Sarana Sudah Lengkap, Pemerintah Targetkan Periksa Spesimen 20.000 Per Hari

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 05 Juni 2020 | 18:29 WIB
Sarana Sudah Lengkap, Pemerintah Targetkan Periksa Spesimen 20.000 Per Hari
Pemeriksaan spesimen Covid-19. (Dok. BPOM)

Suara.com - Pemeriksaan Covid-19 masih terus dilakukan secara masif. Jika sebelumnya pemerintah menargetkan memeriksa 10.000 spesimen per hari, setelah itu tercapai, target pun dinaikkan menjadi 20.000 spesimen per hari.

"Kita mengupayakan target 20.000 spesimen sehari harus kita kejar, karena sarana untuk melaksanakan ini berupa laboratorium dan sebagainya, cukup dan sudah tersebar di banyak tempat," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2020).

Untuk mempercepat target itu, selain mengaktifkan 101 laboratorium di seluruh Indonesia dengan standar Biosafety Level (BSL) II, pemerintah juga sudah mengaktifkan mesin tes cepat molekuler (TCM) yang sebelumnya digunakan untuk mendiagnosis TBC.

"Kami sudah mengaktifkan 66 mesin tes cepat molekuler yang berada di semua kabupaten kota di tanah air," ungkap Yurianto.

Menurut Dirjen P2P Kemenkes RI itu, keberadaan mesin TCM sangatlah membantu sebagai salah satu tulang punggung, sebagai jembatan antara kebutuhan alat tes dan rumah sakit.

Beberapa rumah sakit lokasinya cukup jauh dengan laboratorium BSL II, jadi TCM bisa mengisi kekosongan.

"Semakin kita memperpendek, oleh karena itu maka target kita untuk mengejar terus sampai dengan 20.000 ini akan selalu kita upayakan dengan sungguh-sungguh dan kami semakin memperbaiki sistem pelaporan," terangnya.

Sedangkan per hari ini, pemerintah sudah memeriksa sebanyak 13.333 spesimen, sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sejak awal wabah ini merebak di Indonesia ada 380.974 spesimen dari 256.810 orang.

Dari total data itu, didapatkan 29.521 orang dinyatakan positif, tapi ada 9.443 yang sudah sembuh dengan pemeriksaan 2 kali negatif, dan sebanyak 1.770 terpaksa harus meninggal dunia.

Pemerintah juga sudah memantau sebanyak 449.320 orang dalam pemantauan (ODP), yang kini masih ada sebanyak 49.320 ODP yang masih dipantau. Ada juga pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih diawasi sebanyak 13.592 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Kembali Dapat Bantuan dari China Saat Pandemi Virus Corona

Indonesia Kembali Dapat Bantuan dari China Saat Pandemi Virus Corona

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 18:06 WIB

Achmad Yurianto: Indonesia Punya 104 Laboratorium Deteksi Spesimen Covid-19

Achmad Yurianto: Indonesia Punya 104 Laboratorium Deteksi Spesimen Covid-19

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 20:06 WIB

BPOM Dedikasikan Laboratorium Biohazard untuk Periksa Spesimen Covid-19

BPOM Dedikasikan Laboratorium Biohazard untuk Periksa Spesimen Covid-19

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB