Sudah Lengkap Vaksinasi Virus Corona? Jangan Pergi Jauh-jauh Dulu Ya!

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Senin, 01 Februari 2021 | 19:51 WIB
Sudah Lengkap Vaksinasi Virus Corona? Jangan Pergi Jauh-jauh Dulu Ya!
Vaksinator memindahkan vaksin COVID-19 Sinovac ke dalam alat penyuntik sebelum disuntikkan ke tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Sebagian tenaga kesehatan sudah mendapatkan vaksinasi virus Corona lengkap alias dua dosis suntikan vaksin Covid-19.

Untuk mereka yang sudah divaksinasi, pakar epidemiologi mengingatkan untuk mengurangi mobilitas dan tidak melakukan perjalanan jarak jauh.

Dilansir ANTARA, ahli epidemiologi dari Universitas Andalas (Unand) Padang di Sumatera Barat, Defriman Djafri, mobilitas tinggi sebaiknya dihindari setelah menjalani vaksinasi karena bisa saja antibodi belum terbentuk.

Defriman juga mengingatkan setelah menerima vaksin COVID-19 tidak serta merta terhindar dari COVID-19. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

"Ketika divaksin itu dipastikan betul protokol kesehatan itu tetap dijalankan, kan bisa saja antibodi belum terbentuk atau memang dosis yang diberikan ini belum full dalam hal ini untuk membentuk antibodi karena kondisi masing-masing individu yang berbeda," kata Defriman yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Provinsi Sumatera Barat saat dihubungi ANTARA.

Defriman menuturkan perlu waktu untuk membentuk antibodi untuk melawan virus penyebab COVID-19.

Dalam masa menunggu tersebut, maka perlu mengurangi kontak dengan banyak orang karena dikhawatirkan ada paparan virus corona penyebab COVID-19 dari antara orang-orang tersebut.

Dia menuturkan kejadian seseorang terinfeksi COVID-19 beberapa hari setelah diberikan vaksin dikarenakan mungkin dia bepergian tanpa mematuhi protokol kesehatan. Padahal pada masa beberapa hari itu, antibodi belum terbentuk.

Meskipun sudah mendapat vaksin COVID-19, tidak menjadi jaminan 100 persen seseorang tidak akan terinfeksi COVID-19 karena masih ada ancaman varian baru virus penyebab COVID-19 akibat mutasi.

Baca Juga: Ahli Ungkap Kapan Bisa Hidup Normal Usai Pandemi Covid-19, Benarkah 2024?

Semakin banyak kasus terinfeksi COVID-19, semakin tinggi penularannya, dan semakin tinggi pula kemungkinan virus bermutasi. Dan apakah mutasi itu berpengaruh terhadap keefektifan vaksin, maka perlu penelitian lebih lanjut

Oleh karena itu, protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh harus tetap dilakukan baik oleh mereka yang belum maupun yang sudah mendapat vaksin.

"Bagaimanapun dengan ancaman varian baru dan apalagi antibodi belum tentu juga dipastikan sudah terbentuk atau tidak dan artinya vaksin yang diberikan ini tidak serta-merta telah terproteksi dalam hal ini dengan kondisi pandemi yang artinya belum signifikan selesai atau melandai," tutur Defriman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI