang dia dan rekannya bekerja hingga malam hari. Sejak pagi, mereka telah membentuk peti jenazah, memberi warna dasar menggunakan cat semprot, mewarnai peti, dan melapisinya dengan pernis.

"Ya kami kerja dari pagi, kalau orderan bener-bener banyak kadang suka lembur sampai malam. Ya kadang kalau sehari sampai 15 peti ya gempor juga. Cuma kadang bukannya kami gak mau, tapi balik lagi ke kapasitas," tutur Suherman.

Yayasan Sahabat Duka, pengrajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).
Yayasan Sahabat Duka, pengrajin peti mati di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).

Suherman bertutur, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga pernah memesan peti dalam jumlah yang banyak. Jumlahnya berkisar 15 sampai 30 peti jenazah dengan tenggang waktu dua pekan pengerjaan.

baca juga

Setelah peti pesanan rampung, maka akan segera dikirim menuju kantor Dinas Pertamanan dan Pemakaman yang berlokasi di Jalan K.S. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Jika pesanan dalam jumlah banyak, maka Suherman dan rekan hanya membuat peti dalam bentuk standar.

"Pemprov DKI kadang ambil di sini juga sih. Pernah minta 15 sampe 30 peti. Misalnya mereka pesen 100, ya kami kirim mentahnya saja. Model peti kotak doang, jadi mereka yang pasang kain sendiri," jelasnya.

Untuk satu peti jenazah, harganya bervariasi. Nominalnya berkisar mulai dari Rp1 juta hingga Rp4 juta tergantung model pesanan.

"Tergantung jenisnya. Ada yang harganya Rp1 juta sampai Rp4 juta. Tergangung model peti yang dipesan lah," tutup Suherman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ya Allah Lagi pada Susah, Sembako Murah di Tanjungpinang Diduga Dikorupsi

Ya Allah Lagi pada Susah, Sembako Murah di Tanjungpinang Diduga Dikorupsi

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:26 WIB

Buka Lagi Transportasi, Pimpinan MPR: Bukti Pemerintah Gagal Tangani Corona

Buka Lagi Transportasi, Pimpinan MPR: Bukti Pemerintah Gagal Tangani Corona

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:19 WIB

Achmad Yurianto Sebut Ratusan Ribu ODP Selesai Dipantau dan Sehat

Achmad Yurianto Sebut Ratusan Ribu ODP Selesai Dipantau dan Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:15 WIB

Positif Terjangkit Corona, Ilmuwan Iran Bakal Dideportasi Amerika Serikat

Positif Terjangkit Corona, Ilmuwan Iran Bakal Dideportasi Amerika Serikat

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:14 WIB

Terdampar di Korsel, 14 ABK Asal Indonesia Akan Dipulangkan 8 Mei

Terdampar di Korsel, 14 ABK Asal Indonesia Akan Dipulangkan 8 Mei

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:05 WIB

Semarang Zoo Krisis selama Wabah Corona, Cuma Bisa Bertahan 3 Bulan

Semarang Zoo Krisis selama Wabah Corona, Cuma Bisa Bertahan 3 Bulan

Jawa Tengah | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:42 WIB

Ilmuan Temukan Mutasi Virus Corona yang Lebih Mematikan

Ilmuan Temukan Mutasi Virus Corona yang Lebih Mematikan

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:43 WIB

Cerita Perajin Peti Jenazah Kebanjiran Orderan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Perajin Peti Jenazah Kebanjiran Orderan Selama Pandemi Covid-19

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:30 WIB

Warga Positif Corona di Sulsel Sempat Buka Puasa Bersama dan Jadi Imam

Warga Positif Corona di Sulsel Sempat Buka Puasa Bersama dan Jadi Imam

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:20 WIB

Klaim Virus Corona Terkendali, Korea Selatan Buka Fasilitas Publik

Klaim Virus Corona Terkendali, Korea Selatan Buka Fasilitas Publik

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:28 WIB

Terkini

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 15:11 WIB

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:10 WIB

Buntut Skandal Sel Mewah, Kalapas hingga Kaur Umum Lapas Cibinong Dinonaktifkan!

Buntut Skandal Sel Mewah, Kalapas hingga Kaur Umum Lapas Cibinong Dinonaktifkan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:05 WIB

Serum Rambut Viva Manfaatnya Apa? Ini 2 Varian untuk Perawatan Kulit Kepala

Serum Rambut Viva Manfaatnya Apa? Ini 2 Varian untuk Perawatan Kulit Kepala

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 15:05 WIB

Sinar UV Mengancam Bodi Mobil, Ini Cara Mencegah Cat Kusam Saat Musim Kemarau

Sinar UV Mengancam Bodi Mobil, Ini Cara Mencegah Cat Kusam Saat Musim Kemarau

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 15:05 WIB

Tren Baru Memilih AC: Tak Cuma Dingin, tapi Juga Efisien dan Praktis

Tren Baru Memilih AC: Tak Cuma Dingin, tapi Juga Efisien dan Praktis

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 15:04 WIB

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu

Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:00 WIB

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

Berapa Gaji dan Tunjangan Deputi Bakom RI? Gaya Hidup Mewah Timothy Ivan Triyono Disorot

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:59 WIB

Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal

Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 14:57 WIB

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:42 WIB

×