Mutasi Virus Corona: Apa Pentingnya dan Bagaimana Mereka Bermutasi?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 28 Mei 2020 | 14:30 WIB
Mutasi Virus Corona: Apa Pentingnya dan Bagaimana Mereka Bermutasi?
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Mutasi genetik merupakan fenomena alami dalam kehidupan sehari-hari, terjadi setiap kali materi genetik disalin. Ketika virus bereplikasi di dalam sel yang terlah terinfeksi, segudang salinan baru akan memiliki perbedaan kecil.

Ketika mutasi mengarah pada perubahan dalam bagaimana suatu virus berperilaku, dapat menyebabkan kosekuensi yang penting. Meski tidak pasti merugikan inangnya, tetapi virus yang bermutasi dapat membingungkan peneliti dalam membuat vaksin atau obat yang menargetkan protein virus tertentu.

Sejak SARS-CoV-2 muncul, beberapa peneliti telah menyoroti variasi dalam urutan genetik virus. Ini telah mendorong diskusi tentang apakah virus terbagi menjadi beberapa jenis, apakah ini akan berdampak pada seberapa mudah virus dapat menginfeksi inang, dan apakah ini memengaruhi atau tidak berapa banyak lagi orang yang akan meninggal.

"Mutasi adalah perubahan dalam urutan genetik. Fakta dari perubahan mutasi bukanlah yang utama, tetapi konsekuensi fungsionalnya," jelas ahli virologi Prof. Jonathan Stoye, pemimpin kelompok senior di Francis Crick Institute di London, Inggris.

Virus corona jenis baru ini adalah virus RNA yang diselimuti, artinya materi genetiknya dikodekan dalam RNA untai tunggal. Di dalam sel inang, mereka membuat mesin replikasi sendiri.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Virus RNA memiliki tingkat mutasi sangat tinggi karena enzim replikasi mereka rentan terhadap kesalahan ketika membuat salinan virus baru.

Jika perubahan genetik tertentu mengubah target obat atau antibodi yang bertindak melawan virus, partikel-partikel virus yang bermutasi lebih besar daripada yang tidak.

“Namun, harus ditekankan bahwa hanya sebagian kecil dari semua mutasi yang akan menguntungkan. Sebagian besar akan netral atau berbahaya bagi virus dan tidak akan bertahan," sambungnya, dilansir dari Medical News Today.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Mutasi Virus Corona, Tidak Meningkatkan Kemampuan Menginfeksi

Peneliti: Mutasi Virus Corona, Tidak Meningkatkan Kemampuan Menginfeksi

Tekno | Rabu, 27 Mei 2020 | 15:00 WIB

Pakar: Mutasi Covid-19 Sangat Cepat, Sulitkan Pembuatan Vaksin

Pakar: Mutasi Covid-19 Sangat Cepat, Sulitkan Pembuatan Vaksin

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 04:05 WIB

Perilaku Mutasi Virus Corona Covid-19 Sulitkan Peneliti Buat Vaksin

Perilaku Mutasi Virus Corona Covid-19 Sulitkan Peneliti Buat Vaksin

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:56 WIB

Terkini

Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat

Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:50 WIB

'Adik Dibawa Ibu-ibu Jahat', Jerit Pilu Bocah Korban Penculikan di Jakbar yang Ditinggal di Jalanan

'Adik Dibawa Ibu-ibu Jahat', Jerit Pilu Bocah Korban Penculikan di Jakbar yang Ditinggal di Jalanan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Eks Barcelona Jagokan Timnas Indonesia, Berbatov Berharap Kevin Diks Cs Main Indah

Eks Barcelona Jagokan Timnas Indonesia, Berbatov Berharap Kevin Diks Cs Main Indah

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:43 WIB

DPR Mulai Bongkar Desain Pemilu, 10 Isu Strategis Masuk Pembahasan RUU hingga Desember

DPR Mulai Bongkar Desain Pemilu, 10 Isu Strategis Masuk Pembahasan RUU hingga Desember

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Health | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Lalu Dijual, Uangnya untuk Beli Sabu

Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Lalu Dijual, Uangnya untuk Beli Sabu

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Timnas Indonesia vs Thailand Malam Ini: Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026 dan Link Live Streaming

Timnas Indonesia vs Thailand Malam Ini: Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026 dan Link Live Streaming

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Buntut Temuan Ombudsman, Menteri Imipas Perintahkan Irjen Audit Dugaan Pungli Remisi

Buntut Temuan Ombudsman, Menteri Imipas Perintahkan Irjen Audit Dugaan Pungli Remisi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:31 WIB

KPK Dalami Pembelian Volvo Ridwan Kamil yang Pernah Dipakai Saat Pelantikan Pj Gubernur Jabar

KPK Dalami Pembelian Volvo Ridwan Kamil yang Pernah Dipakai Saat Pelantikan Pj Gubernur Jabar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029

Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×