Penjelasan Ilmiah tentang Gosip, Mengapa Semua Orang Melakukannya?

Rabu, 13 Mei 2020 | 22:00 WIB
Penjelasan Ilmiah tentang Gosip, Mengapa Semua Orang Melakukannya?
Ilustrasi bergosip (Shutterstock)

Suara.com - Bergosip, kegiatan yang cukup sering dilakukan sebagian besar orang di seluruh dunia. Bahkan, beberapa orang mengatakan bergosip itu menyenangkan.

Terkait hal ini, ilmuwan sosial telah menemukan setiap orang dirancang untuk memperhatikan gosip, dan berpartisipasi di dalamnya. Faktanya, ini adalah adaptasi evolusi, sudah menjadi sifat manusia untuk 'menumpahkan' informasi.

Frank McAndrew, seorang profesor psikologi di Knox College di Galesburg, Illinois, mengatakan untuk berkembang di zaman manusia gua, kita harus tahu apa yang terjadi dengan orang-orang di sekitar kita.

"Siapa yang tidur dengan siapa? Siapa yang memiliki kekuatan? Siapa yang memiliki akses ke sumber daya? Dan jika Anda tidak pandai dalam hal itu, Anda tidak terlalu sukses," katanya, dikutip CNN Internasional.

Gosip umumnya berkonotasi negatif, terutama ketika membicarakan tentang rumor yang menyakitkan, dan hak privasi orang lain.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, kata para peneliti, obrolan kita tentang orang lain cenderung relatif membosankan dan netral dan memiliki alasan 'unik' tersendiri.

Ilustrasi ghibah/gosip (Shutterstock)
Ilustrasi ghibah/gosip (Shutterstock)

Rata-rata orang bergosip

Sebagian besar peneliti mendefinisikan gosip sebagai pembicaraan tentang seseorang yang tidak hadir dan berbagi informasi yang tidak banyak diketahui.

Menurut analisis oleh para peneliti di University of California Riverside, rata-rata orang menghabiskan 52 menit setiap hari untuk bergosip.

Baca Juga: Batalkah Puasa Jika Telanjur Ghibah atau Bergosip?

Namun, mayoritas gosip tidak berbahaya. Sekitar 15% dari obrolan melibatkan penilaian negatif, yang oleh peneliti disebut 'evaluatif', tetapi di luar itu, rata-rata orang hanya mendokumentasikan fakta seperti, "dia terjebak di tempat kerja", atau "dia harus pergi ke rumah sakit".

Obrolan netral semacam ini sebenarnya membantu kita membangun persahabatan, komunitas, atau mempelajari informasi yang vital untuk memiliki kehidupan sosial, kata Megan Robbins, seorang profesor psikologi UC Riverside.

"Anda dapat menjalin hubungan dengan berbicara tentang orang lain dan mencari tahu sesuatu tentang orang lain dalam kelompok," sambungnya.

"Bahkan, untuk jenis gosip yang evaluatif, Anda mengatakan, 'Saya mempercayai Anda dengan informasi ini'," lanjutnya.

Meskipun bergosip sering distereotipkan sebagai hobi feminin, kelas rendah atau tidak berpendidikan, tapi faktanya, Robbins mengatakan semua orang melakukannya.

Ilustrasi bergosip (Shutterstock)

"Data kami menghilangkan prasangka semua stereotip. Sebagai spesies sosial, kita harus berbicara tentang orang-orang. Kita tidak hidup sendirian, dan kita berbicara tentang orang-orang yang terkadang tidak ada," jelasnya.

Namun, praktik ini menjadi sangat berbahaya ketika tidak memberikan kesempatan untuk pembelajaran sosial, kata ilmuwan. Misalnya, berkomentar kasar tentang penampilan atau kesehatan seseorang dan memberikan komentar yang sebenarnya tidak benar.

Gosip yang menghakimi atau negatif yang dinilai dapat bermanfaat adalah ketika itu memberikan pembelajaran budaya dan memaksa orang untuk berperilaku lebih baik.

Robbins mengatakan ada penelitian yang meyakinkan bahwa gosip bisa berfungsi sebagai pemeriksaan terhadap perilaku moral orang lain, sebab kita peduli dengan reputasi diri sendiri dan risiko orang lain bergosip tentang keputusan buruk kita.

"Berbagi gosip dengan seseorang adalah mekanisme ikatan. Itu memang meningkatkan moral," jelas McAndrews.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI