Ramai Terapi Plasma Konvalesen, Adakah Efek Sampingnya?

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 06 Februari 2021 | 10:45 WIB
Ramai Terapi Plasma Konvalesen, Adakah Efek Sampingnya?
Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Terapi plasma konvaselen (TPK) diyakini sebagai salah satu upaya untuk menyembuhkan pasien yang mengidap COVID-19. Metode TPK ini sudah dikenal cukup lama. Mulai dari saat menghadapi flu Spanyol, Sars, H1N1, hingga COVID-19.

Dr. Monica selaku Pelopor Terapi Plasma Konvalesen, Sub Bidang TPK Satgas COVID-19 mengatakan bahwa dari dulu sampai sekarang, prinsip kerja TPK ini sama. Hanya saja, virus yang dihadapinya berbeda.

Prisip kerjanya yaitu dengan memindahkan plasma yang mengandung antibodi dari para penyintas Covid-19, ke penderita COvid-19yang masih sakit.

“Istilahnya seperti antibodi instan atau booster antibodi. Antibodi para penderita COVID-19 kurang. Jadi, ditambahin antibodi dari luar,” ucap Monica dalam keterangan yang diterima Suara.com, Sabtu (6/2/2021).

Pernyataannya kemudian, apakah ada efek samping dari terapi konvalesen ini?

Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Sebelumnya, Monica menjelaskan bahwa secara umum, kriteria pendonor plasma adalah orang yang pernah menderita Covid-19, dengan menyertakan surat terkonfirmasi positif Covi-19 melalui swab PCR.

Selain itu, orang tersebut sudah 14 hari bebas dari gejala COVID-19 dan dinyatakan sembuh dari virus corona dengan membawa surat terkonfirmasi negatif COVID-19 melalui swab PCR.

Ada juga beberapa persyaratan lainnya yaitu usia pendonor harus 18 sampai 60 tahun, tidak ada penyakit penyerta atau komorbid dan pendonor harus dalam keadaan sehat. Pendonor pun diutamakan laki-laki. Rupanya, ada alasan terkait hal tersebut.

“Diutamakan laki-laki bukan berarti perempuan enggak boleh. Diutamakan laki-laki yang belum pernah menerima transfusi darah sebelumnya. Kalau pun perempuan, diutamakan yang belum pernah hamil, keguguran dan menerima transfusi sebelumnya, karena ada satu faktor yang disebut HLA yaitu Human Leukocyte Antigen,” jelas Monica.

baca juga

“HLA ini berhubungan dengan faktor resiko alergi pada paru-paru yang berat. Itu yang merupakan efek samping dari transfusi plasma. Tapi, efek samping ini sudah diminimalisasikan dan dihilangkan sejak awal dengan screening donor,” sambungnya.

Menurut Monica, hal yang harus dilakukan setelah itu adalah melihat kadar antibodi di dalam plasma, apakah sudah tercukupi atau belum. Donor plasma yang paling bagus adalah 3 sampai 4 bulan. Sebab, pada saat itu kadar antibodinya paling tinggi.

“Efek sampingnya itu frekuensinya 1 banding 5 ribu. Jadi, dari 5 ribu orang, ada satu yang kemungkinan ada reaksi alergi mulai dari ringan sampai ke paru-paru. Tapi, yang alergi berat paru-paru sudah diminimalisasi dengan persyaratan donor yang tadi,” pungkas Monica.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wagub DKI Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Pendonor Plasma Konvalensen

Wagub DKI Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Pendonor Plasma Konvalensen

Jakarta | Jum'at, 05 Februari 2021 | 22:11 WIB

Menko PMK Klaim Donor Plasma Konvalesen Covid-19 Meningkat 239 Persen

Menko PMK Klaim Donor Plasma Konvalesen Covid-19 Meningkat 239 Persen

News | Jum'at, 05 Februari 2021 | 21:24 WIB

Jumlah Masih Sedikit, Wagub Jakarta Ajak Penyintas Donor Plasma ke PMI

Jumlah Masih Sedikit, Wagub Jakarta Ajak Penyintas Donor Plasma ke PMI

News | Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:09 WIB

Terkini

Ketika Olahraga Jadi Ruang Mahasiswa Mengasah Skill dan Kekompakan

Ketika Olahraga Jadi Ruang Mahasiswa Mengasah Skill dan Kekompakan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

Bri | Senin, 28 September 2026 | 22:04 WIB

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

News | Senin, 28 September 2026 | 22:00 WIB

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:52 WIB

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:44 WIB

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:26 WIB

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:21 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

News | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB

×