Agar Tak Dijual Lagi, Begini Tips Buang Masker Medis Usai Dipakai

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 19 Februari 2021 | 19:05 WIB
Agar Tak Dijual Lagi, Begini Tips Buang Masker Medis Usai Dipakai
ilustrasi masker (stocksnap.io)

Suara.com - Selama pandemi Covid-19 masker dipercaya menjadi cara untuk mencegah penularan virus corona. Namun, penggunaan masker juga menyisakan masalah.

Hal itu lantaran masker medis sekali pakai menjadi limbah yang banyak tersebar. Untuk itu, belakangan Satgas Covid-19 Sub Bidang Penanganan Limbah Medis gencar melakukan sosialisasi penanganan limbah masker.

Limbah masker termasuk kategori limbah B3 yang tidak bisa diolah secara mandiri. Limbah infeksius ini memerlukan penanganan khusus dari petugas yang berkompeten.

"Penanganan limbah masker untuk di rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan sudah sesuai aturan. Ada protokolnya. Namun bagaimana penanganan limbah masker untuk pasien yang positif Covid-19 dan menjalankan isolasi mandiri. Ini yang perlu disadari," kata dr Lia Partakusuma dari Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19 dalam keterangan yang diterima Suara.com, Jumat, (19/2/2021).

Ilustrasi Masker (Pexels/Anna)
Ilustrasi Masker (Pexels/Anna)

Lia menuturkan, selama pandemi Covid-19, tercatat limbah masker sejumlah 1.662 ton. Ia menuturkan hal yang mesti diperhatikan dalam penanganan limbah masker di masyarakat adalah dengan menggunting menjadi dua bagian dan memotong tali masker.

Setelah digunting, masker disemprot disinfektan, kemudian dimasukkan ke dalam wadah bisa berupa amplop atau kantong plastik daur ulang yang ditutup rapat. Sebagai penanda bahwa itu merupakan limbah infeksius yang berbahaya, wadah tersebut dapat ditulis limbah infeksius.

"Kalau perlu pasang gambar tengkorak. Biar orang takut," ujar Lia.

Tujuan merusak masker menjadi dua bagian dan memotong tali menurut Lia, untuk mengurangi potensi pihak yang tidak bertanggungjawab mendaur ulang masker dan dijual kembali. Pasalnya, penjualan masker daur ulang sempat terjadi. Pelaku mengumpulkan masker bekas yang dibuang, lalu disetrika, dan dijual.

"Ada pernah laporan. Maskernya ada sisa lipstik. Karena di awal pandemi kebutuhan masker tinggi. Ada orang yang membeli dari pribadi. Harganya murah tapi tidak tahu kualitasnya," tutur Lia.

baca juga

Untuk itu, Lia menganjurkan agar limbah masker dirusak sebelum dibuang. Selain mengurangi potensi penyalahgunaan, juga mengurangi potensi penularan penyakit oleh virus.

Lia menjelaskan, virus jika menempel bersama cairan bisa hidup 3-4 hari. Tetapi bila hanya virus itu sendiri, akan mati dalam waktu 3-4 jam.
Lia juga mengingatkan limbah masker sebaiknya dibuang dalam dropbox.

Pengadaan dropbox ini bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, lingkungan setempat misal RT, atau untuk hotel dan gedung yang menjadi lokasi isolasi mandiri pasien Covid-19.

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Nomor 2 Tahun 2020 tentang pedoman pengelolaan limbah infeksius (B3) dan sampah rumah tangga untuk penanganan virus Covid-19. Dengan SE ini, penanganan limbah medis mekanismenya akan sama dengan limbah medis.

Terkait penanganan limbah masker, Satgas menggelar acara Pekan Peduli Limbah Masker. Melalui acara ini, Satgas menyosialisasikan gerakan peduli limbah masker ke lapisan masyarakat. Acara berlangsung sepekan dengan acara puncak pada Minggu (21/2/2021) di Marunda.
"Harapannya agar peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat menyampaikan pesan yang telah kami sampaikan ke kelompok mereka dengan bahasa mereka," kata Lia.

Upaya lainnya dalam penanganan limbah masker, Satgas mengusulkan produsen masker memuat cara membuang masker dalam kemasan produk masker yang mereka buat.

"Jangan hanya pesan cara menggunakan masker. Tapi pesan cara membuang limbah masker. Jangan lupa bertanggung jawab membuang limbah," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Limbah Masker Berpotensi Menularkan Covid-19, Begini Cara Membuangnya

Limbah Masker Berpotensi Menularkan Covid-19, Begini Cara Membuangnya

Video | Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:20 WIB

Satgas Ingatkan Pengelolaan Limbah Masker Medis, Masker Kain Sebulan Ganti

Satgas Ingatkan Pengelolaan Limbah Masker Medis, Masker Kain Sebulan Ganti

News | Jum'at, 19 Februari 2021 | 11:33 WIB

Lagi-Lagi Prahara Masker Kunyit, Wanita Ini Syok Wajahnya Berubah Begini

Lagi-Lagi Prahara Masker Kunyit, Wanita Ini Syok Wajahnya Berubah Begini

Bali | Jum'at, 19 Februari 2021 | 11:09 WIB

Terkini

MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata

MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata

Bekaci | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:56 WIB

BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:53 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Perkuat Dukungan Pariwisata dan UMKM

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Penggerak Ekonomi, BRI Perkuat Dukungan Pariwisata dan UMKM

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:50 WIB

BRI Dorong Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 bagi Pariwisata dan UMKM

BRI Dorong Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 bagi Pariwisata dan UMKM

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Perdana Go Public Sejak Debut, Nana Mengaku Sempat Malu Pacaran dengan TOP

Perdana Go Public Sejak Debut, Nana Mengaku Sempat Malu Pacaran dengan TOP

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Botol Plastik Disulap Jadi Sapu, Warga Petukangan Utara Raup Omzet hingga Rp3 Juta per Bulan

Botol Plastik Disulap Jadi Sapu, Warga Petukangan Utara Raup Omzet hingga Rp3 Juta per Bulan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:45 WIB

7 Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci 1 Tabung dari Kerak dan Lumut Hitam

7 Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci 1 Tabung dari Kerak dan Lumut Hitam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Polresta Solo Siapkan 350 Personel Amankan Laga Persis Solo vs Kendal Tornado FC

Polresta Solo Siapkan 350 Personel Amankan Laga Persis Solo vs Kendal Tornado FC

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Dukung Atlet Indonesia di Panggung Dunia, BRI Perkuat Komitmen terhadap Olahraga Nasional

Dukung Atlet Indonesia di Panggung Dunia, BRI Perkuat Komitmen terhadap Olahraga Nasional

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:32 WIB

BRI Dorong Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

BRI Dorong Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Bogor | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:28 WIB

×