Suara.com - 5 Jenis Sayur Terbaik untuk Anak yang Wajib Moms Siapkan.
Membujuk anak konsumsi sayur memang tidak mudah. Namun, jika anak sudah terbiasa maka kebutuhan anak pada sayur di setiap menu makannya akan si kecil inginkan.
Untuk mendukung perkembangannya, jenis sayur tertentu dinilai lebih baik untuk pertumbuhan anak karena kandungan nutrisi di dalamnya.
Kebutuhan sayuran setiap anak berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelaminnya. Melansir laman Healthy Kids, berikut adalah jumlah sayuran yang harus dikonsumsi anak-anak dalam sehari berdasarkan kedua faktor tersebut dilansir Hello Sehat:
1 hingga 2 tahun: 2-3 sajian
2 hingga 3 tahun: 2,5 sajian
4 hingga 8 tahun: 4,5 sajian
9 hingga 11 tahun: 5 sajian
12 hingga 18 tahun: laki-laki 5,5 sajian, sementara perempuan 5 sajian
Satu sajian sama dengan 75 gram sayuran atau setara dengan setengah mangkuk kecil bayam matang. Itu artinya, jika Anda memiliki anak berusia 7 tahun, maka kebutuhan sayur hariannya adalah sebanyak 337,5 gram.
Setelah mengetahui kebutuhan sayur harian si kecil, kini saatnya memenuhi kebutuhannya dengan jenis sayur terbaik. Berikut adalah beberapa jenis sayur terbaik untuk anak:
1. Wortel
Wortel merupakan salah satu jenis sayur yang baik untuk anak. Sayur yang satu ini kaya akan beta-karoten.
Beta-karoten adalah bahan baku vitamin A yang sangat penting dalam pertumbuhan anak, terutama untuk membangun sistem kekebalan tubuh dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Sayuran ini juga mengandung banyak vitamin B1, B3, dan B6. Vitamin B1 membantu tubuh memproduksi energi, vitamin B3 bermanfaat bagi perkembangan otak, sementara vitamin B6 diperlukan dalam perkembangan sistem saraf.
2. Brokoli
Brokoli adalah salah satu jenis sayur terbaik untuk pertumbuhan anak karena kaya akan vitamin A, vitamin C, dan folat. Vitamin A pada brokoli dapat menunjang kesehatan mata dan melindungi sel-sel tubuh anak dari kerusakan.
Selain itu, vitamin C juga merangsang pembentukan kolagen yang berguna dalam pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh.
Folat dalam brokoli juga diperlukan dalam proses pembelahan dan perkembangan sel-sel baru yang menyusun tubuh.