Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai, PMI Tetap Minta Masyarakat Waspada

Risna Halidi

Rabu, 05 Agustus 2020 | 21:16 WIB
Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai, PMI Tetap Minta Masyarakat Waspada
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Universitas Padjajaran tengah bersiap untuk melakukan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 dari Sinovac pada Agustus ini.

Menurut data Palang Merah Indonesia atau PMI, setidaknya dibutuhkan 1.620 relawan untuk ikut uji klinis vaksin Covid-19 pabrikan China tersebut.

Di sisi lain, PMI juga menyambut positif inisiatif pemerintah dalam mengentaskan pandemi Covid-19 melalui program uji klinis vaksin Covid-19.

"Kita patut bersyukur dan berdoa semoga uji klinis ketiga ini berjalan baik dan pada akhirnya menjadi solusi permanen. Namun masyarakat tetap harus waspada dan hati-hati dalam melawan Covid-19," ucap Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said, melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Rabu (5/8/2020).

Meskipun saat ini PMI tak terlibat langsung dalam uji klinis Vaksin Sinovac, Sudirman mengatakan pihaknya berharap proses uji klinis vaksin bisa berjalan lancar dan sesuai rencana. "Mari kita doakan agar prosesnya mulus dan menghasilkan kesimpulan yang meyakinkan," tambahnya.

Ia menambahkan, bila vaksin Sinovac dan vaksin merah putih yang di inisiasi Kemenristek sudah ditemukan dan diproduksi, seluruh jaringan PMI akan siap menjadi relawan dan membantu menyebarkan vaksin tersebut.

"Bila diminta membantu pelaksanaan imuninasi kami siap dengan kerahkan relawan," terangnya.

Saat ini, Sudirman mengatakan PMI terus menerjunkan relawan untuk mengedukasi masyarakat dalam melawan Covid-19. Misalnya lewat kampanye jaga jarak, membagi-bagikan masker,  sabun antiseptik dan menyediakan sarana alat cuci tangan di ruang publik.

"Di Papua misalnya, mereka menyediakan tempat cuci tangan di pasar dan bandara. Lalu di DKI, PMI bekerja sama dengan PD Pasar Jaya menyediakan cuci tangan di setiap pasar," tambahnya.

baca juga

Sementara itu, Ketua Tim Riset Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil menjelaskan lebih lanjut tentang vaksin Covid-19 yang tengah diuji.

Sebelum diedarkan massal di Indonesia, uji klinik fase III akan dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PT Bio Farma dan Badan Litbangkes.

"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi keamanan dan respon kekebalan tubuh setelah pemberian dua dosis vaksin SARS-COV-2. Uji klinis ini gratis, relawan tidak dibayar ," kata Kusnandi.

Ditambahkan Jubir Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran Dr Rodman Tarigan SpAK,MKes, dari 1.620 relawan yang dibutuhkan, saat ini sudah ada sekitar 600 orang yang mendaftar menjadi relawan.

Pendaftaran calon relawan Covid-19 sendiri dibuka hingga 31 Agustus 2020 mendatang. "Nanti kalau memenuhi kriteria awal, seleksi mulai 11 Agustus 2020," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicari Ribuan Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kriterianya?

Dicari Ribuan Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kriterianya?

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 21:01 WIB

Hasil Pengembangan Vaksin Covid-19 Aman, Novavax Merilis Data Studi Fase 1

Hasil Pengembangan Vaksin Covid-19 Aman, Novavax Merilis Data Studi Fase 1

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:27 WIB

Pengetesan Vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung Dibagi Jadi Dua Pengujian

Pengetesan Vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung Dibagi Jadi Dua Pengujian

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2020 | 16:49 WIB

Terkini

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

Banten | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Tiga Tokoh Bangsa Terima Lifetime Achievement Award

Hari Sumpah Pemuda, Tiga Tokoh Bangsa Terima Lifetime Achievement Award

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Erick Thohir Singgung Sanksi Pengurangan Poin Usai Bobotoh Tewas Dibacok di Bogor

Erick Thohir Singgung Sanksi Pengurangan Poin Usai Bobotoh Tewas Dibacok di Bogor

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Kisah-Kisah Tengah Malam: Menelusuri Teror dan Kegelapan Jiwa Manusia

Kisah-Kisah Tengah Malam: Menelusuri Teror dan Kegelapan Jiwa Manusia

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:27 WIB

×