Rendam Masker Pakai Air Garam Bisa Tangkal Virus Corona, Benarkah?

Silfa Humairah Utami, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 04 Juni 2020 | 17:00 WIB
Rendam Masker Pakai Air Garam Bisa Tangkal Virus Corona, Benarkah?
Ilustrasi sarung tangan dan masker medis. (Pixabay/Alexas_Fotos)

Suara.com - Kumur air garam sempat dipercaya bisa mencegah infeksi virus corona Covid-19, tetapi belum ada bukti. Kini, studi baru justru mengatakan merendam masker wajah di air garam bisa membunuh dan memblokir virus corona Covid-19 agar tidak masuk.

Peneliti Amerika Serikat menemukan bahwa kemampuan masker untuk menyaring partikel kecil virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 perlu ditingkatkan dengan merendamnya pada air garam.

Mereka pun mendesak semua orang untuk menggunakan perawatan garam yang baik guna meningkatkan fungsi masker kain DIY dalam mencegah virus corona Covid-19. Cara ini juga bisa memperpanjang masa pakai masker bedah.

Anggapan itu muncul setelah pemerintah Inggris mendesak semua warganya untuk memakai penutup wajah atau masker ketika berada di tempat umum.

Aturan itu pun membuat banyak orang mencoba membuat masker sendiri atau masker kain DIY menggunakan bahan dari T-shirt atau lainnya.

Ilustrasi air garam. (Shutterstock)
Ilustrasi air garam. (Shutterstock)

Lalu, para peneliti dari Universitas Boston membuat penemuannya setelah menganalisis dampak merendam potongan kecil handuk, handuk kertas laboratorium dan masker bedah pada air garam.

Mereka merendam semua bahan-bahan kain dan masker bedah itu ke dalam air garam dan surfaktan, lalu membiarkannya sampai mengering.

Kemudian, para peneliti meneteskan tetes-tetes kecil cairan yang mengandung fluorescent outer membrane vesicles (OMVs) yang ukurannya mendekati partikel SARS-CoV-2.

"Kemudian kami menggunakan mikroskop untuk melihat berapa banyak partikel virus yang telah menembus. Hasilnya, ada perbedaan dramatis antara masker bedah standar dan masker bedah yang sudah direndam air garam," kata Jonathan Carnino, seorang asisten peneliti di departemen pulmonologi di Boston University School of Medicine dikutip dari The Sun.

baca juga

Setelah itu, peneliti mengulangi uji cobanya tanpa memakai surfacant karena banyak orang mungkin tidak memilikinya di rumah.

Hasilnya sekali lagi, handuk yang telah direndam air garam lebih efektif menangkal virus corona Covud-29 daripada masker bedag.

Melalui American Journal of Infection Control, para peneliti mengungkapkan bahwa merendam masker dalam air garam meningkatkan kemampuannya memblokir partikel kecil dari virus.

Karena, garam dalam air membentuk ikatan molekul yang menciptakan kisi, ketika garam diaplikasikan melalui larutan air.

Prof Carnino juga menemukan bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa merendam masker bedah pakai air garam meningkatkan kemampuannya memblokir berbagai jenis virus flu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seperti Orang Dewasa, Anak Obesitas dengan Covid-19 Berisiko Parah?

Seperti Orang Dewasa, Anak Obesitas dengan Covid-19 Berisiko Parah?

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 17:02 WIB

Sempat Mengeluh Hidup di Masa Corona, Warga Cakung Bunuh Diri di Pohon Ceri

Sempat Mengeluh Hidup di Masa Corona, Warga Cakung Bunuh Diri di Pohon Ceri

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 15:30 WIB

Awas, Dampak Masa Isolasi Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Depresi Anak!

Awas, Dampak Masa Isolasi Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Depresi Anak!

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 15:19 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×