Waduh, Polusi Udara Lalu Lintas Disebut Pengaruhi Perkembangan Otak

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Kamis, 18 Juni 2020 | 16:24 WIB
Waduh, Polusi Udara Lalu Lintas Disebut Pengaruhi Perkembangan Otak
Ilustrasi lalu lintas di Jakarta, Rabu (22/4).

Suara.com - Para peneliti di Universitas California, Davis telah menemukan hubungan antara polusi udara terkait lalu lintas dan peningkatan risiko untuk perubahan perkembangan otak yang relevan dengan gangguan perkembangan saraf. Studi mereka berdasarkan model hewan pengerat yang menguatkan bukti epidemiologis sebelumnya.

Dilansir dari Medicalxpress, polusi udara telah lama menjadi perhatian bagi kesehatan paru-paru dan kardiovaskular.

"Hanya dalam dekade terakhir para ilmuwan mengalihkan perhatian pada efeknya ke otak," kata ahli toksikologi UC Davis Pamela Lein, penulis senior studi tersebut.

Lein bekerja dengan ilmuwan atmosfer UC Davis Anthony Wexler dan penulis pertama Kelley Patten, seorang mahasiswa doktoral dalam kelompok pascasarjana UC Davis untuk farmakologi dan toksikologi.

Tim tersebut mencoba mengembangkan pendekatan baru untuk mempelajari dampak polusi udara terkait lalu lintas secara real time.

Mereka mendirikan vivarium di dekat terowongan lalu lintas di California Utara sehingga mereka bisa meniru, sedekat mungkin, pengalaman manusia dalam model hewan pengerat.

"Sangat penting untuk mengetahui apakah tinggal dekat dengan jalan raya ini memiliki risiko signifikan terhadap perkembangan otak manusia," kata Lein.

"Para ilmuwan dapat memperingatkan orang-orang yang rentan, seperti wanita hamil - terutama mereka yang telah memiliki anak yang didiagnosis dengan gangguan perkembangan saraf - untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk meminimalkan risiko kesehatan otak anak mereka. "

Para peneliti membandingkan otak anak tikus yang terpapar polusi udara terkait lalu lintas dengan mereka yang terpapar udara yang disaring. Kedua sumber udara diambil dari terowongan secara real time.

baca juga

Mereka menemukan pertumbuhan abnormal dan peningkatan peradangan saraf pada otak hewan yang terpapar polusi udara. Ini menunjukkan bahwa paparan polusi udara selama periode perkembangan dapat meningkatkan risiko perubahan otak yang sedang berkembang, terkait dengan gangguan perkembangan saraf.

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

"Apa yang kita saksikan adalah perubahan halus," kata Patten.

"Tapi kita melihat efek ini menggunakan paparan polusi udara yang berada dalam batas peraturan. Dengan latar belakang faktor risiko lingkungan dan genetik lainnya pada manusia, ini mungkin memiliki efek yang lebih nyata. Paparan ini juga mengandung materi partikel sangat halus," tambahnya.

Dalam sebuah studi terpisah, Patten memperpanjang paparan ini selama 14 bulan untuk melihat dampak jangka panjang dari polusi udara terkait lalu lintas.

Tim juga tertarik pada komponen apa dari polusi udara terkait lalu lintas yang mendorong hasil perkembangan saraf.

Jika mereka dapat mengidentifikasi penyebabnya, maka para ilmuwan dapat mendekati legislator untuk pengembangan kebijakan berbasis ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polusi Udara Ternyata Pengaruhi Kebahagiaan dan Kesehatan Mental

Polusi Udara Ternyata Pengaruhi Kebahagiaan dan Kesehatan Mental

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:41 WIB

Begini Perbedaan Kualitas Udara di Dunia Selama Lockdown

Begini Perbedaan Kualitas Udara di Dunia Selama Lockdown

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2020 | 11:53 WIB

Diduga Ngantuk, Terrano yang Dikemudikan Suwar Seruduk Panther Parkir

Diduga Ngantuk, Terrano yang Dikemudikan Suwar Seruduk Panther Parkir

Jogja | Senin, 08 Juni 2020 | 19:45 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

×