Kasus Pembekuan Darah, Australia Selidiki Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 02 April 2021 | 19:10 WIB
Kasus Pembekuan Darah, Australia Selidiki Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)

Suara.com - Kasus pembekuan darah pada mereka yang mendapat vaksin Covid-19 AstraZeneca membuat sejumlah negara di Eropa sempat mengangguhkan penggunaan suntikan tersebut.

Kondisi tersebut membuat Australia melakukan investigasi kaitan kasus pembekuan darah yang tercatat pada Jumat terkait dengan vaksin virus corona AstraZeneca, kata seorang pejabat kesehatan.

Mereka juga meningkatkan kepedulian di negara di mana kebanyakan orang diharapkan menerima suntikan vaksin. Demikian seperti dikutip dari ANTARA.

Seperti diketahui, seorang pria berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit Melbourne beberapa hari karena pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca. Pria itu menderita trombosis serius dan jumlah trombosit yang rendah, atau sel darah yang berhenti mengalir.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

"Penyidik saat ini belum mengonfirmasi hubungan sebab akibat dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca, tetapi penyelidikan sedang berlangsung," kata wakil kepala petugas medis, Michael Kidd, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Harapanya, akan lebih banyak informasi yang bisa dikumpulkan hingga Sabtu, (3/4/2021) mendatang.

Pada Kamis (1/4), Inggris mengidentifikasi 30 kasus peristiwa pembekuan darah langka setelah penggunaan vaksin, dan beberapa negara, termasuk Kanada, Prancis, Jerman dan Spanyol, membatasi penggunaannya setelah laporan serupa.

Regulator Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA), sebelumnya mengatakan vaksin AstraZeneca tidak terkait dengan peningkatan risiko pembekuan darah secara keseluruhan.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat, Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk Imunisasi mengatakan, "Tidak ada tingkat keseluruhan yang lebih tinggi jenis pembekuan darah yang relatif umum (...) yang dilaporkan setelah vaksinasi Covid-19."

baca juga

Australia meluncurkan vaksinasi massal untuk 25 juta penduduknya pada Februari, dengan sebagian besar diharapkan menerima vaksin Universitas Oxford/ AstraZeneca. Pada akhir Maret, CSL Ltd memulai produksi dalam negeri sebanyak 50 juta dosis.

Australia sangat berhasil dalam mengekang virus dengan penguncian mendadak, penutupan perbatasan dan pelacakan cepat. Negara itu melaporkan hanya di bawah 29.300 kasus infeksi dan 909 kematian.

Australia mengalami masalah dalam meluncurkan program vaksinasi, namun tak mencapai target Maret sekitar 3,3 juta dosis karena negara bagian dan pemerintah federal bertengkar saling menyalahkan.

Persediaan vaksinasi di negara bagian timur laut Queensland akan habis dalam beberapa hari, kata pejabat kesehatan pada Jumat, seraya menambahkan bahwa mereka tidak yakin tentang pengiriman berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Vaksinasi Covid-19 Bareng Kakek-Nenek, Ini Tiga Jalur Mendapatkannya

Ingin Vaksinasi Covid-19 Bareng Kakek-Nenek, Ini Tiga Jalur Mendapatkannya

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 15:47 WIB

Vaksin Covid-19 Pfizer Bisa Beri Perlindungan Hingga 6 Bulan

Vaksin Covid-19 Pfizer Bisa Beri Perlindungan Hingga 6 Bulan

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 15:24 WIB

Humas SMPN 11 Tangsel Angkat Bicara Soal Satpam Meninggal Habis Divaksin

Humas SMPN 11 Tangsel Angkat Bicara Soal Satpam Meninggal Habis Divaksin

Banten | Jum'at, 02 April 2021 | 10:45 WIB

Terkini

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:14 WIB

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini dan Arus Dana Asing

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

80 Saham Dikuasai Banyak Pihak, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

×