Angka Kesembuhan Pasien Leukemia Anak di Negara Berkembang Baru 20 Persen

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 02 Agustus 2020 | 13:23 WIB
Angka Kesembuhan Pasien Leukemia Anak di Negara Berkembang Baru 20 Persen
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Leukemia atau kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang dapat menyebabkan kematian. Namun risiko tersebut nyatanya telah bisa diatasi oleh kebanyakan negara maju di dunia.

Lewat penelitian dari Scoot Howard disebutkan bahwa tingkat kesembuhan pasien leukemia pada anak bisa mencapai 80 persen. 

"Tapi di negara berkembang masih 20 persen," kata dokter spesialis anak dr. Mururul Aisyi dikutip dari webinar Pita Kuning, Minggu (2/8/2020).

Aisyi memaparkan, penelitian itu mengungkap penyebab angka kesembuhan pasien leukemia anak di negara berkembang masih rendah. Salah satunya akibat keterlambatan diagnosis.

"Ternyata, banyak kanker tidak terdiagnosis. Kedua, sudah terdiagnosis tapi tidak diterapi. Mungkin sebabnya karena hoaks kesehatan yang banyak beredar," kata Aisyi.

Meskipun pasien mendapatkan terapi, lanjutnya, kebanyakan melakukannya tidak lengkap. Hal itu juga banyak terjadi di negara berkembang.

Menurut Aisyi, penyebab kematian pasien leukemia paling banyak akibat terjadi pendarahan atau infeksi.

Pengobatan melalui kemoterapi, kata Aisyi, bisa memengaruhi angka kesembuhan hingga 90 persen.

Ia menambahkan bahwa pengobatan leukemia di negara maju rata-rata berfokus untuk mengurangi stratefikasi risiko atau keganasan kanker. Sebab angka kesembuhan dinilai telah cukup tinggi.

baca juga

"Kalau kanker padat disebut stadium. Tapi kanker cair seperti leukimia itu adanya stratefikasi risiko," jelasnya.

Data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO disebutkan, jumlah penderita kanker di seluruh dunia mencapai 14,1 juta orang dan 4 persen di antaranya diderita oleh anak-anak pada akhir 2015.

Dari jumlah itu, 80 persen anak yang didiagnosa kanker berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Setiap tahun 100-130 kasus kanker ditemukan pada setiap satu juta anak. 

Riskesdas Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kejadian kanker pada anak usia 0-14 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 16 ribu kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Gejala Virus Corona Covid-19, Ternyata Remaja Ini Idap Kanker!

Alami Gejala Virus Corona Covid-19, Ternyata Remaja Ini Idap Kanker!

Health | Minggu, 02 Agustus 2020 | 09:29 WIB

Interview: Curhatan Denada Jual 2 Rumah Demi Bayar Pengobatan Anak

Interview: Curhatan Denada Jual 2 Rumah Demi Bayar Pengobatan Anak

Entertainment | Minggu, 12 Juli 2020 | 15:20 WIB

Sampai Jual 2 Rumah, Denada Sudah Tak Kerja Sejak Januari 2020

Sampai Jual 2 Rumah, Denada Sudah Tak Kerja Sejak Januari 2020

Entertainment | Minggu, 05 Juli 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×