China Kembangkan Vaksin Covid-19 Potensial, Kini dalam Tahap Uji Coba 2

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 27 Mei 2020 | 16:00 WIB
China Kembangkan Vaksin Covid-19 Potensial, Kini dalam Tahap Uji Coba 2
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - China disebut telah mengembangkan vaksin Covid-19 potensial yang tampaknya aman dan mampu menghasilkan respon kekebalan setelah percobaan awal pada lebih dari 100 orang.

Vaksin yang dinamai Ad5-nCoV ini sedang dikembangkan oleh perusahaan China CanSino Biologics, dan merupakan salah satu vaksin virus Covid-19 pertama yang memasuki uji coba klinis pada manusia awal Maret.

Sekarang, ada lebih dari 100 vaksin virus corona berbeda dalam pengembangan di seluruh dunia, dengan setidaknya 8 di antaranya dalam proses uji coba terhadap manusia.

Ad5-nCoV mernggunakan versi virus flu biasa (adenovirus) yang dilemahkan. Virus ini akan menginfeksi sel manusia tetapi tidak akan menyebabkan penyakit. Vaksin akan mengirimkan fragmen materi genetik dari SARS-CoV-2.

Materi genetik ini memberikan instruksi untuk membuat lonjakan protein di permukaan SARS-CoV-2.

Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Idenya adalah bahwa sistem kekebalan tubuh seseorang akan menciptakan antibodi terhadap lonjakan protein dari virus, yang akan membantu melawan virus corona jika orang tersebut terinfeksi di lain waktu.

Dalam studi baru ini, yang terbit pada Jumat (22/5/2020) dalam jurnal The Lancet, para peneliti menguji Ad5-nCoV pada 108 orang sehat berusia 18 hingga 60 tahun yang belum terinfeksi Covid-19. Peserta menerima dosis vaksin rendah, menengah atau tinggi.

Dilansir dari Live Science, dua minggu setelah vaksinasi, peserta dalam ketiga kelompok menunjukkan beberapa tingkat tanggapan kekebalan terhadap virus.

Pada 28 hari, hampir semua peserta telah mengembangkan antibodi yang terikat pada SARS-CoV-2. Sekitar setengah dari mereka dalam kelompok dosis rendah, menengah dan tiga perempat peserta kelompok dosis tinggi mengembangkan 'antibodi penawar', yang mengikat dan menonaktifkan virus agar mereka tidak menginfeksi sel.

baca juga

Efek samping yang paling umum adalah nyeri ringan di tempat suntikan, demam ringan, kelelahan, sakit kepala dan nyeri otot, kata studi itu.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Namun, sembilan peserta (dua dalam kelompok dosis rendah, dua pada kelompok dosis menengah dan lima pada kelompok dosis tinggi) menderita demam lebih dari 38,5 derajat Celcius, dan satu peserta dari kelompok dosis tinggi mengalami demam tinggi disertai kelelahan, sesak napas, dan nyeri otot. Efek ini berlangsung tidak lebih dari 48 jam.

"Hasil ini merupakan tonggak penting," kata penulis senior studi Wei Chen dari Institut Bioteknologi Beijing di Beijing, China.

"Namun, hasil ini harus ditafsirkan dengan hati-hati. Tantangan dalam pengembangan vaksin Covid-19 belum terjadi sebelumnya, dan kemampuan untuk memicu tanggapan kekebalan ini tidak selalu menunjukkan bahwa vaksin akan melindungi manusia dari Covid-19," sambungnya.

Para peneliti sekarang telah memulai studi tahap 2 yang melibatkan 500 peserta. Mereka akan diberikan dosis rendah, menengah dan plasebo. Studi ini juga akan mencakup peserta berusia di atas 60 tahun dan akan melihat efek samping hingga enam bulan setelah vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Novavax Mulai Uji Klinis Tahap Satu Vaksin COVID-19

Novavax Mulai Uji Klinis Tahap Satu Vaksin COVID-19

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 15:08 WIB

Dijamin Terjangkau, Thailand Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 Pada Monyet

Dijamin Terjangkau, Thailand Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 Pada Monyet

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 14:05 WIB

Kabar Baik! Vaksin Covid-19 Thailand Lebih Murah, Siap Pakai Tahun 2021

Kabar Baik! Vaksin Covid-19 Thailand Lebih Murah, Siap Pakai Tahun 2021

Health | Selasa, 26 Mei 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×