Hormon adalah Kunci Siklus Menstruasi Lancar, Jangan Sampai Stres Ya!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 10 April 2020 | 14:19 WIB
Hormon adalah Kunci Siklus Menstruasi Lancar, Jangan Sampai Stres Ya!
Ilustrasi dokter menjelaskan siklus menstruasi (Shutterstock)

Suara.com - Sebagian besar wanita tentu pernah mengalami menstruasi terlambat atau bahkan tidak sama sekali. Kondisi ini bisa disebabkan banyak hal, terutama kehamilan, mengonsumsi obat tertentu, masalah hormon, hingga menopause.

Faktanya, stres adalah alasan umum untuk periode yang tidak sesuai jadwal.

"Siklus menstruasi wanita dapat menjadi barometer yang bagus untuk tingkat stres mereka, baik stres akut maupun stres kronis," kata Lisa Valle, DO, ob/gyn di Providence Saint John's Health Center.

Dilansir dari Insider, stres menyebabkan peningktan kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Ketika kortisol meningkat dapat memengaruhi siklus menstruasi dengan mengubah pola hormon normal yang memungkinkan terjadinya ovulasi dan menstruasi.

Hormon memainkan peran penting dalam siklus menstruasi, jadi tidak mengherankan bahwa peningkatan hormon kortisol berdampak.

Ilustrasi wanita sakit menstruasi (istockphoto)
Ilustrasi wanita belum menstruasi (istockphoto)

Siklus menstruasi terjadi hormon dilepaskan oleh hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yang pada akhirnya menyebabkan respons pada ovarium.

"Ini adalah keseimbangan homon Anda, estrogen dan progesteron, yang menentukan aliran menstruasi Anda. Stres merusak pola ini," tambahnya.

"Kondisi dapat menyebabkan periode yang terlewat, pendarahan yang tertunda, pendarahan yang baru atau periode awal tergantung pada saat stres terjadi selama siklus," kata Valle.

Stres sebabkan amenorrhea

baca juga

Tidak hanya menstruasi terlambat, stres juga dapat menyebabkan amenorrhea atau tidak adanya periode datang bulan.

Berdasarkan Cleveland Clinic, ini dapat terjadi sebagai akibat dari masalah dengan ovarium, organ reproduksi, atau hormon. Jadi, secara tidak langsung stres juga memicu amenore.

"Semua jenis stres dapat memengaruhi menstruasi Anda. Ini bisa berupa emosi, mental, atau fisik," lanjutnya Valle.

Ilustrasi perempuan sedang alami menstruasi. [shutterstock]
Ilustrasi belum alami menstruasi. [shutterstock]

Stres juga dapat menyebabkan siklus menjadi lebih lama, suatu kondisi yang dikenal sebagai oligomenore, kata Briana Livingston, MD, ob/gyn di MemorialCare Medical Group.

Jika Anda stres, Livingston menyarankan untuk mencoba meditasi, berolahraga secara teratur, dan mendiskusikan masalah dengan ahli kesehatan mental. Kabar baiknya adalah bahwa begitu stres Anda berlalu, menstruasi Anda akan kembali normal.

"Ketika stres besar dalam hidup Anda terselesaikan, menstruasi hampir selalu akan melanjutkan jadwal regulernya tanpa efek jangka panjang pada siklus atau kesuburan Anda," tandas Livington.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Melakukan Meditasi untuk Menghilangkan Stres dan Cemas Saat Pandemi

3 Cara Melakukan Meditasi untuk Menghilangkan Stres dan Cemas Saat Pandemi

Health | Jum'at, 10 April 2020 | 07:28 WIB

Emosi Berubah, Ini 5 Perilaku yang Menandakan Stres pada Anak

Emosi Berubah, Ini 5 Perilaku yang Menandakan Stres pada Anak

Health | Rabu, 08 April 2020 | 14:43 WIB

Waspada, Psikolog Sebut Kelamaan Di Rumah Aja Bisa Bikin Stres Lho!

Waspada, Psikolog Sebut Kelamaan Di Rumah Aja Bisa Bikin Stres Lho!

Health | Selasa, 07 April 2020 | 16:55 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×