Temukan Antibodi Potensial, Ilmuwan Jerman Kembangkan Vaksin Covid-19 Pasif

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 26 September 2020 | 14:54 WIB
Temukan Antibodi Potensial, Ilmuwan Jerman Kembangkan Vaksin Covid-19 Pasif
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Ilmuwan Jerman mengidentifikasi antibodi yang sangat efektif melawan virus corona jenis baru dan sekarang sedang mengembangkan vaksin Covid-19 pasif.

Studi yang terbit dalam jurnal Cell ini juga menemukan bahwa beberapa antibodi SARS-CoV-2 mengikat sampel jaringan dari berbagai organ, berpotensi memicu efek samping.

Awalnya, para ilmuwan dari Rumah Sakit Charite Jerman dan Pusat Penyakit Neurodegeneratif Jerman (DZNE) mengisolasi hampir 600 antibodi berbeda dari darah mantan pasien Covid-19.

Melalui tes laboratorium, mereka dapat mempersempit jumlah ini menjadi beberapa antibodi yang sangat efektif dalam mengikat virus. Selanjutnya, mereka menghasilkan antibodi ini secara artifisial menggunakan kultur sel.

Antibodi penawar, seperti yang diungkapkan oleh analisis kritalografi, dapat mengikat virus. Dengan demikian, hal ini dapat mencegah virus corona memasuki sel dan bereplikasi.

Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Selain itu, pengenalan virus oleh antibodi membantu sel-sel kekebalan untuk melawan virus corona di dalam tubuh.

Menurut para peneliti, tiga dari antibodi mereka sangat menjanjikan untuk perkembangan klinis. Inilah sebabnya mereka mulai mengembangkan vaksin pasif untuk SARS-CoV-2.

Selain pengobatan pasien, vaksin ini juga diyakini dapat mencegah orang yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 terinfeksi virus corona.

Meski begitu, mereka mengakui bahwa berapa lama perlindungan tersebut bertahan harus diselidiki dalam studi klinis. Sebab, tidak seperti vaksinasi aktif, vaksinasi pasif melibatkan pemberian antibodi siap pakai yang akan terdegradasi atau hilang setelah beberapa waktu.

baca juga

Berdasarkan The Health Site, secara umum perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi pasif kurang tangguh dibandingkan dengan yang diberikan oleh vaksinasi aktif.

Namun, efek dari vaksinasi pasif hampir langsung terlihat, sedangkan dengan vaksinasi aktif itu harus dibangun terlebih dahulu.

Akan lebih baik jika kedua opsi tersedia sehingga tanggapan yang fleksibel dapat dibuat atas situasi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 China CNBG Diuji Coba pada 35.000 Orang

Vaksin Covid-19 China CNBG Diuji Coba pada 35.000 Orang

Tekno | Sabtu, 26 September 2020 | 13:45 WIB

Berikan Vaksin Covid-19 Eksperimental, China Mengaku Sudah Disetujui WHO

Berikan Vaksin Covid-19 Eksperimental, China Mengaku Sudah Disetujui WHO

Health | Sabtu, 26 September 2020 | 07:15 WIB

Pesan PSI ke Cina Tak Komersialisasi Vaksin, Saatnya Utamakan Kemanusiaan

Pesan PSI ke Cina Tak Komersialisasi Vaksin, Saatnya Utamakan Kemanusiaan

News | Jum'at, 25 September 2020 | 17:47 WIB

Terkini

Sekjen PKS: Walau Masih Trauma, Warga NTT Malah Sambut Kami dengan Gembira

Sekjen PKS: Walau Masih Trauma, Warga NTT Malah Sambut Kami dengan Gembira

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:07 WIB

Antrean Solar dan Pertalite Masih Mengular, Pemprov Riau Minta Tambah Kuota

Antrean Solar dan Pertalite Masih Mengular, Pemprov Riau Minta Tambah Kuota

Riau | Minggu, 06 September 2026 | 09:06 WIB

Junjung Tinggi Keadilan, AHY Larang Kader Demokrat Minta Keistimewaan di Mata Hukum

Junjung Tinggi Keadilan, AHY Larang Kader Demokrat Minta Keistimewaan di Mata Hukum

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:04 WIB

Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN di Hambalang

Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN di Hambalang

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:01 WIB

Harga HP OPPO RAM 8 GB Terbaru September 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Harga HP OPPO RAM 8 GB Terbaru September 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 08:59 WIB

Dentuman Erupsi Anak Krakatau Menggelegar Hingga 3 Provinsi, Begini Penjelasan Badan Geologi

Dentuman Erupsi Anak Krakatau Menggelegar Hingga 3 Provinsi, Begini Penjelasan Badan Geologi

News | Minggu, 06 September 2026 | 08:55 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sejumlah Penerbangan Lampung-Jakarta Dibatalkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sejumlah Penerbangan Lampung-Jakarta Dibatalkan

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 08:54 WIB

Ramalan Zodiak Gemini 6 September 2026: Jauhi Drama Kantor, Saatnya Isi Ulang Energi

Ramalan Zodiak Gemini 6 September 2026: Jauhi Drama Kantor, Saatnya Isi Ulang Energi

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 08:48 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Warga Keluhkan Mata Perih Imbas Hujan Abu Vulkanik

Erupsi Anak Krakatau, Warga Keluhkan Mata Perih Imbas Hujan Abu Vulkanik

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 08:39 WIB

Cara Refund Tiket Pesawat di Traveloka dan Tiket.com Imbas Erupsi Krakatau

Cara Refund Tiket Pesawat di Traveloka dan Tiket.com Imbas Erupsi Krakatau

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 08:36 WIB

×