Ilmuwan Kembangkan Kelenjar Air Mata di Laboratorium, Disebut Mirip Aslinya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 19 Maret 2021 | 13:21 WIB
Ilmuwan Kembangkan Kelenjar Air Mata di Laboratorium, Disebut Mirip Aslinya
perempuan menangis (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan Belanda telah membuat kelenjar air mata atau kelenjar lakimalis manusia di laboratorium dan mencangkoknya ke mata tikus untuk mengetahui apakah percobaan mereka berhasil.

Rangkaian percobaan dapat mewakili langkah besar dalam ilmu pengobatan mata kering pada manusia, kondisi yang dialami sekitar 5% orang dewasa di seluruh dunia dan dapat menyebabkan kebutaan dalam kasus parah.

Seorang penulis utama studi dari Hubrecht Institute di Utrecht Marie Bannier-Hélaouët mengatakan kelenjar air mata yang mereka buat di cawan petri cukup mirip dengan organ aslinya.

Bannier-Hélaouët mengungkapkan kelenjar mata ini terdiri dari dua komponen, seperti sel asinar dan sel duktus.

"Keduanya dapat membuat air mata, tetapi sel duktus memiliki fungsi tambahan, yakni bertindak seperti saluran yang membawa air mata ke permukaan mata," kata Bannier-Hélaouët, dilansir Live Science.

Kelenjar air mata di laboratorium (Sciencedirect)
Kelenjar air mata di laboratorium (Sciencedirect)

Perbedaan organoid ini dan organ asli adalah tidak adanya mata untuk mengeluarkan air mata sehingga hanya berbentuk seperti balon kecil. Organoid ini berukuran serupa dengan yang ada pada manusia, lebar mencapai satu hingga 50 inci atau sekitar setengah milimeter.

Para peneliti membagi penelitian menjadi tiga percobaan. Pertama, mereka menumbuhkan kelenjar air mata manusia di cawan petri dan membuatnya menghasilkan air mata.

Tantangan besarnya adalah cara membuat organoid ini menghasilkan air mata. Sebab, peneliti membutuhkan zat kimia otak atau neurotransmiter.

"Mengerjakan koktail (neurotransmiter) yang sempurna untuk membuat organoid menangis adalah bagian paling menantang. Saya butuh waktu sekitar tiga atau empat bulan dan sekitar tujuh hingga 10 percobaan," ungkapnya.

baca juga

Hal yang membuatnya terkejut adalah pembuatan koktail terakhir hanya mengandung sangat sedikit bahan, salah satunya molekul antioksida. Setelah koktail disempurnakan, para peneliti mengamati kelenjar yang membengkak dengan air mata, namun tidak bisa mengalir.

Selanjutnya, mereka menanamkan beberapa kelenjar buatan itu ke dalam saluran air mata tikus. Hasilnya, kelenjar tersebut mampu menghasilkan air mata, tetapi tidak dapat dilepaskan ke saluran seperti pada organ manusia.

Jadi, peneliti sedang mencari cara agar kelenjar ini dapat bertindak 'normal'.

"Kami sudah melakukan ide tentang bagaimana melakukannya," ujarnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Anak Kambing Mata Satu, Dokter Hewan: Bisa Kekurangan Protein

Geger Anak Kambing Mata Satu, Dokter Hewan: Bisa Kekurangan Protein

Bogor | Jum'at, 19 Maret 2021 | 08:25 WIB

Bunda, Ini Tips Dokter untuk Jaga Kesehatan Mata Anak Saat Sekolah Daring

Bunda, Ini Tips Dokter untuk Jaga Kesehatan Mata Anak Saat Sekolah Daring

Health | Kamis, 18 Maret 2021 | 21:16 WIB

Dokter Mata: Kacamata Bluelight Tak Berefek Cegah Mata Minus

Dokter Mata: Kacamata Bluelight Tak Berefek Cegah Mata Minus

Health | Kamis, 18 Maret 2021 | 20:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×