Ahli Peringatkan Potensi Munculnya Varian Baru Virus Corona di Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Januari 2021 | 14:37 WIB
Ahli Peringatkan Potensi Munculnya Varian Baru Virus Corona di Indonesia
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - Angka penambahan kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini masih terus meningkat. Hingga Selasa, (5/1/2021), tercatat terdapat 7.445 kasus baru. Angka tersebut membuat total kasus di Indonesia mencapai 779.548.

Melihat masih tingginya kasus di Indonesia dan sulitnya untuk mengendalikan pandemi, Ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman memperingatkan bahwa hal itu berpotensi memunculkan mutasi virus baru.

"Indonesia dalam kondisi pandemi yang tidak terkendali bisa menghasilkan strain virus baru. Jadi strain virus baru yang merugikan itu akan muncul pada negara yang pandeminya tidak berkendali. Akibat virus ini leluasa menginfeksi manusia dan hewan dan akhirnya dia leluasa bermutasi, jadi dia gampang banget multiplikasi," kata Dicky Budiman saat dihubungi Suara.com, Rabu, (6/1/2021).

Komentar itu datang saat Dicky mencoba menganalisis target pemerintah Indonesia yang ingin merampungkan vaksinasi Covid-19 dalam waktu kurang dari satu tahun.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Dicky menyebut bahwa ada sejumlah faktor seperti efikasi transmisi, angka reproduksi kasus, dan cakupan vaksinasi di Indonesia yang membuat targer tersebut tidak realistis.

"Ingat bahwa yang disebut strategi herd immunity harus memperhitungkan, mungkin perlu waktu lama, jadi ancamannya semakin nyata munculnya strain baru," kata Dicky.

Ia mencontohkan bahwa munculnya strain baru virus corona yang ada di Inggris yang relatif lebih menular. Meski varian virus corona baru itu diduga tidak terlalu berdampak pada efikasi vaksin yang ada. 

Tapi (mutasi) di Afrika selatan diduga mengurangi efikasi pada vaksin yang ada itu menguat," ujar Dicky.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa ia ingin program vaksinasi Covid-19 di Indonesia bisa selesai kurang dari satu tahun. Target itu jauh lebih cepat dari yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunawan yang sebelumnya menyebut bahwa vaksinasi Covid-19 di Indonesia butuh 15 bulan.

baca juga

"Kalau di seluruh dunia, perkiraan vaksinasi akan selesai 3,5 tahun. Tapi di negara kita Insya allah kemarin mendapatkan informasi dari Pak menteri 15 bulan, masih saya tawar kurang dari setahun harus selesai,"  kata Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Se-Indonesia, Istana Negara, Selasa (5/1/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Berlakukan PSBB Jawa-Bali Pada 11-25 Januari 2021

Pemerintah Berlakukan PSBB Jawa-Bali Pada 11-25 Januari 2021

Bali | Rabu, 06 Januari 2021 | 14:35 WIB

Menkes Minta Waktu 15 Bulan untuk Vaksinasi Covid-19, Jokowi Maunya Setahun

Menkes Minta Waktu 15 Bulan untuk Vaksinasi Covid-19, Jokowi Maunya Setahun

Riau | Rabu, 06 Januari 2021 | 14:27 WIB

Beri Tantangan, Jokowi Minta Menkes Selesaikan Vaksinasi dalam Setahun

Beri Tantangan, Jokowi Minta Menkes Selesaikan Vaksinasi dalam Setahun

News | Rabu, 06 Januari 2021 | 14:21 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×