Spons Cuci Piring Sesekali Juga Perlu Didisinfeksi, Begini Cara Amannya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 18 Oktober 2020 | 17:33 WIB
Spons Cuci Piring Sesekali Juga Perlu Didisinfeksi, Begini Cara Amannya
Ilustrasi spons cuci piring (Shutterstock)

Suara.com - Hampir pasti spons cuci piring menyimpan segala jenis kuman. Beberapa kuman mungkin hanya akan membuat spons bau, tetapi lainnya berpotensi membuat sakit.

"Jika kotor, spons bisa menyebarkan kuman ke segala hal yang spons 'sentuh', dari piring hingga meja dapur dan peralatan makan lainnya," kata Janilyn Hutchings, profesional bersertifikat di bidang keamanan pangan dan ilmuwan makanan untuk StateFoodSafety.

Laboratorium Keamanan dan Teknologi Pangan ARS USDA telah menemukan dua metode yang berfungsi untuk mendisinfeksi spons dan membuatnya aman untuk digunakan kembali, dilansir Insider:

1. Mesin pencuci piring

Jika Anda menjalankan mesin pencuci piring setiap malam sebelum tidur, letakkan spons di rak paling atas dan nyalakan mesin pencuci piring, kata Jennifer Quinlan, PhD, profesor di Departemen Ilmu Gizi Universitas Drexel.

Menurutnya, panas akan mendisinfeksi spons dan piring Anda secara bersamaan.

Ilustrasi spons cuci piring (Shutterstock)

2. Microwave

Menurut Quinlan, panas microwave juga dapat mendisinfeksi spons karena panas. Menurut USDA, kedua metode ini 99 persen efektif membunuh bakteri yang ada di spons.

"Sesederhana itu," kata Quinlan.

baca juga

Selain itu, ada beberapa metode yang tidak disarankan. Masih dirangkum dari Insider, berikut cara yang sangat tidak disarankan untuk mendisinfeksi spons:

1. Air panas

Air keran yang panas tidak cukup panas untuk menghilangkan kuman. Quinlan berkata, "Anda bisa merebus air dan merendam spons di dalamnya, tetapi hanya jika tidak memiliki microwave atau mesin pencuci piring."

Ilustrasi penggunaan spons cuci piring. (Shutterstock)

2. Memakai cairan pemutih

Panas lebih efektif daripada menggunakan cairan pemutih dalam mendisinfeksi spons. "Panaslah yang membunuh patogen," lanjut Quinlan.

Selain itu, cairan pemutih tidak selalu berhasil menembus seluruh lapisan spons. Anda juga malah berisiko meninggalkan cairan pemutih di dalamnya yang bisa berpindah ke makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spons Cuci Piring Ini Bisa Dimakan, Warganet Masih Nggak Yakin

Spons Cuci Piring Ini Bisa Dimakan, Warganet Masih Nggak Yakin

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2020 | 15:30 WIB

Jangan Dipakai Kelamaan, Kapan Spons Mandi Mesti Diganti?

Jangan Dipakai Kelamaan, Kapan Spons Mandi Mesti Diganti?

Lifestyle | Rabu, 25 September 2019 | 09:50 WIB

Spons Mandi Jadi Sumber Kuman Dipakai Kelamaan, Kapan Harus Menggantinya?

Spons Mandi Jadi Sumber Kuman Dipakai Kelamaan, Kapan Harus Menggantinya?

Health | Selasa, 24 September 2019 | 08:02 WIB

Terkini

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:09 WIB

×