Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih, Eijkman Dapat Bantuan Swasta

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 03 September 2020 | 12:50 WIB
Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih, Eijkman Dapat Bantuan Swasta
Bantuan alan untuk Lembaga Eijkman (Suara/ Lilis Varwati)

Suara.com - Vaksin Merah Putih untuk Covid-19 yang tengah dikembangkan lembaga Biologi Molekuler Eijkman hampir rampung separuhnya. 

Kepala Lembaga Eijkman Prof. Amin Soebandrio, MD, PhD mengatakan, penelitian vaksin Merah Putih sudah sampai pada tahap pembuatan sub unit protein sebagai platform yang terpilih. 

"Saat ini perkembangannya vaksin Merah Putih kalau dilihat presentasenya mungkin sekitar 50 persen. Saat ini kami tinggal menunggu protein yang akan diekskresikan oleh sel mamalia. Paralel kami juga akan menggunakan sel mamalia mana yang lebih efektif," jelas prof Amin dalam webinar media gathering, Kamis (3/8/2020).

Setelah proses ekskresi selesai, penelitian akan berlanjut pada uji coba pada hewan. Amin berharap uji klinis itu bisa dimulai dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan. 

Diakuinya, Lembaga Eijkman diharapkan bisa melakukan proses penelitian dengan cepat. Dijadwalkan bisa selesai dalam waktu 12 bulan atau sekitar Febuari hingga Maret 2021 vaksin bisa diberikan ke industri. 

"Kami berupaya bisa cepat. Artinya apabila ada prosedur apa pun yang bisa diperpendek akan kami lakukan termasuk penggunaan berbagai peralatan lab yang memungkinkan kita bekerja bisa lebih cepat," ujarnya.

Namun kata Profesor Amin, percepatan pembuatan vaksin Covid-19 perlu didukung dengan teknologi yang memadai. Ia pun mengapresiasi karena lembaganya mendapat dukungan donasi dari perusahaan sains dan teknologi Merck Indonesia berupa peralatan dan material riset senilai Rp 1,2 Miliar. 

Sales Manager Merck Life Science Ilma Equilibrina menyampaikan alat yang didonasikan berupa reagents dan consumable untuk membuat Viral Transport Medium (VTM), media dalam tabung untuk penyimpanan sampel dari uji swab pasien. 

"VTM berfungsi menjaga kualitas sampel yang mengandung virus dari tempat pengambilan uji swab ke laboratorium," jelasnya.

baca juga

Selain itu juga RiOs Essential Water Purification System yang merupakan purifikasi air ideal untuk laboratorium yang membutuhkan produksi konstan air murni tipe 3 kualitas tinggi. Ada juga alat Magpix yang terdiri dari Luminex dan MILLIPLEX MAP atau sarana pendukung riset imunologi untuk mempelajari dinamika Covid-19 dalam sampel pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktor Dwayne Johnson dan Keluarga Dikabarkan Positif Covid-19

Aktor Dwayne Johnson dan Keluarga Dikabarkan Positif Covid-19

Riau | Kamis, 03 September 2020 | 12:42 WIB

22 Perusahaan di Kabupaten Bekasi Jadi Klaster Virus Corona

22 Perusahaan di Kabupaten Bekasi Jadi Klaster Virus Corona

Jakarta | Kamis, 03 September 2020 | 12:41 WIB

BNPB Terjunkan Tim Gabungan, Hadapi Warga yang Anggap Covid-19 Konspirasi

BNPB Terjunkan Tim Gabungan, Hadapi Warga yang Anggap Covid-19 Konspirasi

News | Kamis, 03 September 2020 | 12:30 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×