Begini Efek Jangka Panjang Covid-19 Pada Organ Tubuh

Vania Rossa

Senin, 20 Juli 2020 | 08:24 WIB
Begini Efek Jangka Panjang Covid-19 Pada Organ Tubuh
Ilustrasi efek Covid-19 terhadap organ tubuh. [shutterstock]

Suara.com - Awalnya, Covid-19 dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang paru-paru. Tetapi, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa infeksi tersebut sebenarnya dapat merusak hampir semua sistem organ, dan efek jangka panjang Covid-19 dapat bertahan lama setelah pemulihan.

Dilansir dari Medical Daily, laporan terbaru menunjukkan bahwa coronavirus baru memengaruhi paru-paru, jantung, dan sistem saraf. Seorang ahli penyakit menular di University of California, Berkeley, mengatakan tiga atau enam bulan ke depan dalam pandemi ini, mungkin akan ditunjukkan efek jangka panjang Covid-19 ketika para peneliti melihat efeknya terhadap organ lain, seperti ginjal, hati, dan saluran pencernaan.

"Pada awalnya, model kami untuk memahami infeksi ini adalah memperlakukannya seperti virus pernapasan lain seperti influenza," kata John Swartzberg, MD, profesor klinis emeritus penyakit menular dan vaksinologi di UC Berkeley-UC San Francisco Joint Medical Programme.

"Saya pikir salah satu hal yang paling disayangkan dan menarik tentang virus ini adalah interaksinya dengan kami sebenarnya jauh lebih rumit dari itu."

Pada paruh pertama tahun 2020, dokter mengamati beberapa komplikasi kesehatan yang persisten pada pasien yang telah pulih dari Covid-19 yang parah.
Swartzberg mengatakan laporan awal menunjukkan penyakit itu bisa mempercepat jaringan parut di paru-paru, yang dapat menyebabkan sesak napas jangka panjang dan kesulitan pernapasan lainnya.

Organ lain yang juga sering terkena adalah jantung. Swartzberg mengutip bukti bahwa paru-paru dan jantung menderita akibat efek dari sitokin yang disebabkan oleh respons sistem kekebalan terhadap Covid-19.
Beberapa kasus menunjukkan bahwa coronavirus juga secara langsung menargetkan sel-sel otot jantung. Dan masalahnya, mereka yang sembuh dari Covid-19 juga berisiko pada risiko masalah jantung kronis, kata Swartzberg.

Sistem saraf pusat adalah sistem organ lain yang juga mendapatkan perhatian selama pandemi Covid-19. Bukti menunjukkan bahwa virus dapat secara langsung memengaruhi neuron dan menyebabkan masalah psikologis atau cacat kognitif, yang oleh Swartzberg digambarkan sebagai "sangat mengganggu."

Komplikasi Covid-19 Serius Lainnya

Dalam beberapa kasus Covid-19, pasien muncul dengan pembekuan darah yang tidak normal. Beberapa mengalami emboli paru ketika gumpalan darah menyebar ke paru-paru. Gumpalan lainnya menyebabkan stroke yang memengaruhi sistem pembuluh darah otak.

baca juga

Swartzberg mengatakan kedua emboli paru dan stroke telah dikaitkan dengan kerusakan jangka panjang pada kedua organ.

Efek potensial lain dari Covid-19 ditemukan di ginjal beberapa pasien karena kelebihan sitokin, dan di hati dan saluran pencernaan karena coronavirus dapat mengikat reseptor mereka.

Studi terbaru juga menunjukkan bahwa Covid-19 memiliki efek unik pada anak-anak. Para peneliti menemukan bahwa beberapa pasien muda mengalami sindrom peradangan multi-sistem yang mirip dengan penyakit Kawasaki, selama dan setelah infeksi parah, yang memengaruhi kulit, persendian, ginjal, paru-paru dan jantung, serta meningkatkan risiko kematian.

"Saya pikir, saya telah melalui hampir semua sistem organ, dan yang menurut saya sangat mungkin menderita komplikasi persisten adalah paru-paru, jantung, dan mungkin sistem saraf pusat," kata Swartzberg dalam artikel Berkeley News.

Tapi, Swartzberg juga meyakini bahwa dalam waktu tiga atau enam bulan, daftar itu mungkin akan berubah.

Dia mencatat bahwa para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana virus corona memicu potensi komplikasi kesehatan kronis. Komunitas medis juga harus melihat risiko masalah jangka panjang pada kasus Covid-19 asimptomatik dan ringan.

Tetapi ada cara untuk mencegah komplikasi persisten yang serius, menurut Swartzberg. Dia mengatakan orang harus mengubah gaya hidup tidak sehat mereka, seperti merokok dan vaping, untuk menghindari kondisi yang dapat memperburuk Covid-19, seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Klaster Baru Corona di Malaysia, 3 Warga Indonesia Positif Covid-19

Ada Klaster Baru Corona di Malaysia, 3 Warga Indonesia Positif Covid-19

News | Senin, 20 Juli 2020 | 07:56 WIB

Menhub Budi Karya Alami Penurunan Fungsi Otot, Ternyata Ini Efek Covid-19!

Menhub Budi Karya Alami Penurunan Fungsi Otot, Ternyata Ini Efek Covid-19!

Health | Minggu, 17 Mei 2020 | 14:02 WIB

Efek Covid-19, Pasangan Lansia Ini Hanya Boleh Mengobrol Lewat Jendela

Efek Covid-19, Pasangan Lansia Ini Hanya Boleh Mengobrol Lewat Jendela

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2020 | 14:50 WIB

Terkini

Serahkan Bukti Warga ke BPS, Pospera Beri Waktu 3 Bulan Perbaiki Penetapan Desil

Serahkan Bukti Warga ke BPS, Pospera Beri Waktu 3 Bulan Perbaiki Penetapan Desil

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:53 WIB

Tidak Hanya Micellar Water, Ini 5 Rekomendasi Cleansing Balm untuk Membersihkan Sisa Riasan

Tidak Hanya Micellar Water, Ini 5 Rekomendasi Cleansing Balm untuk Membersihkan Sisa Riasan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Direktur PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun! Diduga Manipulasi Harga Pupl dan Suap Pajak

Direktur PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun! Diduga Manipulasi Harga Pupl dan Suap Pajak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:34 WIB

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:30 WIB

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

Ikut Merapat ke Istana Bogor Bareng Jajaran Kabinet, Kepala BRIN: Ada Agenda Penting

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

5 Rekomendasi Dehumidifier Terbaik untuk Atasi Ruangan Lembap, Mana Paling Worth It?

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:20 WIB

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

5 Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Solusi Kulit Bebas Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×