Waspada Tanda-Tanda Anak Mengalami Gangguan Pertumbuhan

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 14 Juli 2020 | 20:05 WIB
Waspada Tanda-Tanda Anak Mengalami Gangguan Pertumbuhan
Ilustrasi Anak Mengalami Gangguan Pertumbuhan. [shutterstock]

Suara.com - Sebagai orangtua, wajar jika Anda merasa khawatir atau ketakutan anak mengalami gangguan pertumbuhan ketika melihat pertumbuhan dan perkembangannya tidak secepat anak lain seusianya, mulai dari soal berat badan, tinggi badan, kemampuan motorik, hingga kemampuan berpikirnya.

Ya, setiap orangtua pasti ingin anaknya mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal.

Tapi, bukan berarti Anda harus cemas ketika melihat keterlambatan dalam diri anak. Dikatakan dr. Meita Dwi Utami, Ms.C, Sp.A, ada 2 aspek yang menandakan anak berkembang, yaitu tubuh yang bertumbuh dan bertambahnya fungsi kemampuan tubuh.

Dokter yang juga dosen di FKK Universitas Muhammadiyah Jakarta itu menyebut dua hal ini bisa terlihat asal anak mendapatkan stimulasi atau dorongan, deteksi, serta intervensi dini yang optimal baik dari orangtua maupun lingkungan.

"Nilai penambahan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala, jika terjadi penambahan tapi tidak memadai disebabkan karena nutrisi tidak adekuat, dan jika gagal tumbuh, anak akan mengalami dampak jangka panjang," ujar dr. Meita melalui rilis yang diterima Suara.com, Selasa (14/7/2020).

Adapun tanda-tanda bayi atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, yaitu apabila kurva berat badan anak yang ada di buku kesehatan ibu dan anak (KIA) mendatar alias tidak naik maupun turun. Tanda yang lebih parah juga apabila berat badan anak menurun memotong lebih dari 2 garis persentil.

Atau tanda lain adanya degenerasi sistem saraf pusat yang tidak bertumbuh, sehingga kemampuan kognitif atau daya pikir anak tidak bisa berkembang.

Jika tanda-tanda itu sudah terlihat, apalagi terjadi saat usia anak belum menginjak 2 tahun, maka dikhawatirkan terjadinya stunting atau perawakan pendek karena kurang gizi jangka panjang atau malnutrisi kronik akibat asupan gizi yang tidak optimal.

Kondisi ini tidak hanya membahayakan bagi tubuh anak, tapi juga perkembangan kognitif. Anak menjadi tidak mudah menyerap informasi, respons komunikasi yang lambat, dan sebagainya.

Maka yang patut dilakukan, pastikan saat kunjungan ke rumah sakit atau bisa juga saat imunisasi, anak diskrining, khususnya di setiap usia 9, 18, 24 atau 30 bulan. Alat skrining memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi dalam mengenali keterlambatan perkembangan dan masalah perilaku.

"Stunting tidak ada obatnya, tindakan terbaik adalah mencegah stunting dengan cara memperbaiki nutrisi ibu, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI (tepat waktu, aman, sesuai tahapan dan berkualitas), penambahan mikronutrien (vitamin A, zat besi, garam beryodium, fortifikasi makanan), serta pemantauan tumbuh kembang balita dan akses air bersih, fasilitas sanitasi dan lingkungan yang bersih," tutup dr. Meita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Hipotiroid Kongenital Bisa Cegah Gangguan Pertumbuhan Pada Anak

Tes Hipotiroid Kongenital Bisa Cegah Gangguan Pertumbuhan Pada Anak

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 14:28 WIB

Waduh, Pandemi Corona Covid-19 Ganggu Pertumbuhan Anak Indonesia

Waduh, Pandemi Corona Covid-19 Ganggu Pertumbuhan Anak Indonesia

Health | Senin, 11 Mei 2020 | 21:30 WIB

Membentuk Anak Unggul Masa Depan, Orangtua Bisa Coba 4 Tips Berikut

Membentuk Anak Unggul Masa Depan, Orangtua Bisa Coba 4 Tips Berikut

Health | Selasa, 28 Januari 2020 | 09:47 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB