Cuci Darah Makan Biaya Kesehatan Terbesar Keempat BPJS Kesehatan

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Rabu, 10 Maret 2021 | 19:05 WIB
Cuci Darah Makan Biaya Kesehatan Terbesar Keempat BPJS Kesehatan
Ilustrasi cuci darah atau hemodialisis (Shutterstock)

Suara.com - Tanggal 11 Maret selalu diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day. Hari Ginjal Sedunia telah diadakan sejak 2006 lalu, yang tak hanya diperingati oleh kalangan medis dan pasien ginjal saja tetapi juga selebritis dan masyarakat umum.

Untuk memperingati Hari Ginjal Sedunia, masyarakat diminta untuk menjalankan gaya hidup sehat dan meningkatkan pencegahan serta melakukan deteksi dini ke fasilitas layanan kesehatan.

Hari Ginjal Sedunia juga bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya kesehatan ginjal, serta pentingnya meningkatkan kualitas hidup.

"Ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pentingnya kesehatan ginjal, juga menurunkan jumlah orang yang sakit ginjal, serta mengurangi dampaknya bagi kesehatan," ungkap Dr. Aida Lydia, PhD., Sp-PD-KGH, Rabu (10/3/2021).

Lewat presentasinya, Aida menunjukkan satu dari sepuluh orang dengan penyakit ginjal kronik tidak menyadari penyakitnya. Hal ini dijelaskan karena gejala tahap awal biasanya tidak dirasakan pasien.

Menurut data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan, prevalensi penyakit ginjal kronik adalah dua per seribu penduduk.

“Kalau kita lihat, bagaimana angka-angka pasien baru terus meningkat. Peningkatan ini dirasakan dari adanya cover biaya BPJS Kesehatan, yaitu dari  2014 kita lihat seperti ini, dan pada tahun 2019 dengan proyeksi jumlah penduduk Indonesia sekitar 266 juta, maka kita mendapatkan pasien baru itu diperkirakan  258 per juta penduduk, dan pasien yang aktif 696 per juta penduduk,” paparnya.

Di sisi lain, pasien yang menjalani hemodialisis atau cuci darah akibat masalah ginjal paling banyak dilakukan oleh masyarakat usia produktif, yaitu usia 45-54 tahun yang menempati urutan terbanyak, dan diikuti oleh kelompok usia 55-64 tahun.

"Jadi kita bisa membayangkan bagaimana usia yang produktif ini juga akan berkendala dalam pekerjaannya sehari-hari," jelasnya.

baca juga

Mengenai pembiayaan untuk hemodialisis di Indonesia, sebagian besar atau 93 persen pasien dibiayai oleh BPJS. Selain itu, sebagian kecil dibiayai oleh perusahaan, asuransi, maupun dibiayai secara pribadi.

Ia juga memaparkan data dari BPJS Kesehatan tahun 2019 di mana gagal ginjal menempati urutan keempat terbesar yang memakan biaya BPJS Kesehatan.

"Kami mendapatkan data dari BPJS Kesehatan tahun 2019, bahwa gagal ginjal ini menempati urutan ke empat terbesar yang menghabiskan biaya BPJS Kesehatan, di mana pada tahun 2019 itu dikeluarkan sebanyak 2,3 triliun, biaya terbesar setelah penyakit jantung, kanker, dan juga stroke," pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ginjal Sedunia, Ini 6 Cara Jaga Kesehatan Ginjal Sejak Muda

Hari Ginjal Sedunia, Ini 6 Cara Jaga Kesehatan Ginjal Sejak Muda

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 17:02 WIB

RS Eka Hospital Pekanbaru Tambah Layanan Hemodialisa atau Cuci Darah

RS Eka Hospital Pekanbaru Tambah Layanan Hemodialisa atau Cuci Darah

Riau | Rabu, 10 Maret 2021 | 10:38 WIB

Program JKN - KIS Menolong Pasien Ini Jalani Cuci Darah

Program JKN - KIS Menolong Pasien Ini Jalani Cuci Darah

Bisnis | Selasa, 29 Desember 2020 | 09:57 WIB

Terkini

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×