Sindrom Mirip Kawasaki Terkait Covid-19 Mulai Serang Dewasa Awal 20-an

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Sabtu, 23 Mei 2020 | 21:31 WIB
Sindrom Mirip Kawasaki Terkait Covid-19 Mulai Serang Dewasa Awal 20-an
Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)

Suara.com - Pakar kesehatan terkemuka di Amerika Serikat percaya bahwa penyakit peradangan langka mirip penyakit Kawasaki terkait Covid-19 juga bisa memengaruhi orang dewasa. Kondisi ini sebelumnya disebut telah mempengaruhi anak-anak dengan Covid-19 di Amerika dan Eropa.

Dilansir dari Express, pasien berusia 20-an dengan kondisi tersebut mulai dirawat di rumah sakit San Diego dan New York.

"Pasien berusia awal 20-an sedang dirawat di rumah sakit dengan sindrom ini," kata laporkan Langone Health Universitas New York.

Laporan tersebut mengklaim, bahwa beberapa pasien sedang dirawat karena penyakit mirip Kawasaki di San Diego dan New York.

Dokter Jane Burns, yang menjalankan pusat penelitian penyakit Kawasaki di UC San Diego, mengatakan bahwa ia sebelumnya tidak pernah melihat sindrom ini pada orang dewasa.

"Tantangannya adalah bahwa banyak dokter yang merawat orang dewasa belum pernah melihat penyakit Kawasaki sebelumnya karena itu adalah penyakit anak-anak," kata Burns.

“Lebih sulit untuk melihat jantung orang dewasa dengan cepat karena dinding dada mereka sangat tebal dan ultrasound mungkin lebih sulit untuk ditafsirkan,” tambahnya.

Diyakini bahwa kondisi hiperinflamasi yang menyerupai penyakit Kawasaki ini adalah respons imun yang tertunda terhadap infeksi virus corona.

Sindrom ini dikenal sebagai PIMS-TS (sindrom multisistem inflamasi pediatrik sementara terkait dengan SARS-CoV-2) di Eropa dan MIS-C (sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak) di AS.

baca juga

Menurut dokter yang berbasis di AS, pasien dewasa yang menunjukkan kondisi peradangan itu memiliki gejala yang lebih parah daripada anak-anak di mana dapat memengaruhi paru-paru dan jantung.

Perawatan yang diberikan melibatkan steroid, antikoagulan, imunoglobulin, dan ventilator jika masuk ICU.

Menurut Kidshealth, penyakit Kawasaki sendiri adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah di seluruh tubuh. Penyakit tersebut terjadi dalam tiga fase dan demam yang berlangsung lama.

“Kondisi ini paling sering menyerang anak-anak di bawah lima tahun. Ketika gejalanya diketahui sejak dini dan diobati, anak-anak dengan penyakit Kawasaki mulai merasa lebih baik dalam beberapa hari," kata pihak Kidshealth.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Anak-anak yang lebih muda memiliki gejala yang lebih dekat hubungannya dengan penyakit Kawasaki, seperti peradangan pada pembuluh darah dan ruam. Namun kini kondisi tersebut bisa menyerang orang hingga usia 25 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

11 Evaluasi IDAI di Akhir Masa Tanggap Darurat Covid-19

11 Evaluasi IDAI di Akhir Masa Tanggap Darurat Covid-19

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 14:00 WIB

Antibodi Hanya Bertahan 6 Bulan, Herd Immunity Bukan Solusi Hadapi Corona?

Antibodi Hanya Bertahan 6 Bulan, Herd Immunity Bukan Solusi Hadapi Corona?

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:54 WIB

Tak Beli Baju Baru? Ini 7 Referensi Mix and Match Baju Lama untuk Lebaran

Tak Beli Baju Baru? Ini 7 Referensi Mix and Match Baju Lama untuk Lebaran

Video | Sabtu, 23 Mei 2020 | 14:00 WIB

Terkini

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Video | Kamis, 24 September 2026 | 21:10 WIB

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 20:59 WIB

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 20:55 WIB

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 20:54 WIB

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 20:52 WIB

×