Achmad Yurianto: Indonesia Punya 104 Laboratorium Deteksi Spesimen Covid-19

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 22 Mei 2020 | 20:06 WIB
Achmad Yurianto: Indonesia Punya 104 Laboratorium Deteksi Spesimen Covid-19
BPOM Dedikasikan Laboratorium Biohazard untuk Periksa Spesimen Covid-19. (Dok. BPOM)

Suara.com - Achmad Yurianto: Indonesia Punya 104 Laboratorium Deteksi Spesimen Covid-19

Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Hal tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah laboratorium untuk mendeteksi virus corona jenis baru tersebut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan total sudah ada 104 laboratorum untuk mengetes spesimen atau sampel.

"Kita dapatkan pada hari ini bawa sudah ada 69 laboratorium real time PCR yang sekarang aktif dan 35 laboratorium tes cepat molekuler yang aktif," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020).

Adapun perbedaan laboratorium PCR ialah tempat pemeriksaannya memiliki kapasitas Biosafety Level (BSL) II, yang bisa memberikan perlindungan kepada petugas yang memeriksa.

Sedangkan laboratorium cepat molekuler (TCM), adalah alat tes yang sebelumnya digunakan untuk memeriksa TBC, namun diinovasikan untuk mendeteksi Covid-19.

Ratusan laboratorium itu membuat Indonesia hingga kini sudah memeriksa 229.334 spesimen, atau sampel yang diambil dari belakang tenggorokan dan hidung mereka sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kemudian yang kita dapatkan hasilnya sebagai berikut kasus konfirmasi Covid-19 meningkat sebanyak 634 orang. Sehingga totalnya (kasus positif) menjadi 20.796 orang," jelasnya.

Dari jumlah kasus itu didapatkan sebanyak 219 orang sudah dinyatakan sembuh. Sehingga total kesembuhan mencapai 5.057 orang.

baca juga

"Kasus meninggal 48 orang sehingga total menjadi 1.326 orang," terangnya.

Kini sudah sebanyak 395 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia di 34 provinsi terdampak Covid-19. Bahkan jumlag ODP ada sebanyak 47.150 orang, dan PDP sebanyak 11.028 orang.

"Ini semuanya menggambarkan bahwa penularan masih terjadi bawa di luar masih terjadi. Ada kelompok masyarakat yang rentan tertular bahwa masih ada hal-hal yang kemudian memungkinkan terjadinya penularan," tutupnya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

H-2 Lebaran Melesat 634 Kasus, Kasus Covid-19 RI Kini Tembus 20.796 Orang

H-2 Lebaran Melesat 634 Kasus, Kasus Covid-19 RI Kini Tembus 20.796 Orang

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 16:36 WIB

Demi Pelajari Patogen, China Siap Bangun Laboratorium P3 di Setiap Provinsi

Demi Pelajari Patogen, China Siap Bangun Laboratorium P3 di Setiap Provinsi

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:39 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Jumat, 22 Mei 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Jumat, 22 Mei 2020

Video | Jum'at, 22 Mei 2020 | 16:01 WIB

Terkini

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

×