Skrining Kanker Payudara di Usia 40an Bisa Menyelamatkan Banyak Nyawa

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 09:47 WIB
Skrining Kanker Payudara di Usia 40an Bisa Menyelamatkan Banyak Nyawa
Ilustrasi kanker payudara. (Redorbit.com/Thinkstoc)

Suara.com - Sebuah penelitian mengungkap bahwa skrining kanker payudara pada wanita di usia 40an bisa menyelamatkan sebanyak 400 nyawa setahun, dibanding saat dilakukan pada usia 50 tahun.

Dilansir dari Independent, penelitian yang dipimpin oleh Queen Mary University of London ini didasarkan pada data dari 160.000 wanita yang diikuti selama 23 tahun dan diterbitkan dalam jurnal Lancet Oncology.

Penelitian ini menemukan bahwa skrining wanita berusia 40-49 tahun mengurangi kematian akibat kanker payudara hingga seperempatnya dalam 10 tahun pertama.

Ada 83 kematian dalam kelompok 53.883 wanita yang diperiksa di usia 40-an, dibandingkan dengan 219 kematian di antara 106.953 yang diskrining dari usia 50.

Namun demikian, tidak ada penurunan kematian yang signifikan teramati setelahnya.

Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

Peneliti utama Stephen Duffy, dari Queen Mary University of London, mengatakan nyawa dapat diselamatkan dengan menurunkan usia di mana skrining ditawarkan, saat ini setiap tiga tahun antara usia 50 dan 70 tahun.

Para peneliti menyebut antara 300 dan 400 nyawa akan diselamatkan setiap tahun jika usia skrining diturunkan dan ada 70 persen penyerapan.

"Kami sekarang menyaring lebih teliti dan dengan peralatan yang lebih baik daripada tahun 1990-an ketika sebagian besar penyaringan dalam uji coba ini berlangsung, jadi manfaatnya mungkin lebih besar daripada yang kami lihat dalam penelitian ini," ujarnya.

Namun, Cancer Research UK memperingatkan bahwa tidak jelas apakah mengurangi usia skrining payudara akan memberikan manfaat tambahan atas program yang ada.

baca juga

Sophia Lowes, manajer informasi kesehatan Cancer Research UK mengatakan meski berkualitas tinggi, penelitian ini saja tidak cukup untuk meminta pengurangan usia skrining. Penyelidikan lebih lanjut tentang keseimbangan manfaat dan bahaya juga diperlukan.

"Banyak wanita menerima hasil positif palsu dan beberapa wanita akan didiagnosis berlebihan dengan kanker yang tidak akan pernah menyebabkan bahaya bagi mereka," kata Lowes mengenai penelitian skrining kanker payudara lebih awal tersebut.

Sekitar satu dari delapan wanita di Inggris didiagnosis menderita kanker payudara selama hidup mereka. Jika terdeteksi cukup dini, penyakit ini dapat diobati dan kemungkinan pemulihannya tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idap Kanker, Feby Febiola Sering Diintimidasi

Idap Kanker, Feby Febiola Sering Diintimidasi

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2020 | 19:33 WIB

Sanjay Dutt Idap Kanker Paru Stadium 4

Sanjay Dutt Idap Kanker Paru Stadium 4

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:15 WIB

Jarang Diketahui, Membesarnya Payudara Pria Jadi Tanda Kanker Paru-Paru

Jarang Diketahui, Membesarnya Payudara Pria Jadi Tanda Kanker Paru-Paru

Health | Minggu, 09 Agustus 2020 | 11:32 WIB

Terkini

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Jawa Tengah | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:31 WIB

DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pemesanan Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026

DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pemesanan Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:31 WIB

5 Hair Mask untuk Merawat Rambut Diwarnai agar Tetap Sehat dan Cerah

5 Hair Mask untuk Merawat Rambut Diwarnai agar Tetap Sehat dan Cerah

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:30 WIB

Pesan Sahroni ke Kuntadi Usai Jadi Jampidsus: Jangan Main Mata Terkait Kasus Febrie

Pesan Sahroni ke Kuntadi Usai Jadi Jampidsus: Jangan Main Mata Terkait Kasus Febrie

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:29 WIB

Dedi Mulyadi Kalah di PTUN, SK UMSK Jabar Harus Dicabut

Dedi Mulyadi Kalah di PTUN, SK UMSK Jabar Harus Dicabut

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:29 WIB

Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis

Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:27 WIB

4 Cushion Proteksi SPF 50 Solusi Anti-Ribet Touch-Up saat Aktivitas Outdoor

4 Cushion Proteksi SPF 50 Solusi Anti-Ribet Touch-Up saat Aktivitas Outdoor

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:25 WIB

×