Kabar Baik! Kasus Covid-19 Dunia Turun 16 Persen, Ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:30 WIB
Kabar Baik! Kasus Covid-19 Dunia Turun 16 Persen, Ini Sebabnya
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak hanya di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang mencatat adanya penurunan kasus Covid-19 aktif yang signifikan yakni 16 persen di dunia.

Seperti misalnya perbandingan catatan situs Worldometers pada kasus Covid-19 harian pada 8 Januari 2021 mencapai 845.643 kasus, sedangkan pada 17 Februari 2021 kasus baru 398.357 kasus baru.

"Penurunan kasus Covid-19 bisa dikaitkan dengan banyak hal. Tapi yang utama adalah perilaku baik masyarakat dunia dan kepatuhan terhadap penguncian (lockdown), yang di Indonesia disebut PSBB atau PPKM," ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban melalui cuitan twitternya dikutip suara.com, Sabtu (20/2/2021).

1. Pemberlakuan lockdown dan protokol kesehatan

Seperti Indonesia yang tidak pernah menerapkan konsep lockdown (penguncian), namun cara itu memang terbukti berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Meski menurut Prof. Zubairi lockdown ini sangat jarang diterapkan di berbagai negara.

Pelayan menggunakan alat pelindung wajah, masker dan sarung tangan saat membawa pesanan pelanggan di salah satu rumah makan di kawasan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pelayan menggunakan alat pelindung wajah, masker dan sarung tangan saat membawa pesanan pelanggan di salah satu rumah makan di kawasan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Anda akan melihat kasus Covid-19 itu turun di wilayah dunia yang menerapkan kebijakan penguncian. Bisa dicek," tutur Prof. Zubairi.

Dugaan lain, kata Prof.Zubairi kepatuhan memakai masker juga sangat mempengaruhi penurunan kasus Covid-19, khususnya pemakaian masker di dalam ruangan.

"Anda bisa lihat di beberapa acara televisi Indonesia saat ini. Kesadaran memakai masker sudah terbentuk. Begitu pun di berbagai negara," terang Prof. Zubairi.

2. Ada kelompok kebal Covid-19 di India

baca juga

Uniknya, ada analisis yang mengatakan jika beberapa kelompok yang kebal terhadap Covid-19 di Indonesia, diuga memperlambat penyebaran virus corona penyebab sakit Covid-19.

"Ini terjadi di India. Lihat saja angka kasus Covid-19 di sana. Turun dari 100 ribu kasus per hari menjadi hanya 11 ribu," papar Prof. Zubairi.

3. Musim dingin, vaksinasi, dan prediksi pandemi terkendali

Ada juga yang memprediksi jika musim dingin yang secara merata terjadi di beberapa belahan dunia, mempengaruhi naik dan turunnya kasus Covid-19.

Namun mirisnya, dampak buruk cuaca membuat pengetesan Covid-19 jadi menurun, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

"Belum jelas. Tapi, di Amerika sana, cuaca musim dingin menghambat beberapa negara bagian melakukan pelacakan dan testing Covid-19 kepada warganya. Di Indonesia, penurunan angka testing juga terjadi," terang Prof. Zubairi.

Namun sayangnya program vaksinasi yang digadang-gadang bisa mengendalikan pandemi, nyatanya belum terbukti berdasarkan penelitian.

"Belum ada yang bisa menjelaskan dan perlu hitungan bulan untuk mengukur itu," sahut Profesor Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

"Kolumnis kesehatan ternama Martin Makary memprediksi, sebagian besar penyakit Covid-19 akan hilang pada April nanti. Opini itu ia sampaikan berdasarkan data laboratorium, matematika, literatur, dan percakapannya dengan para ahli. Baru prediksi. Semoga saja," pungkas Prof. Zubairi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gembong Pembuat Vaksin Covid-19 Palsu Terungkap, Raup Untung Puluhan Milyar

Gembong Pembuat Vaksin Covid-19 Palsu Terungkap, Raup Untung Puluhan Milyar

Batam | Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:48 WIB

Vaksin Johnson & Johnson Ajukan Izin Penggunaan Darurat ke WHO

Vaksin Johnson & Johnson Ajukan Izin Penggunaan Darurat ke WHO

Health | Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:57 WIB

Update Covid-19 Global: Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir, Jika...

Update Covid-19 Global: Pandemi Covid-19 Tidak Akan Berakhir, Jika...

Health | Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×