Selain AstraZeneca, Benarkah Vaksin Pfizer Juga Sebabkan Pembekuan Darah?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 17 Maret 2021 | 11:38 WIB
Selain AstraZeneca, Benarkah Vaksin Pfizer Juga Sebabkan Pembekuan Darah?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Belakangan, sejumlah negara Eropa menghentikan penggunaan vaksin Oxford/AstraZeneca karena dituding menyebabkan pembekuan darah pada beberapa orang.

Tapi berdasarkan data, vaksin Pfizer untuk virus corona Covid-19 justru lebih banyak dikaitkan dengan pembekuan darah dibandingkan vaksin AstraZeneca.

Informasi dari Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) di Inggris menunjukkan lebih banyak orang yang mengalami pembekuan darah setelah suntik vaksin Pfizer dibandingkan vaksin AstraZeneca.

Daata sampai 28 Febuari 2021, ada 38 laporan kasus pembekuan darah dari sekitar 11,5 juta dosis vaksin Pfizer yang diberikan pada orang-orang.

Jumlah tersebut lebih banyak dibanidngkan dengan 20 laporan kasus pembekuan darah dari 9,7 juta dosis vaksin AstraZeneca yang digunakan.

Meskipun data dari vaksin Pfizer menunjukkan jumlah kasus pembekuan darah yang lebih banyak, kedua vaksin Covid-19 itu tetap aman digunakan dan sudah melalui pengujian ketat.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Emer Cooke, direktur eksekutif European Medicines Agency (EMA) mengatakan bahwa vaksin lain yang disetujui UE, termasuk vaksin Pfizer dan vaksin Moderna. Kedua jenis vaksin Covid-19 itu berkaitan dengan jumlah kasus penggumpalan darah yang sama dengan vaksin AstraZeneca.

Emer Cooke, juga bersikeras bahwa tidak ada indikasi kalau vaksin AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah. Ia juga berusaha meyakinkan kalau manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya.

Berkaitan dengan laporan surat kabar di Amerika Serikat yang mengaitkan vaksin Covid-19 dengan penggumpalan darah, Emer Cooke sedang berusaha menyelidiki hal tersebut.

"Kami sedang melihat efek samping yang terkait dengan semua vaksin Covid-19. Saat ini, fokus kami terkait dengan insiden vaksin AstraZeneca yang dituding menyebabkan pembekuan darah," jelas Emer Cooke dikutip dari Express.

Tapi, kasus pembekuan darah ini terjadi pada tingkat yang sangat umum. Bahkan jumlah kasus pembekuan darah sekarang ini juga tak jauh beda dengan angka kasus sebelum pandemi.

Pembekuan darah juga bisa terjadi karena berbagai penyebab, termasuk obesitas, merokok dan kurang olahraga.

Selain itu, pil kontrasepsi wanita juga bisa memicu pembekuan darah pada sekitar 1 dari 1.000 wanita per tahunnya.

Para ilmuwan pun meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 yang telah melalui uji klinis sudah dipastikan tidak memberikan efek berbahaya bagi penerimanya. Para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tidak yakin vaksin Covid-19 memicu pembekuan darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berakhir Mei 2021, Kenapa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 AstraZeneca Singkat?

Berakhir Mei 2021, Kenapa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 AstraZeneca Singkat?

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:29 WIB

Satgas Klaim Tak Temui Kasus Efek Samping Berat usai 5 Juta Warga Divaksin

Satgas Klaim Tak Temui Kasus Efek Samping Berat usai 5 Juta Warga Divaksin

News | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:27 WIB

Wajib Tahu, Ini Gejala Penggumpalan Darah yang Mesti Diwaspadai

Wajib Tahu, Ini Gejala Penggumpalan Darah yang Mesti Diwaspadai

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 11:23 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB