Selain Covid-19, Simak 5 Penyakit Paru-Paru yang Bisa Mematikan

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 01 Desember 2020 | 16:05 WIB
Selain Covid-19, Simak 5 Penyakit Paru-Paru yang Bisa Mematikan
Ilustrasi anak sesak napas

Suara.com - Paru-paru menjadi salah satu organ yang cukup rentan mengalami infeksi baik terhadap bakteri, virus, maupun jamur. Hal ini yang kemudian membuat banyak jenis penyakit paru-paru yang menyerang manusia di berbagai usia, termasuk Covid-19.

"Paru merupakan satu-satunya organ yang paling rentan terhadap infeksi baik virus maupun jamur," ujar Dokter Andika Chandra Putra,Ph.D, Sp.P (K) pada media briefing virtual Omron yang bertajuk Solusi Praktis dan Nyaman Atasi Masalah Pernapasan Anak dan Bayi, pada Selasa (1/12/2020).

Membahas masalah paru-paru, dokter Andika menjelaskan setidaknya ada lima penyakit paru-paru paling umum yang bisa menyerang di segala usia dan berisiko mematikan, antara lain:

1. Pneumonia

Pneumonia merupakan radang paru yang disebabkan karena bakteri, virus maupun jamur di mana umumya terjadi pada balita dan lanjut usia. Setidaknya sekitar dua balita meninggal akibat pneumonia setiap dua menit di seluruh dunia, 99 persen kematian terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Setiap menitnya dua anak meninggal, tapi bisa mengenai di semua usia walaupan yang paling rentan itu yang sangat muda dan sangat tua," kata dokter Andika.

Penumonia biasanya menimbulkan geja seperti batuk, kesulitan bernapas, berdebar-debar, demam, berkeringan, menggugul, nafsu makan berkurang, hingga nyeri dada.

2. Tuberkulosis

Tuberkulosis menyebabkan kematian terbanyak pada anak-anak di bawah lima tahun dan dewasa 20 hingga 35 tahun. Lebih dari 95 persen kematian ada di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

baca juga

Penyakit ini merupakan penyakit menular paru-paru yang disebabkankan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. "Di indonesia (tuberkulosis) mengenai semua usia bayi sampai 65 tahun ke atas, biasanya mulai tertular di usia produktif," ujar dokter Andika.

Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

3. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru menjadi penyebab kematian pertama akibat kanker pada pria dan ketiga pada peremuan di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh tumbuhnya sel tumor di paru yang ganas menjadi kanker.

"Hampir 60 persen kanker paru sangat berkaitan dengan rokok, mulai dari perokok pasif, aktif, hingga bekas perokok," kata dokter Andika.

"Ini menjadi masalah terbesar karena di Indonesia juga belum ada regulasi jelas, di usia muda bahkan dengan mudah dapat mendapatkan rokok," imbuhnya.

4. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

PPOK juga kebanyakan disebabkan oleh merokok. Penyakit ini menjadi penyebab kematian terbanyak ketiga di seluruh dunia di mana 3 juta orang meninggal setiap tahunnya.

"Kondisi ini menyebabkan elastisitas paru berkurang sehingga susah napas, batuk kronik, dan aktivitas terbatas," ujar dokter Andika.

Faktor risiko terbesar PPOK adalah merokok, polusi udara, paparan debu dan bahan kimia di tempat kerja.

Penyakit Asma (Shutterstock)
Penyakit Asma (Shutterstock)

5. Asma

Setidaknya 14 persen anak-anak di dunia terkena asma. Jika tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan kematian. Asma sendiri dapat menyebabkan mengi, susah bernapas, sesak napas, hingga batuk.

Kondisi ini bisa dicegah dengan menghindari asap rokok, debu, hngga polusi udara. "Semakin dini dan semakain lengkap perawatan ya semakin baik," ujar dokter Andika.

"Asma terjadi ketika ada penyempitan saluran napas, sehingga perlu diberi obat aerosol tadi, bisa dengan pemberian nebulizer," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kanker Paru-Paru dan Covid-19 Punya Gejala Mirip, Kenali Perbedaannya!

Kanker Paru-Paru dan Covid-19 Punya Gejala Mirip, Kenali Perbedaannya!

Sumsel | Minggu, 29 November 2020 | 20:40 WIB

Gejala Virus Corona Menyerupai Kanker Paru-Paru, Kenali Perbedaannya!

Gejala Virus Corona Menyerupai Kanker Paru-Paru, Kenali Perbedaannya!

Health | Minggu, 29 November 2020 | 12:03 WIB

Hore! Pasien Covid-19 Masih Bisa Mengalami Kepulihan Paru-Paru dengan Baik

Hore! Pasien Covid-19 Masih Bisa Mengalami Kepulihan Paru-Paru dengan Baik

Health | Sabtu, 28 November 2020 | 13:05 WIB

Terkini

BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan

BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 16:20 WIB

Bikin Penonton Tertawa Ternyata Lebih Sulit, Ini Tantangan Film Sisa Semalam

Bikin Penonton Tertawa Ternyata Lebih Sulit, Ini Tantangan Film Sisa Semalam

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 16:20 WIB

Kopdes Rencana Dibangun di Taman Poltek Rumbai, Anggota DPRD Pekanbaru Protes

Kopdes Rencana Dibangun di Taman Poltek Rumbai, Anggota DPRD Pekanbaru Protes

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 16:19 WIB

Kolektor Pengetahuan yang Tak Pernah Belajar: Ironi di Balik Fitur 'Simpan'

Kolektor Pengetahuan yang Tak Pernah Belajar: Ironi di Balik Fitur 'Simpan'

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:18 WIB

Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok

Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 16:16 WIB

Apa Perbedaan Gejala Kerusakan CVT dan AT? Ini 6 Opsi Mobil Matic Bandel Mulai Rp70 Juta

Apa Perbedaan Gejala Kerusakan CVT dan AT? Ini 6 Opsi Mobil Matic Bandel Mulai Rp70 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 16:15 WIB

Diskon Rp100.000 di Sushi Tei Berlaku Nasional, Khusus Nasabah BRI

Diskon Rp100.000 di Sushi Tei Berlaku Nasional, Khusus Nasabah BRI

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 16:13 WIB

BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up

BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 16:12 WIB

IMC Dukung RUU Perampasan Aset, Minta Kewenangan Aparat Dibatasi

IMC Dukung RUU Perampasan Aset, Minta Kewenangan Aparat Dibatasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:10 WIB

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Harga Diskon 46 Persen

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Harga Diskon 46 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:09 WIB

×