Vaksin Corona China Diklaim Dapat Restu WHO, Satgas Covid-19 Beri Tanggapan

Minggu, 27 September 2020 | 13:18 WIB
Vaksin Corona China Diklaim Dapat Restu WHO, Satgas Covid-19 Beri Tanggapan
Kandidat vaksin Covid-19, Sinovac. [Noel Celis/AFP]

Suara.com - Santer diberitakan pemerintah China mengklaim  mendapat restu dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberikan vaksin Covid-19 yang masih dalam uji klinis kepada warganya.

Ratusan ribu pekerja esensial dan kelompok terbatas serta orang-orang yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi Covid-19 diduga telah menerima vaksin, meski keampuhan dan keamanan vaksin belum bisa dipastikan lantaran uji klinis tahap tiga masih berjalan.

Di sisi lain, Suara.com mencoba meminta pendapat Kementerian Kesehatan RI, mengingat Indonesia tengah melakukan uji coba vaksin kandidat Covid-19 kolaborasi dari China-- Sinovac di Bandung, Jawa Barat.

Namun sayang, Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kemenkes RI Achmad Yurianto enggan berkomentar banyak, lantaran ia tidak mengikuti uji coba vaksin.

"Saya tidak tahu, saya tidak ikut uji coba vaksin," terang Yurianto saat dihubungi Suara.com, Sabtu (26/9/2020).

Yurianto mengharapkan Biofarma selaku perusahaan medis yang memproduksi vaksin Sinovac bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD) bisa memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Di kesempatan berbeda, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD, juga memberi tanggapan.

Menurut Wiku, setiap keterangan yang dibagikan ke publik harus berdasarkan keterangan resmi dari WHO. Apalagi jika China mengklaim telah mendapat izin dari lembaga kesehatan dunia itu untuk memberikan vaksin belum jadi ke warganya.

"Tolong baca beritanya yang seksama dari sumber berita asli. Lihat statement yang clear. Coba cari berita ke WHO sumber asli," terang Wiku melalui pesan singkatnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Brasil Masih Tinggi, Sinovac Siap Salurkan Vaksin

Sementara itu, perwakilan WHO di China belum menanggapi pemberitaan tersebut.  

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan Jenewa mengatakan bahwa otoritas regulator nasional bisa saja menyetujui penggunaan produk medis dalam yuridiksi mereka sendiri dalam situasi genting saat ini, namun menggambarkan langkah itu sebagai 'solusi sementara'.

Solusi jangka panjang ditentukan begitu uji klinis Tahap 3 selesai, kata pejabat WHO.

Beijing sendiri memang tidak merilis penjelasan lebih rinci mengenai program penggunaan darurat mereka.

Sedikitnya tiga calon vaksin Covid-19, termasuk dua yang dikembangkan oleh China National Biotec Group (CNBG) yang didukung negara, dan satu dari Sinovac Biotech, semuanya dalam uji klinis tahap 3 di luar negeri, masuk dalam program tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI