Muncul Studi Keparahan Covid-19 Melemah di Musim Panas, Para Ahli Ragu!

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 22 Juli 2020 | 13:43 WIB
Muncul Studi Keparahan Covid-19 Melemah di Musim Panas, Para Ahli Ragu!
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan telah menyerukan kehati-hatian atas studi baru yang menunjukkan keparahan Covid-19 dapat berkurang selama musim panas

Sebelumnya, para peneliti dari King’s College London menganalisis data dari 6.914 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 di Kroasia, Spanyol, Italia, Finlandia, Polandia, Jerman, Inggris dan China.

Mereka memetakan ini dengan suhu lokal dan memperkirakan kelembapan dalam ruangan. Para peneliti menemukan bahwa presentase pasien Covid-19 parah turun di sebagian besar negara-negara Eropa selama pandemi, berhubungan dengan transisi dari musim dingin ke awal musim panas.

"Ada sekitar 15 persen penurunan angka kematian untuk setiap kenaikan suhu satu derajat Celcius," kata para peneliti.

Sebaliknya, tingkat keparahan gejala dan angka kematian tetap konstan di China selama gelombang pertama pandemi yang terjadi hanya sepanjang musim dingin.

Penelitian ini juga melihat data dari lebih dari 37.000 pengguna Inggris dari gejala pelaporan aplikasi Covid Symptom Study yang konsisten dengan Covid-19.

Studi ini menunjukkan penurunan serupa dalam keparahan gejala yang dilaporkan dari Maret hingga Mei ketika suhu di Inggris naik.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Namun, para ahli menentang temuan ini. Mereka menunjuk sejumlah peringatan metodologis dalam penelitian yang belum ditinjau oleh sejawat ini.

Sir Timothy O'Shea, seorang profesor epidemiologi hewan dan ilmu data di Universitas Edinburgh, menekankan bahwa makalah ini hanya berfokus pada rawat inap dan gagal untuk sepenuhnya mempertimbangkan faktor-faktor tambahan yang dapat menjelaskan jatuhnya jumlah hasil yang parah.

baca juga

"Itu tidak menjawab pertanyaan apakah Covid-19 akan mentransmisikan lebih mudah dalam kondisi di luar rumah sakit dan karena itu tidak boleh disimpulkan bahwa hasilnya akan menjadi epidemi yang lebih besar," kata Profesor O'Shea.

"Peringatan lebih lanjut adalah bahwa sulit untuk menilai apakah ada penurunan kematian atau keparahan dari waktu ke waktu terkait. Ini bisa saja terjadi ketika staf menjadi lebih berpengalaman dalam bekerja dengan kasus Covid-19," imbuhnya.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)


Dokter François Cohen, seorang ekonom lingkungan di Universitas Oxford menyatakan, bahwa temuan soal cuaca ini menarik namun masih sangat interpretatif.

"Saya percaya bahwa banyak faktor pembaur dapat menjelaskan penurunan waktu rawat inap di luar cuaca dan karena itu saya merekomendasikan untuk sangat berhati-hati ketika menyebutkan hasil penelitian ini," kata Cohen. 

Sementara dokter Simon Clarke, seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading menyatakan tidak ada sebab akibat dalam penelitian. 

"Studi ini menunjukkan hubungan antara suhu dan keparahan gejala, tetapi tidak menunjukkan mengapa itu terjadi. Mungkin karena suhu rendah memperlambat lendir normal virus yang menginfeksi di saluran hidung kita," ujar Clarke. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Jumlah Kasus Corona di AS 10 Kali Lebih Tinggi dari Yang Tercatat

CDC: Jumlah Kasus Corona di AS 10 Kali Lebih Tinggi dari Yang Tercatat

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 13:07 WIB

Corona Harian Jakarta Pecah Rekor, Klaster Tahlilan Penyumbang Terbanyak

Corona Harian Jakarta Pecah Rekor, Klaster Tahlilan Penyumbang Terbanyak

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 12:48 WIB

Eks Jubir Covid Curhat Kerja Tanpa Libur: Saya Gak Dapat Tunjangan Ngeluh

Eks Jubir Covid Curhat Kerja Tanpa Libur: Saya Gak Dapat Tunjangan Ngeluh

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 12:47 WIB

Terkini

Pulang dan Kisah Eksil yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai

Pulang dan Kisah Eksil yang Tak Pernah Benar-Benar Selesai

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Aksi Haru .Feast di Panggung RI Fest 2026, Ajak Penonton Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT

Aksi Haru .Feast di Panggung RI Fest 2026, Ajak Penonton Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Massa Mahasiswa Bubarkan Diri dari Gedung UOB Jakpus, Lalu Lintas Kembali Normal

Massa Mahasiswa Bubarkan Diri dari Gedung UOB Jakpus, Lalu Lintas Kembali Normal

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Bukan Cuma Gaji! Mensos Ungkap Alasan Warga Bisa Masuk Kelompok Desil 10

Bukan Cuma Gaji! Mensos Ungkap Alasan Warga Bisa Masuk Kelompok Desil 10

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang

Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN

Video | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus

Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!

Bentakan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup

Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran

Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:30 WIB

×