Kurang Gerak, Pandemi Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Asam Urat

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:31 WIB
Kurang Gerak, Pandemi Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Asam Urat
Ilustrasi radang sendi, asam urat, nyeri sendi. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 bukanlah satu-satunya permasalahan yang sedang dihadapi sekarang. Karena, pandemi ini telah mengubah gaya hidup semua orang yang akhirnya berdampak buruk pada kesehatan.

Seseorang menjadi lebih jarang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan makan lebih banyak yang bisa meningkatkan obesitas.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Arthritis & Rheumatology, asam urat yang ditandai dengan nyeri sendi parah telah meningkat begitu mengkhawatirkannya dalam beberapa tahun terakhir di seluruh dunia.

"Peningkatkan kasus asam urat ini semakin mengkhawatirkan," tulis tim University of Sydney yang mengumpulkan data dari Global Burden of Diseases Injuries and Risk Factors Study (GBD) dikutip dari New York Post.

Berdasarkan penelitian itu, ada 41,2 juta kasus global penyakit inflamasi pada tahun 2017 yang menandai adanya peningkatkan kasus sebanyak 5,5 persen sejak 1990.

TIlustrasi di rumah aja. (Shutterstock)
TIlustrasi di rumah aja. (Shutterstock)

Hasil analisis juga mengungkapkan bahwa ada sekitar 7,4 juta kasus asam urat baru setiap tahun atau sekitar 92 kasus baru untuk setiap 100 ribu orang.

Pada abad pertengahan, asam urat dianggap sebagai penderitaan orang kaya. Penyakit ini ditemukan secara tidak proposional yang memengaruhi daerah maju dengan kenaikan 26,9 persen di Amerika Utara saja.

Karena, penyebab utama asam urat adalah indeks massa tubuh (BMI). Sedangkan Amerika Serikat adalah negara dengan masalah kelebihan berat badan dan obesitas yang memengaruhi 36,2 persen populasi orang dewasa.

Sementara itu, gangguan fungsi ginjal juga memengaruhi sekitar 15,3 persen terjadinya asam urat. Dalam hal ini, laki-laki juga lebih berisiko mengalami asam urat daripada wanita.

baca juga

Faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan seseorang menderita asam urat termasuk alkohol, konsumsi daging merah, diabetes, penyakit jantung dan usia yang lebih tua.

Faktanya, asam urat sangat umum di antara pria lanjut usia. Sehingga para peneliti harus menyesuaikan hasil studinya dengan usia.

"Peningkatan kasus asam urat kemungkinan besar terus berlanjut karena populasi penuaan global sedang meningkat," kata Emma Smith, penulis senior studi baru dari University of Sydney.

Gaya hidup yang semakin tidak aktif selama masa isolasi mandiri akibat pandemi virus corona Covid-19 semakin membuat kasus rematik dan asam urat seperti ini semakin meningkat.

Sayangnya, komplikasinya tidak terbatas pada persendian yang sakit. Menurut American Kidney Fund, asam urat bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen serta gagal ginjal hingga kematian.

"Upaya untuk mengurangi timbulnya penyakit dan beban gout memerlukan kesadaran yang lebih baik, terutama faktor risiko, diagnosis serta pengobatan dini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek! 6 Tanda untuk Memprediksi Tingkat Keparahan Pasien Covid-19

Cek! 6 Tanda untuk Memprediksi Tingkat Keparahan Pasien Covid-19

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:24 WIB

Data Worldometer: Kasus Covid-19 di Dunia Sudah Tembus 19 Juta

Data Worldometer: Kasus Covid-19 di Dunia Sudah Tembus 19 Juta

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:56 WIB

Cegukan Tak Henti Bisa Jadi Tanda Virus Corona Covid-19, Ini Kata Dokter

Cegukan Tak Henti Bisa Jadi Tanda Virus Corona Covid-19, Ini Kata Dokter

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:33 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×