alexametrics

Ketahui Jenis Batu Ginjal dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Intervensi Medis

Irwan Febri Rialdi | Rosiana Chozanah
Ketahui Jenis Batu Ginjal dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Intervensi Medis
Ilustrasi batu ginjal. (Shutterstock)

Batu ginjal dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut.

Suara.com - Batu ginjal dapat terbentuk ketika seseorang kurang minum, kadar kalsium dalam tubuh rendah, hingga terlalu banyak mengonsumsi garam.

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan pembentukan materi keras menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal.

Berdasarkan Alodokter, batu ginjal dapat terjadi di sepanjang saluran urine, dari ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra.

Ada empat jenis batu ginjal:

Baca Juga: RSCM Pastikan Transplantasi Ginjal Tetap Aman Dilakukan Selama Pandemi

- Batu kalsium: Ini adalah batu kalsium oksalat atau batu kalsium fosfat, jenis batu kalsium paling umum.
- Batu struvite: Batu ini terbentuk karena infeksi saluran kemih .
- Batu asam urat: Jenis batu ini terbentuk ketika urine terlalu asam.
- Batu sistin: Bentuk ini umumnya terjadi pada orang dengan kelainan keturunan tertentu yang menyebabkan mereka mengeluarkan terlalu banyak sistein dan asam amino di ginjal.

Ilustrasi batu ginjal (Shutterstock)

Batu ginjal biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terbentuk. Biasanya gejala tidak terlihat sampai batu bergerak melalui saluran kemih, yang bisa sangat menyakitkan.

Kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas, dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Sangat penting bagi orang dengan atau berisiko penyakit ginjal untuk mencegah batu ginjal, karena penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut dengan menyebabkan penyumbatan dan infeksi.

Meski sangat menyakitkan untuk mengeluarkan batu ginjal, seringkali intervensi medis tidak diperlukan. Jika rasa sakitnya terlalu parah, penderita bisa meminta obat pereda nyeri kepada dokter.

Baca Juga: Transplantasi Ginjal Selama Pandemi Covid-19, Apakah Aman?

Dokter mungkin juga meresepkan obat seperti tamsulosin atau nifedipine untuk mengendurkan ureter sehingga penderita lebih mudah mengeluarkan batu, tulis Insider.

Jika penderita tidak bisa buang air kecil, ada darah di urin, atau mengalami mual, muntah, demam, hingga kedinginan, penderita harus segera menghubungi dokter.

Komentar