Suntikan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19 Menuai Perselisihan di AS

Yasinta Rahmawati

Minggu, 12 Juli 2020 | 08:30 WIB
Suntikan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19 Menuai Perselisihan di AS
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Suara.com - Dokter dan para ahli mengatakan suntikan plasma darah yang kaya antibodi dari pasien Covid-19 yang sembuh bisa membuat seseorang kebal terhadap virus selama berbulan-bulan.

Namun, sebuah solusi yang menjanjikan untuk mencegah sementara virus corona sebelum vaksin tiba itu telah menghadapi perlawanan dari pemerintah AS dan pembuat obat, menurut penyelidikan oleh Los Angeles Times dilansir dari Bloomberg.

Surat kabar itu menyebut pejabat federal dan perusahaan telah gagal bertindak.

Pejabat federal telah dua kali menolak permintaan untuk membahas proposal. Di sisi lain, perusahaan farmasi menolak untuk merancang atau memproduksi suntikan walau mereka mengakui kemungkinan kemanjuran rencana tersebut.

Michael Joyner, seorang peneliti dari Mayo Clinic yang memimpin sebuah program yang disponsori oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk memanfaatkan antibodi virus corona dari para penyintas Covid-19 menyebut tidak adanya tindakan sebagai "kesempatan yang hilang."

Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Perselisihan itu lebih pada waktu, bukan janji ide, kata laporan itu. Pejabat kesehatan federal dan kelompok industri mengatakan setiap terapi berbasis plasma harus fokus pada mengobati orang yang sudah sakit, bukan pada pencegahan.

Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan gagasan itu adalah "konsep yang menarik", tetapi para ilmuwan perlu terlebih dahulu membuktikan itu efektif untuk pasien saat ini.

Sementara itu, perusahaan enggan untuk berinvestasi dalam produk yang segera bisa digantikan oleh vaksin. Perusahaan plasma terkemuka Grifols SA , Takeda Pharmaceutical Co dan CSL Behring mengatakan upaya mereka difokuskan pada perawatan pasien dengan kasus Covid-19 yang serius.

Beberapa ilmuwan ingin uji klinis segera dimulai, dengan alasan bahwa suntikan plasma darah menawarkan satu-satunya metode yang masuk akal untuk mencegah jutaan infeksi virus corona Covid-19.

baca juga

Bahkan sebuah vaksin, ketika dikembangkan, tidak mungkin memberikan kekebalan seumur hidup, kata Fauci dalam sebuah konferensi video yang diselenggarakan oleh National Institutes of Health, Senin (06/07/2020).

Dia berharap masyarakat akan memiliki jawaban sebelum akhir tahun atau awal 2021, apakah salah satu dari lebih dari 140 foto percobaan dalam pengembangan telah terbukti aman dan efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Menemukan Udang Impor Positif Virus Corona

China Menemukan Udang Impor Positif Virus Corona

Health | Minggu, 12 Juli 2020 | 07:54 WIB

Positif Corona, Amitabh Bachchan Dirawat di Rumah Sakit

Positif Corona, Amitabh Bachchan Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Minggu, 12 Juli 2020 | 07:53 WIB

Bill Gates Peringatkan Obat Covid-19 Jangan untuk Penawar Tertinggi

Bill Gates Peringatkan Obat Covid-19 Jangan untuk Penawar Tertinggi

Tekno | Minggu, 12 Juli 2020 | 06:00 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×