Duh, Lockdown dan Karantina Bisa Berdampak Negatif pada Siklus Menstruasi

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 19 Mei 2020 | 17:00 WIB
Duh, Lockdown dan Karantina Bisa Berdampak Negatif pada Siklus Menstruasi
Ilustrasi dokter sedang menjelaskan siklus menstruasi (Shutterstock)

Suara.com - Sistem lockdown yang diberlakukan akibat pandemi virus corona ternyata berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan, yaitu siklus menstruasi. Hal ini tidak lepas dari faktor-faktor ketidakstabilan keuangan, isolasi sosial, dan kesulitan psikologis.

"Pandemi virus corona tidak terhindarkan mengakibatkan stres dan kecemasan bagi sebagian besar populasi dan oleh karena itu da kemungkinan bahwa wanita dapat mengalami perubahan pada siklus menstruasi mereka, dengan stres yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan hormon," kata Leila Frodsham, konsultan ginekolog untuk Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, Inggris.

Perubahan umum yang mungkin dialami wanita sebagai akibat dari stres, termasuk tidak mengalami menstruasi atau mengalami periode yang lebih berat atau lebih ringan.

Cara mengatasinya adalah dengan menyeimbangkan kembali hormon di dalam tubuh.

Dilansidar dari Independent, ada banyak perubahan gaya hidup yang dapat mengurangi tingkat stres Anda, yang pada akhirnya dapat menyeimbangkan hormon, serta membuat Anda terbiasa hidup di masa lockdown.

Menstrual cup, cawan menstruasi [shutterstock]
Ilustrasi menstruasi [shutterstock]

Frodsham menyarankan untuk berlatih yoga, mengatur fokus dan meditasi, selain melakukan latihan aerobik yang teratur.

"Ini juga membantu untuk melacak siklus, karena satu atau dua periode yang lebih awal atau terlambat. Tetapi, perubahan yang berulang dalam waktu lama, atau kurangnya keteraturan, harsu dibicarakan dengan profesional kesehatan."

Apabila perubahan siklus dibarengi dengan rasa sakit berlebihan atau pendarahan hebat, lebih baik mencari bantuan medis.

“Wanita yang mengalami pendarahan hebat, atau perubahan rasa sakit yang mencegah mereka menjalani kehidupan sehari-hari, harus menghubungi dokter tanpa menundanya."

baca juga

Selain itu, wanita yang mengalami perubahan pada siklus menstruasi mereka dan saat ini tidak menggunakan kontrasepsi disarankan untuk melakukan tes kehamilan, hanya apabila memiliki pasangan.

Bahkan ketika lockdown dicabut, perlu diingat bahwa gangguan terhadap kehidupan kita yang disebabkan oleh wabah virus corona dapat bertahan tanpa batas waktu. Jika Anda khawatir dengan perubahan siklus menstruasi, hubungi dokter umum atau penyedia layanan kesehatan setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

McClintock Effect, Ketika Siklus Menstruasi Seirama dengan Teman Dekat

McClintock Effect, Ketika Siklus Menstruasi Seirama dengan Teman Dekat

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 09:30 WIB

Hormon adalah Kunci Siklus Menstruasi Lancar, Jangan Sampai Stres Ya!

Hormon adalah Kunci Siklus Menstruasi Lancar, Jangan Sampai Stres Ya!

Health | Jum'at, 10 April 2020 | 14:19 WIB

Sering Lapar Selama Siklus Menstruasi? Ternyata Ini Sebabnya

Sering Lapar Selama Siklus Menstruasi? Ternyata Ini Sebabnya

Health | Senin, 21 Oktober 2019 | 17:15 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×