Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Vania Rossa

Selasa, 16 Desember 2025 | 14:28 WIB
Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci
Ilustrasi kanker (Unsplash/National Cancer Institute).
baca 10 detik
  • Perawatan kanker Asia bergeser ke pendekatan personal berbasis deteksi dini dan bukti klinis, dipaparkan pada ESMO Asia 2025.
  • Fokus inovasi diarahkan pada kanker paru, gastrointestinal, dan payudara, memanfaatkan terapi target genetik dan imunoterapi.
  • Tantangan utama pasca-inovasi adalah memastikan pemerataan akses layanan terapi tepat waktu bagi semua pasien Asia.

Suara.com - Perkembangan terapi kanker di Asia memasuki fase penting. Pada ajang ESMO Asia 2025 di Singapura, AstraZeneca memaparkan bukti klinis terbaru yang menegaskan arah baru penanganan kanker: lebih dini, lebih personal, dan lebih efektif. Fokus utama pengembangan ini menyasar tiga jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di kawasan Asia, yakni kanker paru, kanker gastrointestinal, dan kanker payudara.

Asia saat ini menanggung beban kanker yang sangat besar. Dengan populasi lebih dari 4,8 miliar jiwa—sekitar 60 persen penduduk dunia—kawasan ini menyumbang hampir setengah kasus kanker baru secara global dan sekitar 60 persen kematian akibat kanker. Tantangan ini diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, penuaan usia, industrialisasi, paparan zat karsinogen, serta perubahan gaya hidup.

Sylvia Varela, Area Vice President Asia AstraZeneca, menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Kami berkomitmen memperkuat upaya peningkatan perawatan kanker di Asia melalui inovasi dalam deteksi dini, diagnostik presisi, dan pengobatan berbasis pedoman klinis. Kami terus berkolaborasi dengan para mitra untuk menghadirkan hasil perawatan yang lebih baik bagi pasien di seluruh kawasan,” ujarnya.

Deteksi Tepat untuk Kanker Paru

Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di Asia. Berbeda dengan negara Barat, pasien di Asia lebih sering memiliki mutasi EGFR pada kanker paru non-small cell lung cancer (NSCLC). Kondisi ini membuat pemeriksaan genetik sejak awal menjadi sangat penting agar pasien mendapatkan terapi yang sesuai.

AstraZeneca memaparkan data yang menunjukkan bahwa terapi target EGFR-TKI dapat memberikan manfaat di berbagai tahap penyakit. Pada fase awal sebelum operasi (neoadjuvan), terapi ini mampu meningkatkan respons pengobatan tanpa menurunkan kualitas hidup pasien.

Pada kanker stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi, kombinasi EGFR-TKI dengan kemoradiasi juga menunjukkan respons yang baik dengan keamanan yang dapat ditoleransi.

Sementara itu, pada pasien yang mengalami perburukan akibat perubahan gen MET—yang lebih sering ditemukan pada populasi Asia—kombinasi terapi EGFR-TKI dengan inhibitor MET memberikan hasil yang lebih tahan lama. Temuan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan EGFR dan MET secara menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan terapi.

baca juga

Imunoterapi Lebih Dini untuk Kanker Pencernaan

Kanker gastrointestinal, seperti kanker lambung dan kanker hati, juga menjadi beban besar di Asia. Studi yang dipresentasikan menunjukkan bahwa penggunaan imunoterapi sejak tahap awal, dikombinasikan dengan kemoterapi, mampu meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien.

Pada kanker lambung dan gastroesophageal junction stadium awal hingga lanjut lokal, kombinasi ini terbukti memperbaiki angka harapan hidup dan menurunkan risiko kekambuhan. Manfaat serupa juga terlihat pada pasien Asia yang umumnya memiliki kondisi penyakit lebih kompleks.

Untuk kanker hati stadium lanjut, khususnya di negara dengan prevalensi hepatitis B yang tinggi, regimen imunoterapi kombinasi bahkan menunjukkan manfaat kelangsungan hidup hingga lima tahun. Hal ini membuka peluang terapi yang lebih menjanjikan bagi pasien dengan kondisi yang sebelumnya sulit ditangani.

Terobosan Baru pada Kanker Payudara

Kanker payudara masih menjadi kanker yang paling banyak dialami perempuan, termasuk di Asia. Menariknya, kanker payudara di kawasan ini cenderung muncul pada usia lebih muda dibandingkan negara Barat, sehingga membutuhkan pendekatan terapi yang lebih cermat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun ke-6 Berjuang Lawan Kanker, Vidi Aldiano Sampaikan Pesan Haru

Tahun ke-6 Berjuang Lawan Kanker, Vidi Aldiano Sampaikan Pesan Haru

Your Say | Senin, 15 Desember 2025 | 16:00 WIB

Pesan Haru Vidi Aldiano di Tahun ke-6 Berjuang Lawan Kanker: Kuharap Perjumpaan Kita Bisa Berakhir

Pesan Haru Vidi Aldiano di Tahun ke-6 Berjuang Lawan Kanker: Kuharap Perjumpaan Kita Bisa Berakhir

Entertainment | Senin, 15 Desember 2025 | 11:31 WIB

Di Balik Krisis Penyakit Kronis: Mengapa Deteksi Dini Melalui Inovasi Diagnostik Jadi Benteng Utama?

Di Balik Krisis Penyakit Kronis: Mengapa Deteksi Dini Melalui Inovasi Diagnostik Jadi Benteng Utama?

Health | Selasa, 09 Desember 2025 | 20:46 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×