alexametrics

Dokter Berulang Kali Salah Diagnosis, Ternyata Wanita Ini Menderita Kanker

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Dokter Berulang Kali Salah Diagnosis, Ternyata Wanita Ini Menderita Kanker
Ilustrasi perempuan ketakutan. (Shutterstock)

Kowalski sampai menemui 15 dokter selama perawatan kankernya.

Suara.com - Nicole Kowalski salah didiagnosis oleh seorang dokter saat sakit giginya menjalar menjadi nyeri rahang parah. Ternyata, itu adalah awal dari kanker.

Hal ini bermula pada 2017. Kala itu, gigi bagian kanan wanita 28 tahun asal Los Angeles ini tiba-tiba sakit yang tak kunjung sembuh. Saat itu, dokter gigi berkata bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hingga enam bulan kemudian, sakit tersebut berubah menjadi nyeri rahang. Dia juga merasakan sisi wajahnya melemah.

Pada pemeriksaan kedua, dokter mendiagnosis Kowalski dengan temporomandibular joint (TMJ), nyeri pada tulang temporal.

Baca Juga: Dokter Salah Diagnosis, Bocah 5 Tahun Ini Meninggal Akibat Kanker Otak

Kondisi tersebut menyebabkan sendi bersama otot dan ligamen membuka dan menutup rahang untuk berbicara, makan, dan menelan.

Nicole Kowalski dahulu (YouTube/Health)
Nicole Kowalski dahulu (YouTube/Health)

Saat pemeriksaan ketiga, dokter merujuknya ke ahli bedah mulut dan itu membuatnya harus kehilangan gigi belakang di bagian yang sakit.

"Pada titik ini, gigi belakangku sudah dicabut dan aku hampir tidak bisa mengunyah di sisi itu. Itu terlalu menyakitkan," kata Kowalski kepada Health.

Akhirnya, ahli bedah mulut mengirim biopsi pencabutan gigi Kowalski ke rumah sakit lain karena kondisinya tidak membaik. Setelah menunggu dua minggu, ia diberitahu menderita desmoplastic fibroma, tumor tulang jinak yang sangat langka.

Kowalski diharuskan mencari ahli bedah mulut lain untuk melakukan operasi pengangkatan tumor tersebut. Berkat bantuan kenalan sang ibu, ia menemukan ahli bedah kepala dan leher.

Baca Juga: 5 Tanda Penyakit yang Sering Salah Diagnosis, Coba Cek Sekarang!

Sang dokter kemudian memberi tahu Kowalski bahwa ia harus mencabut empat gigi dan sebagian langit-langit lunaknya agar tumor terangkat.

"Aku juga harus memakai satu set gigi palsu yang disebut obturator, yang memiliki kawat di depan, selama sisa hidupku," sambungnya.

Ia menjalani operasi pada Maret 2018. Dua minggu kemudian, dokter yang mengoperasinya kembali menghubungi Kowalski.

"Dokter kepala dan leher mengatakan ada 'ketidaksesuaian' dalam biopsiku dan aku sebenarnya menderita kanker kelenjar ludah tingkat rendah, bukan tumor jinak," terangnya.

Komentar