Awas, Kualitas Makanan dan Minuman Buruk Picu Diabetes Hingga Hipertensi

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 20 Januari 2021 | 07:05 WIB
Awas, Kualitas Makanan dan Minuman Buruk Picu Diabetes Hingga Hipertensi
Ilustrasi makanan cepat saji. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Data menunjukkan industri makanan dan minuman melaju lebih cepat dibanding industri lainnya. Staf Ahli Bidang Koneksi Kemenko Perekonomian, Edi Prio pambudi menemukan konsumsi makanan dan minuman mencapai 34 persen dari total konsumsi barang sehari-hari.

"Bisa jadi itu memang dikaitkan dengan 34 persen digunakan konsumsi untuk makanan dan minuman dan itu sudah menjadi gaya hidup," ujar Edi dalam diskusi virtual, Selasa (19/1/2021)

Mirisnya melesatnya industri ini tidak diiringi dengan kualitas makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan. Hasilnya karena kualitas makanan dan minuman buruk namunjumlah konsumsinya meningkat sehingga. hal ini membuat prevalensi penyakit di Indonesia mengalami kenaikan.

Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Hal ini menurut Edi selaras dengan hasil riset Deloit di 2018 yang menemukan terjadinya pergeseran penyakit selama 10 tahun terakhir dari diabetes dan tuberkulosis (TB), menjadi penyakit diabetes dan hipertensi yang meningkat.

Fakta ini cukup mengkhawatirkan, kata Edi bisa memicu dampak berbahaya yakni rusaknya kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Jumlah SDM boleh saja banyak, namun kebanyakan mengalami sakit diabetes dan hipertensi. 

"Kualitas makanan dan minuman itu juga perlu diperhatikan. Jangan sampai dia hanya mendorong konsumsi, pertumbuhan ekonomi, dan industri makanan dan minuman tapi ternyata rentan terhadap penyakit," jelas Edi.

Lebih lanjut data selama pandemi Covid-19 juga menemukan, mereka yang meninggal karena terinfeksi virus lantaran memiliki riwayat hipertensi dan diabetes, yang semakin memperparah gejala Covid-19. 

"Jadi kita harus melihat makanan dan minuman, katakanlah itu sudah menjadi pola hidup ketergantungannya cukup tinggi tapi harus diiringi dengan perubahan kualitas makanan dan minuman," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Tipe 2, Cobalah Konsumsi Jeruk dan Tomat

Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Tipe 2, Cobalah Konsumsi Jeruk dan Tomat

Health | Selasa, 19 Januari 2021 | 15:20 WIB

17 Orang dengan Kondisi Ini Tak Boleh Vaksinasi Covid-19

17 Orang dengan Kondisi Ini Tak Boleh Vaksinasi Covid-19

Banten | Senin, 18 Januari 2021 | 19:16 WIB

Ketahui Golongan Orang yang Tak Bisa Divaksin Covid-19

Ketahui Golongan Orang yang Tak Bisa Divaksin Covid-19

Health | Minggu, 17 Januari 2021 | 11:34 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×