Muncul Wacana Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata IDI

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 17 Maret 2021 | 10:20 WIB
Muncul Wacana Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan, Ini Kata IDI
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menanggapi wacana menjadikan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan antar kota, disebut menarik.

Pasalnya dengan begitu, kata dia, orang yang sudah divaksin bisa menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa harus menjalani tes swab antigen atau swab polymerase chain reaction (PCR).

"Ini wacana menarik. Bayangan saya, calon penumpang pesawat harus menunjukkan sertifikat vaksin pada bagian kontrol dan tak ada lagi testing atau karantina pada saat kedatangan," ujar Prof. Zubairi melalui cuitannya di Twitter dikutip suara.com, Rabu (17/3/2021).

Namun yang dikhawatirkan adalah saat ini belum ada data yang menunjukkan penerima vaksin bisa mencegah penularan virus ke orang lain. Mengingat orang yang sudah divaksin tetap bisa tertular Covid-19 namun gejalanya jadi jauh lebih ringan.

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

"Sebab itu, sebelum muncul kebijakan ini, kita harus tahu dulu, kapan orang itu akan terlindungi dari infeksi setelah divaksinasi. Apakah jika sekarang divaksin, besoknya kebal? Kan tidak. Seminggu? Belum juga. Sebulan? Itu baru muncul kekebalan yang lumayan," jelasnya.

Profesor yang akrab disapa Prof. Beri itu juga mengingatkan penting untuk bisa tahu, kapan tepatnya vaksin sudah menghasilkan antibodi yang melindungi dari Covid-19.

Pengetahuan kapan antibodi muncul ini nantinya harus bersifat rigid atau pengetahuan baku dan tetap.

"Amannya, ya dua bulan setelah divaksin yang pertama atau minimal dua minggu setelah vaksin yang kedua, baru si penerima vaksin cukup terlindungi dari Covid-19," terangnya.

Prof. Zubairi juga menduga seseorang yang sudah divaksin di mulut atau hidungnya, bisa mengandung virus yang bisa menularkan ke orang lain.

Ditambah dengan ditemukannya varian baru virus corona di Afrika Selatan yang tidak bisa dihindari dengan vaksin AstraZeneca.

Itulah kenapa protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah mendapat vaksin, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan.

"Didasari itu, penerbangan pesawat dari Indonesia ke Afriks Selatan atau sebaliknya, harus lebih diperhatikan. Sebab, kalau pakai sertifikat vaksin AstraZeneca ya jadi tidak 'ampuh'," ungkap Prof. Beri

"Beda kalau Sinovac. Vaksin ini justru terbukti bisa melawan varian asal Inggris dan Afrika Selatan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Habis, Lansia di Bandar Lampung Tidak Dilayani Vaksin di Puskesmas

Stok Habis, Lansia di Bandar Lampung Tidak Dilayani Vaksin di Puskesmas

Lampung | Rabu, 17 Maret 2021 | 10:09 WIB

Mengapa Banyak Negara Tunda Pakai Vaksin Covid-19 AstraZeneca?

Mengapa Banyak Negara Tunda Pakai Vaksin Covid-19 AstraZeneca?

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 10:08 WIB

Selesai Tahun Depan, Moderna Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Bayi & Anak

Selesai Tahun Depan, Moderna Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Bayi & Anak

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 09:59 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB