Obat Parasetamol Justru Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 04 Agustus 2020 | 15:15 WIB
Obat Parasetamol Justru Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya!
ilustrasi obat-obatan (Shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan orang biasa mengonsumsi parasetamol, ibuprofen dan aspirin untuk menghilangkan rasa sakit. Padahal ketiga obat penghilang rasa sakit itu justru lebih berbahaya untuk kesehatan.

 The National Institute for Health and Care Excellence (NICE) mendesak dokter tidak meresepkan obat penghilang rasa sakit itu pada orang yang menderita kondisi tersebut.

NICE menegaskan bahwa adanya sedikit atau tidak adanya bukti mengenai hal ini, obat tersebut bisa memengaruhi kesehatan pasien, kualitas hidup, rasa sakit hingga tekanan psikologis.

Tapi, pedoman baru yang terbit baru-baru ini mengatakan ada bukti bahwa obat-obatan itu bisa menyebabkan kerusakan organ, termasuk kecanduan.

Nyeri kronis adalah suatu kondisi yang sulit dijelaskan dengan diagnosis lain atau gejala dari kondisi yang mendasarinya. Kondisi ini bisa menyebabkan depresi dan cacat, yang menimbulkan rasa sakit di otot, tulang dan seluruh tubuh.

Ilustrasi obat. (Pixabay)
Ilustrasi obat. (Pixabay)

Pedoman itu mengatakan bahwa parasetamol, obat-obatan seperti aspirin dan ibuprofen, benzodiazepine atau opioid tidak boleh ditawarkan pada pasien, karena tidak ada bukti kuat yang mendukungnya.

Dr Nick Kosky, mengatakan dokter sering merasa sulit untuk mengelola kondisi tersebut. Nick Kosky mengatakan sering ada ketidakcocokan antara harapan pasien dengan pengobatan yang bisa menyebabkan ketegangan dan orang yang butuh perawatan dokter.

Kemudian, kondisi ini menyebabkan dokter meresepkan obat yang tidak efektif atau berpotensi berbahaya bagi pasien.

"Ketidakcocokan antara harapan pasien dan hasil pengobatan bisa memengaruhi hubungan antara profesional kesehatan dan pasien. Konsekuensi yang mungkin terjadi adalah pemberian resep obat yang tidak efektif tetapi berbahaya," jelas Dr Kosky dikutip dari The Sun.

baca juga

Di sisi lain, pedoman ini memberikan pemahaman jelas tentang bukti efektivitas perawatan nyeri kronis serta membantu meningkatkan kepercayaan diri para profesional kesehatan.

Sehinga pedoman ini akan membantu profesional medis meresepkan obat untuk pasiennya lebih baik. Pedoman itu juga merekomendasikan beberapa antidepresan bisa digunakan untuk orang dengan nyeri primer kronis.

Selain itu, obat antiepilepsi, termasuk gabapentinoid, anestesi lokal, ketamin, kortikosteroid dan antipsikotik tidak boleh ditawarkan kepada penderita.

Karena itu, dokter perlu menjelaskan kepada pasien mengenai risiko mengonsumsi obat penghilang rasa sakit tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karena Gen Langka, 1 dari 100 Wanita Tak Rasakan Sakit saat Melahirkan!

Karena Gen Langka, 1 dari 100 Wanita Tak Rasakan Sakit saat Melahirkan!

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 17:42 WIB

Sakit Kepala Justru Baik untuk Kesehatan Tubuh, Ini Penjelasan Ahli Saraf!

Sakit Kepala Justru Baik untuk Kesehatan Tubuh, Ini Penjelasan Ahli Saraf!

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 16:17 WIB

Studi Terbaru Sebut Ibuprofen Berisiko Kematian bagi Pasien Covid-19

Studi Terbaru Sebut Ibuprofen Berisiko Kematian bagi Pasien Covid-19

Tekno | Kamis, 18 Juni 2020 | 10:15 WIB

Terkini

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:28 WIB

Ada Isu Pemakzulan Wapres, Nasdem Pilih Diam Dulu Sikapi Polemik Ijazah Gibran

Ada Isu Pemakzulan Wapres, Nasdem Pilih Diam Dulu Sikapi Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:26 WIB

×