Ada Risiko Pembukaan Sekolah bagi Keluarga, Begini Cara agar Tetap Aman

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 18:34 WIB
Ada Risiko Pembukaan Sekolah bagi Keluarga, Begini Cara agar Tetap Aman
Anak sekolah memakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Meski anak-anak dinyatakan lebih kecil kemungkinannya untuk tertular virus corona Covid-19, namun studi baru-baru ini menyatakan bahwa ada peningkatan jumlah kasus anak. Hal ini cukup meresahkan karena beberapa negara atau daerah mulai mempertimbangkan pembukaan kembali sekolah

Melansir dari Health, hampir 180.000 kasus Covid-19 pediatrik dilaporkan di Amerika Serikat (AS) dari 9 Juli hingga 6 Agustus. Menurut Asosiasi Pediatrik Amerika (AAP), lonjakan kasus anak mencapai 90 persen hanya dalam kurun waktu empat minggu. 

Pada 15 Agustus, anak-anak berusia 17 tahun ke bawah mencapai 7,7 persen dari semua kasus yang dikonfirmasi. Satu studi menemukan bahwa anak-anak kemungkinan besar memiliki viral load atau beban virus yang sama atau lebih besar dari orang dewasa.

Dengan begitu maka ada kemungkinan anak-anak juga dapat menyebarkan infeksi secara efektif kepada orang lain, meskipun mereka tanpa gejala. Jika anak-anak dikembalikan ke sekolah dan tertular virus, maka akan sangat memungkinkan menularkan pada keluarga di rumah atau teman lain di sekolah mereka.

Jaga jarak anak sekolah di Thailand. (Dailymail/Lauren DeCicca)
Jaga jarak anak sekolah di Thailand. (Dailymail/Lauren DeCicca)


"Kami tahu bahwa anak-anak menjadi terinfeksi; kami tahu bahwa mereka mampu menyebarkannya kepada orang lain," kata Josh Michaud, direktur asosiasi untuk kebijakan kesehatan global di Henry J. Kaiser Family Foundation. 

"Mengenai seberapa besar risiko yang ditimbulkan lingkungan sekolah terhadap penularan virus, hasilnya akan lebih beragam dan kabur," tambahnya kepada Health

Bagaimana Cara Aman Membuka Sekolah selama Pandemi?

Melansir dari Health, ada beberapa langkah yang harus dilakukan banyak pihak untuk membuat sekolah tetap aman selama pandemi, antara lain:

1. Pemerintah Lokal Memperhitungkan Tingkat SARS-CoV-2 

baca juga

Menurut CDC dalam memperhitungkan tingkat penyebaran, maka pertimbangkan kasus per 100.000 penduduk selama tujuh hari terakhir sebagai patokan. Sekolah bisa dibuka jika hasil perhitungan hanya di bawah 5 persen. 

2. Tetap Terapkan Jarak Fisik

Jarak fisik ditetapkan setidaknya 6 kaki atau dua meter. Meja antar siswa sebaiknya berjarak 3 kaki untuk menghindari kontak dekat. 

3. Pakai Masker 

CDC meyarankan penggunaan masker kain untuk siswa, guru, dan staf sekolah. "Saat orangtua bersiap untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah dan ke tempat penitipan anak, masker kain harus menjadi bagian dari kebiasaan baru mereka," kata Presiden AAP Sara Sally Goza, MD.

4. Rutin Cuci Tangan

Mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol sama pentingnya. Dalam hal ini, CDC mendorong sekolah untuk menyediakan waktu bagi siswa, guru, dan staf untuk mencuci tangan terutama setelah ke kamar mandi, sebelum makan siang, dan setelah bermain di luar.

5. Terapkan pengelompokkan

Untuk mengurangi paparan virus korona dan mencegah penularan, CDC mengatakan pihak sekolah harus mempertimbangkan untuk mengelompokkan anak ke kelompok yang lebih kecil.

Hal ini dilakukan untuk membatasi kontak antara siswa dan staf dengan cara membuat kelompok yang lebih kecil. 

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 19, Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Senin (22/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 19, Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Senin (22/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto] sebagai ilustrasi

6. Protokol Pembersihan

Sekolah yang dibuka kembali perlu sering melakukan pembersihan atau disinfeksi. CDC mengatakan untuk sering melakukan pembersihan permukaan yang sering disentuh (seperti pegangan pintu), benda bersama (mainan, komputer, peralatan gym), dan permukaan yang kotor dengan darah atau cairan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Buat Panduan Kelompok yang Berhak Dapat Vaksin Covid-19 Lebih Dahulu

WHO Buat Panduan Kelompok yang Berhak Dapat Vaksin Covid-19 Lebih Dahulu

Health | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 18:09 WIB

Penyemprotan Cairan Disinfektan di Pantai Ancol

Penyemprotan Cairan Disinfektan di Pantai Ancol

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 17:59 WIB

Amerika Selatan Masih Jadi Pusat Pandemi Covid-19 di Dunia

Amerika Selatan Masih Jadi Pusat Pandemi Covid-19 di Dunia

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 17:58 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB