Duh, Pakar Tegaskan Kelas Online Buruk untuk Kesehatan Anak!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:12 WIB
Duh, Pakar Tegaskan Kelas Online Buruk untuk Kesehatan Anak!
Ilustrasi anak main gadget, kelas online. [shutterstock]

Suara.com - Saat ini anak-anak sekolah masih melakukan proses belajar mengajar melalui kelas online untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Tak sedikit anak-anak sekolah yang merasa bosan dengan kelas online. Sebab, mereka tidak bisa bertemu dengan teman-teman sekolah, bermain seperti biasanya dan perubahan lain akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, kelas online juga berdampak pada kesehatan anak-anak sekolah. Menurut Dr Anil Kumar, dokter mata, banyak anak-anak yang mulai mengeluhkan sensasi terbakar, mata berair dan sakit kepala.

Semua kondisi yang dikeluhkan anak-anak bisa disebabkan oleh paparan layar laptop dan komputer terus-menerus selama berjam-jam yang membuat mata stres.

"Peningkatan penggunaan waktu layar bisa menyebabkan perilaku menetap pada anak-anak remaja, penurunan metabolisme dan gangguan pada siklus tidur," kata Dr Anil dikutip dari Times of India.

Anak main gadget, ikut kelas online (Shutterstock)
Anak main gadget, ikut kelas online (Shutterstock)

Mantan ahli bedah mata, Raghubir Ojha juga menunjukkan bahwa kelas online melalui aplikasi Zoom, WhatsApp atau media lainnya terlalu membebani mata anak.

"Kami menyebut kondisi ini sebagai Computer Vision Syndrome. Duduk dalam satu posisi tubuh selama berjam-jam bisa membuat sirkulasi darah di otak tersendat dan suplai oksigen berkurang," jelas Raghubir Ojha.

Kondisi itulah yang menyebabkan rasa sakit dan sensasi terbakar di mata. Karena itu, ia meminta kepada orangtua dan guru untuk memberikan waktu istirahat selama 20 menit selama tiap kelas online berlangsung.

Seorang warga Anadpuri, mengklaim bahwa putrinya yang seorang siswa kelas VI telah mengeluh sakit kepala parah dan iritasi mata konstan selama seminggu.

baca juga

Saat konsultasi dengan dokter mata, ia diminta untuk menghindari kontak terlalu lama dengan komputer, laptop dan ponsel.

Hal serupa juga dialami oleh Nageshwar Prasad, seorang lansia yang tinggal di wilayah Kadamkuan. Ia mengatakan cucunya lebih sering menatap ponsel dan menggosok mata akibat kelas online. Padahal keluarga telah membatasi cucunya bermain gadget sebelum terjadi pandemi virus corona Covid-19 dan harus kelas online.

Guru Sekolah Umum India Sujata Chandra mengakui bahwa beberapa anak mengeluh sakit kepala dan iritasi serta kurang konsentrasi setelah kelas online.

Namun, direktur sekolah Vinayak Yasraj mengklaim bahwa setiap kelas diadakan hanya selama 35 hingga 40 menit. Bahkan anak-anak juga diberikan waktu istirahat 10 menit setiap kelas online.

Guru Sekolah Menengah Biara St Joseph mengatakan bahwa kelas-kelas dilakukan sedemikian rupa agar siswa tidak perlu lama-lama menatap layar komputer.

Karena itu, guru-guru masih meminta para siswanya membaca buku dan mereka tinggal menjelaskan topiknya dalam bahasa sederhana dalam kelas online yang singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurang Gerak, Pandemi Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Asam Urat

Kurang Gerak, Pandemi Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Asam Urat

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:31 WIB

Cek! 6 Tanda untuk Memprediksi Tingkat Keparahan Pasien Covid-19

Cek! 6 Tanda untuk Memprediksi Tingkat Keparahan Pasien Covid-19

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:24 WIB

Data Worldometer: Kasus Covid-19 di Dunia Sudah Tembus 19 Juta

Data Worldometer: Kasus Covid-19 di Dunia Sudah Tembus 19 Juta

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:56 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×