Ingin Tingkatkan Efikasi, Lakukan Dua Hal Ini Sebelum Vaksinasi Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 27 Januari 2021 | 14:11 WIB
Ingin Tingkatkan Efikasi, Lakukan Dua Hal Ini Sebelum Vaksinasi Covid-19
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). [ANTARA FOTO]

Suara.com - Hari ini Presiden Joko Widodo kembali menerima vaksin Covid-19 untuk dosis yang kedua. Secara bertahap, masyarakat juga akan menerima vaksin tersebut.

Saat ini, mendapatkan vaksinasi sepertinya satu-satunya cara yang mungkin untuk melindungi diri kita dari virus menular. Tetapi untuk kemanjurannya, seorang harus melakukan lebih dari sekadar mendapatkan suntikan.

Berdasarkan penelitian terbaru, ada dua hal spesifik yang perlu dilakukan sebelum mendapatkan suntikan untuk meningkatkan efektivitas vaksin. Apa itu?

Vaksin saja tidak dapat melindungi Anda dari virus jika sistem kekebalan Anda tidak kuat. Agar tubuh kita dapat mengoptimalkan respons terhadap vaksin, penting untuk memiliki sistem internal yang kuat, yang dapat dengan mudah dipengaruhi oleh kondisi seperti depresi dan stres.

Tangkap layar rekaman proses penyuntikan vaksin COVID-19 kedua pada Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/1/2021). (Antara)
Tangkap layar rekaman proses penyuntikan vaksin COVID-19 kedua pada Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/1/2021). (Antara)

Terlalu banyak stres atau depresi berpotensi memperpendek kekebalan terhadap virus.

Namun, sesuai temuan studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal Perspectives on Psychological Science, tidur dan olahraga adalah dua aktivitas khusus yang dapat meningkatkan respons imun.

Bahkan di antara mereka yang menderita kondisi yang mungkin membahayakan imunitas jangka panjang.

Karena dorongan vaksin virus corona diperkirakan akan meningkat dalam beberapa minggu mendatang, sangat penting bagi orang untuk memprioritaskan tidur mereka untuk menjaga kesehatan yang optimal.

Para peneliti merekomendasikan bahwa mereka yang berencana untuk mendapatkan vaksin harus cukup tidur di malam hari dan melakukan olahraga berat setidaknya 24 jam sebelumnya.

baca juga

Ini bukan satu-satunya studi yang menghubungkan tidur dan tingkat aktivitas fisik dengan respons vaksinasi.

Studi lain yang diterbitkan dalam International Journal of Behavioral Medicine menemukan bahwa vaksin flu efektif pada orang yang cukup tidur dua malam sebelum menerima suntikan. Hubungan serupa ditemukan dalam kasus vaksin untuk hepatitis A dan hepatitis B.

Para peneliti menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan fluktuasi dalam proses kekebalan yang dibutuhkan untuk menghasilkan antibodi. Untuk mempertahankan jumlah antibodi, diperlukan waktu tidur yang cukup. Di sisi lain, menjadi aktif sebelum suntikan COVID dapat membantu mendukung kekebalan Anda setelah vaksin.

Ini bagus untuk menetapkan waktu tidur dan rutinitas pagi. Batasi paparan sinar biru setidaknya 30 menit sebelum tidur dengan mematikan TV dan perangkat elektronik lainnya dan batasi alkohol, kafein, dan makanan besar sebelum tidur.

Selain itu, lakukan segala jenis aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari sebelum dan setelah mendapatkan suntikan.

Pertahankan rutinitas ini sampai Anda mendapatkan suntikan kedua, yang biasanya diberikan beberapa minggu kemudian. Hanya setelah mendapatkan kedua suntikan, Anda dianggap telah divaksinasi penuh untuk melawan Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Covid-19: Raffi Ahmad Telah Menyadari Pentingnya Berperilaku 3M

Satgas Covid-19: Raffi Ahmad Telah Menyadari Pentingnya Berperilaku 3M

News | Rabu, 27 Januari 2021 | 14:09 WIB

Kapok! Raffi Ahmad Janji Tak Lagi Keluyuran usai Divaksin Corona Tahap Dua

Kapok! Raffi Ahmad Janji Tak Lagi Keluyuran usai Divaksin Corona Tahap Dua

News | Rabu, 27 Januari 2021 | 14:09 WIB

Vaksinasi Covid-19 di Bantul Digelar Besok, Ini Syarat bagi Penerima Vaksin

Vaksinasi Covid-19 di Bantul Digelar Besok, Ini Syarat bagi Penerima Vaksin

Jogja | Rabu, 27 Januari 2021 | 14:04 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB